liputan08.com BOGOR – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Resolusi Mahasiswa Bogor (RMB) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Senin (23/2/2026). Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi pada 5 Februari 2026 yang mempertanyakan rencana pengadaan videotron, microphone, dan sound system melalui skema Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026.
Ketua RMB, Mahdi, menyampaikan bahwa hingga aksi kedua digelar, belum terdapat penjelasan komprehensif dari DPRD Kabupaten Bogor terkait urgensi dan dasar perencanaan anggaran pengadaan tersebut yang nilainya mencapai Rp100–120 miliar dan akan dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.
Menurut Mahdi, dalam perspektif tata kelola keuangan daerah, setiap perencanaan anggaran harus didasarkan pada prinsip skala prioritas, efektivitas, efisiensi, serta kemanfaatan publik. Ia menilai rencana pengadaan tersebut belum menunjukkan urgensi strategis jika dibandingkan dengan kebutuhan mendesak sektor olahraga dan pelayanan publik lainnya di Kabupaten Bogor.
“Pembangunan prestasi olahraga memerlukan investasi jangka panjang yang menyentuh aspek struktural, seperti pembinaan atlet berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan atlet, serta perbaikan sarana dan prasarana olahraga. Anggaran sebesar itu seharusnya dipertimbangkan secara rasional dan proporsional,” ujar Mahdi.
Dalam pernyataan sikapnya, RMB menyampaikan tujuh tuntutan utama, antara lain mendesak evaluasi menyeluruh dan transparan terhadap rencana pengadaan melalui mekanisme Pokir, meminta peninjauan program Posyandu Digital senilai sekitar Rp20 miliar agar tepat sasaran, hingga mendorong aparat penegak hukum melakukan pendalaman guna memastikan tidak terjadi penyimpangan maupun konflik kepentingan.
Mahasiswa juga meminta DPRD mengembalikan fungsi Pokir sebagai instrumen konstitusional penyaluran aspirasi rakyat yang objektif dan rasional, bukan sebagai ruang kompromi politik praktis.
Aksi yang sempat diwarnai pembakaran ban tersebut kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor.
Dalam audiensi itu, anggota Fraksi PKB sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, menyatakan bahwa kritik dan kontrol sosial dari masyarakat merupakan bagian integral dari sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang sehat.
“Saya justru mengapresiasi adanya kontrol dari mahasiswa dan masyarakat. Pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat tidak bisa hanya dibebankan kepada DPRD semata. Dalam konsep good governance, partisipasi publik adalah pilar utama selain transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
KH Achmad Yaudin Sogir menambahkan bahwa mekanisme Pokir secara normatif merupakan instrumen untuk menjembatani aspirasi konstituen dengan perencanaan pembangunan daerah. Namun, ia menekankan bahwa setiap usulan program tetap harus melalui tahapan verifikasi teknokratis, pembahasan anggaran, serta uji rasionalitas sesuai regulasi yang berlaku.
“Setiap penganggaran wajib diuji dari sisi urgensi, manfaat, serta dampaknya terhadap kepentingan masyarakat luas. Jika terdapat kritik atau masukan, itu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memastikan kebijakan anggaran benar-benar berpihak kepada rakyat dan selaras dengan Rencana Pembangunan Daerah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD tidak menutup ruang dialog dan siap membahas aspirasi mahasiswa secara terbuka. Menurutnya, sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat sipil merupakan prasyarat penting dalam membangun tata kelola keuangan daerah yang kredibel dan berorientasi pada kesejahteraan publik.
Dinamika yang terjadi dalam aksi tersebut mencerminkan pentingnya kontrol sosial dalam proses penyusunan dan pengawasan anggaran daerah. Perdebatan mengenai prioritas belanja publik menjadi ruang deliberatif yang sah dalam demokrasi, sekaligus momentum refleksi agar setiap kebijakan fiskal daerah benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Kabupaten Bogor.
Tags: Resolusi Mahasiswa Bogor
Baca Juga
-
31 Jan 2025
Heboh! Ular Jenis Kopi Ditemukan di Kantor Labkesda Cimanggis Depok
-
22 Jan 2025
Pj Bupati Bogor Hadiri Gala Dinner Kolaborasi Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2025
-
13 Jul 2025
Wawancara Eksklusif Dr. Jufri Alkatiri: Krisis Media, Tanggung Jawab Negara, dan Harapan untuk Jurnalis Generasi Z
-
22 Apr 2025
Bupati Bogor Luncurkan Mobil Uji Kendaraan Keliling, Tingkatkan Layanan Transportasi di Daerah Terpencil
-
12 Feb 2025
Polda Jateng Ungkap Dua Kasus Kriminal Besar: Perampokan Brutal di Pati & Sindikat Mobil Bodong di Semarang
-
10 Apr 2025
Rudy Susmanto Mantapkan Arah Pembangunan Bogor di 100 Hari Pertama Fokus Infrastruktur Pendidikan, dan Pengentasan Kemiskinan
Rekomendasi lainnya
-
29 Okt 2024
Tingkatkan Kualitas Posyandu dan UMKM, TP-PKK Kabupaten Karangasem Belajar ke Kabupaten Bogor
-
10 Jan 2025
Ketua DPRD Bogor Sastra Winara Dukung Target Kabupaten Bogor Capai 100% ODF
-
04 Mar 2025
Musyafaur Rahman Desak Pemkab Bogor Kerahkan Seluruh Kekuatan Tangani Banjir, Evaluasi Hutan Resapan, dan Tegakkan Hukum
-
28 Feb 2025
Presiden Tekankan Penghematan, KPU Kabupaten Bogor Malah Gelar Acara Mewah
-
21 Jan 2025
Polres Kendal Apresiasi Anggota Berprestasi Bukti Dedikasi dan Inovasi di Tengah Masyarakat
-
04 Des 2025
Bupati Bogor Bahas Penguatan Layanan Haji-Umrah Bersama Wamen dan Gubernur Jabar




