liputan08.com CIBINONG — Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Bogor kembali menggelar Safari Jurnalistik dengan mengusung tema “Tantangan Jurnalistik di Era Digital” di Kantor Kecamatan Cibinong, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber wartawan senior Subagiyo dan Untung Bakhtiar. Acara berlangsung dinamis dan dihadiri unsur Forkopimcam, lurah, Kapolsek, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, LSM, serta insan pers dari berbagai media di Kabupaten Bogor.
Dalam pemaparannya, Subagiyo menjelaskan sejarah lahirnya pers serta pentingnya memahami kode etik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar pencari berita, melainkan penjaga akurasi informasi dan kontrol sosial di tengah masyarakat.
“Pers memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital saat ini, kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran. Wartawan harus memahami etika profesi, verifikasi data, serta menjaga independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Subagiyo.

Ia juga menyoroti tantangan munculnya oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan tanpa memahami kaidah jurnalistik secara profesional. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi dunia pers modern.
“Profesionalisme wartawan harus dibangun melalui kompetensi, integritas, dan pemahaman terhadap Undang-Undang Pers serta kode etik jurnalistik. Pers yang sehat akan melahirkan demokrasi yang sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Untung Bakhtiar memaparkan perjalanan panjang pers Indonesia yang turut berjuang dalam proses kemerdekaan hingga pembangunan bangsa. Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Sejarah membuktikan bahwa pers tidak pernah terpisah dari perjuangan bangsa. Dari masa kemerdekaan hingga era digital, pers tetap menjadi kekuatan moral yang menjaga suara rakyat. Namun di sisi lain, media juga menghadapi tantangan ekonomi agar tetap profesional sekaligus mampu bertahan hidup,” jelas Untung Bakhtiar.

Ia menambahkan, transformasi digital telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat sehingga media dituntut lebih adaptif tanpa meninggalkan kualitas jurnalistik.
“Media harus mampu bertransformasi secara teknologi, tetapi tidak kehilangan idealisme. Kredibilitas adalah aset utama pers di tengah maraknya informasi yang belum tentu benar,” katanya.
Dialog interaktif berlangsung hangat dengan banyak pertanyaan dari peserta terkait tantangan media menghadapi oknum wartawan yang tidak profesional, penyebaran hoaks, hingga masa depan pers lokal di tengah perkembangan media sosial.
Camat Cibinong dalam sambutannya mengajak insan pers untuk terus bersinergi membangun daerah melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif.
“Pers memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah dan media harus membangun kolaborasi yang sehat demi menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan mendapatkan informasi yang berkualitas. Kritik yang membangun dari pers merupakan bagian penting dalam proses demokrasi,” ujarnya.
Ia juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdialog secara terbuka mengenai peran pers dalam mengawal pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Kabupaten Bogor.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Dedy Firdaus mengatakan bahwa Safari Jurnalistik menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan wawasan insan pers di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.
“Safari jurnalistik ini bukan hanya menjadi ruang silaturahmi insan pers, tetapi juga wadah edukasi untuk memperkuat kualitas, integritas, dan profesionalisme wartawan. Pers harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga informasi yang sehat dan mencerdaskan masyarakat,” kata Dedy Firdaus.

Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks karena media dituntut cepat, akurat, sekaligus mampu menjaga keberlangsungan perusahaan pers di tengah persaingan digital.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat solidaritas insan pers sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi pers yang sesungguhnya. Wartawan profesional harus hadir sebagai penyampai fakta, bukan penyebar opini tanpa dasar,” tegasnya.
Safari Jurnalistik PWI Kabupaten Bogor tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan insan pers dalam menghadapi tantangan jurnalistik modern serta menjaga marwah profesi wartawan di era digital.
Tags: PWI Kabupaten Bogor, Safari Jurnalistik
Baca Juga
-
14 Jul 2025
Reses DPRD Kabupaten Bogor di Citeureup, KH Achmad Yaudin Sogir Soroti Lambatnya Penanganan Sampah oleh DLH: Kalau Tidak Mampu, Mundur Saja!
-
22 Mei 2025
Kejaksaan RI Luncurkan Program Jaksa Mandiri Pangan Manfaatkan Lahan Sitaan untuk Dukung Swasembada Nasional
-
15 Feb 2025
Pj. Bupati Bogor: Bidan adalah Garda Terdepan Kesehatan Ibu dan Anak
-
22 Sep 2025
City Tour Moka 2025: Pemuda Didorong Jadi Motor Inovasi dan Solusi Pembangunan Kota Bogor
-
02 Apr 2026
KH AY Sogir Tegaskan DPRD Tak Anti Kritik, Soroti Digitalisasi Posyandu di Kabupaten Bogor
-
31 Mei 2025
Wabup Ade Ruhandi Resmikan Kampung Hidroponik dan Distribusikan 500 Ribu Bibit demi Ketahanan Pangan dan Pelestarian Lingkungan
Rekomendasi lainnya
-
01 Okt 2025
KH Achmad Yaudin Sogir: Hari Kesaktian Pancasila Momentum Meneguhkan Persatuan dan Ketahanan Bangsa
-
23 Nov 2024
Satgas Yonif 641/Bru Pos Kurima Bagikan Pakaian dan Eratkan Hubungan dengan Warga di Perbatasan RI-PNG
-
29 Nov 2025
Ketua DPRD Bogor Sastra Winara Tegaskan Tiga Raperda Penting Disahkan dalam Paripurna
-
01 Des 2024
DPRD dan Pemkab Bogor Sepakati Rancangan APBD 2025
-
03 Mar 2026
Dishub Kota Bogor Tegaskan Razia Sesuai Prosedur dan Dokumen Resmi, Bantah Tuduhan Operasi Tanpa Koordinasi
-
15 Jun 2026
Dugaan Permainan Nilai dan Data SPMB SMA Negeri 3 Cibinong Mengemuka, Oknum Terancam Penjara hingga 6 Tahun



