Breaking News

Sekda Ajat Rochmat Jatnika Ajak BMPS Perkuat Sinergi, Tekan Angka Putus Sekolah di Kabupaten Bogor

liputan08.com CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat sinergi dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka putus sekolah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Bogor.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat membuka Rapat Kerja DPW BMPS Provinsi Jawa Barat di Yayasan Al-Madinah, Cibinong, Sabtu (24/10/2026). Ia hadir mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Ajat mengatakan, luasnya wilayah dan besarnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan sektor pendidikan. Dengan 40 kecamatan, 416 desa, 19 kelurahan, serta jumlah penduduk sekitar 6 juta jiwa, pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Artinya, pemerintah daerah tidak bisa sendirian. Peran serta lembaga pendidikan swasta di bawah naungan BMPS sangat krusial dalam membantu peningkatan kualitas SDM, termasuk dalam penanganan angka putus sekolah,” ujar Ajat.

Menurutnya, angka putus sekolah di Kabupaten Bogor mulai menunjukkan tren penurunan. Untuk mempertahankan dan mempercepat capaian tersebut, Pemkab Bogor mendorong optimalisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta penyelarasan data antara persebaran sekolah swasta dan wilayah yang menjadi kantong anak putus sekolah.

Langkah tersebut diharapkan membuat intervensi pendidikan lebih tepat sasaran, sehingga anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan dapat kembali mengakses pembelajaran sesuai kebutuhannya.

“Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan intervensi serta memastikan program penanganan berjalan lebih tepat sasaran sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh akses pendidikan,” jelasnya.

Ajat menambahkan, melalui rapat kerja BMPS, Pemkab Bogor berharap program yang dirancang organisasi tersebut selaras dengan visi dan misi pemerintah daerah. Dengan demikian, berbagai persoalan pendidikan dapat ditangani secara kolaboratif, praktis, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua BMPS Provinsi Jawa Barat, H. R. Agus Sriyanta, menegaskan bahwa lembaga pendidikan swasta memiliki kontribusi besar dalam pembangunan SDM dan pencerdasan kehidupan bangsa. Karena itu, kontribusi tersebut perlu diimbangi dengan perhatian serta dukungan pemerintah terhadap penyelenggara pendidikan swasta.

“Perhatian dan dukungan pemerintah tentu sangat penting bagi penyelenggara pendidikan swasta atas kontribusi nyata mereka dalam mendukung pembangunan pendidikan,” kata Agus.

Ia mengajak seluruh keluarga besar BMPS untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, menjaga komitmen, serta aktif menyampaikan gagasan demi kemajuan pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat.

Ketua BMPS Kabupaten Bogor, Usep Nukliri, juga menegaskan pentingnya peran sekolah swasta dalam menopang layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Bogor.

Usep mengapresiasi dukungan pemerintah daerah melalui anggaran dan program bantuan pendidikan. Menurutnya, sinergi tersebut antara lain diwujudkan melalui peningkatan kapasitas ribuan guru honorer dan bantuan pendidikan untuk meringankan beban masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemkab Bogor. Dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menghadirkan layanan pendidikan swasta yang semakin berkualitas dan merata bagi masyarakat,” ujarnya.

Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan swasta diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak di Kabupaten Bogor, khususnya mereka yang berisiko putus sekolah.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya