Liputan08.com – Keberadaan Masjid Nurul Wathon di kawasan Pakansari, Kecamatan Cibinong, kian menegaskan perannya sebagai simpul strategis aktivitas keagamaan sekaligus destinasi wisata religi di Kabupaten Bogor. Dengan arsitektur megah dan letaknya yang strategis di jantung ibu kota kabupaten, masjid ini berkembang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial umat.
Masjid Nurul Wathon yang berbatasan langsung dengan wilayah Kelurahan Pakansari, Tengah, dan Nanggewer Mekar tersebut secara konsisten menjadi magnet jamaah dari berbagai lapisan masyarakat. Beragam aktivitas keagamaan berlangsung hampir tanpa jeda, mulai dari pengajian rutin, majelis taklim kaum ibu, pembinaan santri, hingga penyelenggaraan tabligh akbar berskala besar.

Daya tarik masjid ini juga diperkuat dengan keberadaan miniatur Ka’bah yang menjadi ciri khas tersendiri dibanding masjid lain di Kabupaten Bogor. Unsur tersebut tidak hanya memiliki nilai simbolik religius, tetapi juga mendorong meningkatnya kunjungan masyarakat dalam konteks wisata rohani.
Tokoh ulama Kabupaten Bogor yang juga Anggota DPRD Kabupaten Bogor sekaligus Wakil Ketua Komisi I, KH Achmad Yaudin Sogir, menegaskan bahwa masjid dengan skala dan pengaruh sebesar Nurul Wathon harus ditempatkan sebagai institusi peradaban umat, bukan semata bangunan fisik yang megah.
“Masjid pada hakikatnya adalah pusat pembinaan umat. Ia harus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, pendidikan akhlak yang berkelanjutan, serta kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, fungsi masjid di tengah masyarakat modern tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab sosial. Masjid dituntut menjadi ruang yang inklusif, terbuka, dan responsif terhadap persoalan umat di sekitarnya.
“Memakmurkan masjid tidak cukup dengan memperindah bangunannya, tetapi juga dengan memakmurkan jamaah dan lingkungan sosialnya. Pemberdayaan masyarakat sekitar adalah bagian integral dari nilai Islam,” tegasnya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, tokoh pemuda setempat, Kang Jaing, menyoroti pentingnya keadilan sosial dalam tata kelola Masjid Nurul Wathon, khususnya dalam pelibatan masyarakat lokal.
Ia menekankan bahwa keberadaan masjid berskala besar seharusnya membuka ruang partisipasi ekonomi bagi warga sekitar, terutama dalam rekrutmen tenaga pendukung operasional masjid.
“Warga lokal harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan masjid. Mulai dari marbot, petugas kebersihan, pengelola parkir, hingga penataan lingkungan. Ini bukan sekadar soal pekerjaan, tetapi tentang rasa memiliki,” ujarnya.
Menurut Kang Jaing, masjid yang berdiri di tengah permukiman warga memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Jangan sampai masyarakat hanya menyaksikan kemegahan tanpa merasakan dampak sosial dan ekonominya. Masjid harus menjadi sumber keberkahan bersama,” tambahnya.
Dengan peran strategisnya sebagai ikon religi Kota Cibinong dan destinasi wisata rohani, Masjid Nurul Wathon diharapkan mampu menjadi model masjid modern berbasis umat. Perpaduan antara kemegahan fisik, penguatan spiritual, serta kepekaan sosial dinilai menjadi kunci agar masjid ini benar-benar berfungsi sebagai pusat peradaban Islam yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.
Tags: KH Achmad Yaudin Sogir: Masjid Nurul Wathon Harus Jadi Pusat Dakwah dan Pemberdayaan Sosial Umat
Baca Juga
-
07 Okt 2024
Dua Saksi Diperiksa Kejaksaan Agung dalam Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Japek II Elevated
-
22 Okt 2024
Pj. Bupati Bogor: Hari Santri Momentum Para Santri untuk Meraih Masa Depan Gemilang
-
07 Nov 2024
Satgas Yonif 509 Kostrad Bantu Warga Kampung Pesiga yang Mengeluh Sakit di Tengah Patroli Wilayah Sugapa, Papua Tengah
-
07 Okt 2025
Kejari OKI Bongkar Aksi PNS Nyamar Jadi Jaksa, Upaya Temui Bupati Gagal Total
-
08 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa Empat Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Suap Penanganan Perkara Ronald Tannur
-
24 Okt 2024
Pj. Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Tinjau Keberhasilan Program PKK di Klapanunggal, Fokus Penurunan Stunting
Rekomendasi lainnya
-
07 Feb 2025
Babinsa Pojok Dampingi Posyandu, Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting di Blitar
-
28 Agu 2025
PWI Kabupaten Bogor Gelar Doa Tasyakur Menjelang Kongres Persatuan PWI, KH Ay Sogir Tegaskan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah
-
10 Agu 2025
DPO Sejak 2021, Terpidana Kecelakaan Lalu Lintas Jhoni Engglani Ditangkap Tim Tabur Kejati Sumsel di Palembang
-
20 Mar 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Soroti Kecurangan SPBU di Sukaraja “Saya Pernah Dirugikan”
-
25 Jul 2025
OTT Mengerikan di Lahat: ASN, Ketua APDESI, dan 20 Kades Diduga Kompak Sikat Dana Desa
-
18 Sep 2025
Pemkot dan DPRD Bogor Tebus 1.448 Ijazah, Buka Akses Kerja dan Pendidikan untuk Warga




