Breaking News

KH Achmad Yaudin Sogir Serap Aspirasi Warga Cilebut Barat, Soroti Longsor dan Krisis Air Bersih di Perbatasan Kota Bogor

Liputan08.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB yang juga Wakil Ketua Komisi I, KH Achmad Yaudin Sogir, menggelar Reses Mandiri Masa Sidang II Tahun 2025–2026 di Cilebut Barat Kecamatan Sukaraja Kebupaten Bogor. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dengan masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Reses dilaksanakan dengan dihadiri sejumlah unsur perangkat daerah, di antaranya perwakilan BPMPTSP, Dinas Perhubungan (Dishub), BPMPD, Disdukcapil, Diskominfo, Dinas Pekerjaan Umum (PU), DPKP, DPTR, Kepala Desa Cilebut Barat dan Cilebut Timur, serta tokoh agama, tokoh pemuda, dan perwakilan kaum ibu (mak-mak) yang turut aktif menyampaikan aspirasi.

Dalam paparannya, warga menyampaikan bahwa Cilebut Barat merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Kota Bogor, dengan batas selatan Kelurahan Kencana, batas barat Kelurahan Suresmi, dan batas timur Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal.

Posisi tersebut menjadikan ruas jalan dari Stasiun Cilebut hingga Cilebut Timur sebagai jalur alternatif padat kendaraan menuju Depok, Bojonggede, dan Karadenan. Namun di sepanjang bantaran Sungai Pesanggrahan, sejumlah titik mengalami longsor akibat derasnya aliran sungai dan rapuhnya tembok penahan tebing.

Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena intensitas kendaraan yang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar.

“Beberapa titik di pinggir tebing Sungai Pesanggrahan sudah mengalami longsor. Jika tidak segera ditangani, ini bisa membahayakan masyarakat, terlebih jalur ini sangat padat sebagai akses alternatif,” ungkap salah satu tokoh masyarakat dalam forum reses, (11/2/2026)

Menanggapi hal tersebut, KH Achmad Yaudin Sogir menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di wilayah perbatasan harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Kami mencatat secara serius aspirasi warga terkait longsor di sepanjang bantaran Sungai Pesanggrahan. Ini bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Saya akan mendorong agar pada tahun ini bisa segera dibangun dan diperkuat turap atau tembok penahan tebing di titik-titik rawan,” tegas KH Achmad Yaudin Sogir.

Krisis Air Bersih, Warga Siap Bayar Sambungan PDAM

Selain persoalan longsor, isu krisis air bersih menjadi keluhan dominan warga. Masyarakat mengungkapkan bahwa air sumur di sebagian besar wilayah berwarna kuning dan berbau besi, sehingga tidak layak konsumsi.

Warga meminta agar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membuka jalur pemasangan pipa atau selang HDPE hingga ke rumah-rumah warga, mengingat jaringan PDAM di wilayah perbatasan Tanah Sareal telah terintegrasi. Di sisi lain, warga juga meminta PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor segera memberikan rekomendasi kuota kubikasi air dari Tirta Pakuan agar kerja sama distribusi air bersih dapat direalisasikan.

“Hampir rata-rata perkampungan dan perumahan di sini mengalami krisis air bersih. Kami siap membayar biaya pemasangan sambungan pipa sesuai ketentuan. Yang kami butuhkan adalah kepastian layanan,” ujar perwakilan kaum ibu dalam sesi dialog.

Menanggapi aspirasi tersebut, KH Achmad Yaudin Sogir menyatakan akan segera melakukan komunikasi formal dengan kedua BUMD air minum tersebut.

“PDAM Tirta Pakuan banyak menggunakan sumber pengolahan air yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Maka wajar jika warga Kabupaten Bogor juga meminta adanya kerja sama yang saling menguntungkan. Dalam waktu dekat, saya akan bersilaturahmi secara resmi ke PDAM Tirta Pakuan dan PDAM Tirta Kahuripan agar ada solusi konkret bagi warga Cilebut Barat dan sekitarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.

“Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Pemerintah harus hadir. Saya akan kawal ini sampai ada kepastian teknis dan administratif,” tegasnya.

Kehadiran berbagai dinas teknis dalam reses tersebut menunjukkan komitmen sinergi lintas sektor dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Forum reses tidak hanya menjadi ajang serap aspirasi, tetapi juga ruang klarifikasi kebijakan, pemetaan masalah, serta penyusunan langkah tindak lanjut secara terstruktur.

KH Achmad Yaudin Sogir menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi momentum mendengar langsung suara rakyat. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD, khususnya di Komisi I, agar kebijakan dan program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan reses berlangsung dialogis dan penuh antusiasme, mencerminkan harapan besar warga Cilebut Barat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan dasar yang layak di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya