liputan08.com SUKARAJA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan arah baru reformasi pelayanan publik dengan merencanakan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur, dua kawasan yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam agenda pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas pada hari kerja pertama Tahun 2026, yang berlangsung di VIVO Mall, Sukaraja, Jumat (2/1).
Rudy menekankan bahwa dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang telah melampaui 6 juta jiwa serta kondisi geografis wilayah yang sangat luas, model pelayanan publik yang terpusat di Cibinong tidak lagi relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara adil dan efisien.
Menurutnya, pembangunan MPP di wilayah barat dan timur bukan semata-mata menghadirkan gedung layanan, tetapi merupakan bagian dari strategi desentralisasi pelayanan sekaligus penguatan ekonomi wilayah.
“Pelayanan publik harus mendekat ke masyarakat. Warga di Bogor Barat dan Bogor Timur tidak boleh terus dibebani jarak, waktu, dan biaya hanya untuk mengakses layanan dasar pemerintahan,” tegas Rudy.
Ia menjelaskan, Pemkab Bogor menargetkan pembahasan rencana pembangunan MPP tersebut bersama DPRD Kabupaten Bogor pada tahun 2027, dengan harapan realisasi layanan dapat dinikmati masyarakat secara optimal pada tahun 2028.
Ke depan, MPP akan menjadi pusat layanan terintegrasi yang mencakup perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan teknis perangkat daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara cepat, transparan, dan mudah dijangkau dalam satu lokasi.
Lebih jauh, Rudy menegaskan bahwa keberadaan MPP juga diharapkan berfungsi sebagai pengungkit aktivitas ekonomi lokal, membuka ruang bagi UMKM, serta mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi baru di luar pusat pemerintahan.
Sebagai tahap awal, Pemkab Bogor telah mengoperasikan sejumlah layanan perangkat daerah di ruang publik, termasuk pusat perbelanjaan, sebagai bentuk inovasi pelayanan yang adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong kehadiran negara di ruang-ruang publik.
“Konsep pelayanan ke depan harus terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemerintah hadir, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan rakyat. meningkat,” pungkasnya.
Tags: Pemkab Bogor
Baca Juga
-
14 Okt 2024
Polsek Kembangan Gelar Pembinaan Terhadap Pelajar Pelaku Tawuran, Ancam Cabut KJP dan Tindak Tegas Pelaku
-
08 Mei 2026
Kejati DKI Sikat Tikus Koruptor KoinWorks: Dugaan Manipulasi Kredit Bank Persero Rp600 Miliar Terkuak
-
28 Jul 2025
PKB Dominasi Kader Gen-Z, KH Achmad Yaudin Sogir: Politik Itu Strategi Melayani Umat Sepanjang Waktu Gemasaba Kabupaten Bogor Sudah Miliki Hampir 2.000 Kader Militan di 40 Kecamatan
-
31 Mei 2025
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor KH Achmad Yaudin Sogir Apresiasi Event Olahraga Ekstrem di Sentul
-
14 Agu 2026
Wilson Lalengke: Korupsi Makin Mengkhawatirkan, KPK Harus Dievaluasi Total
-
24 Jul 2026
Pemdes Palamraya Verifikasi Data Perlinsos, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Rekomendasi lainnya
-
16 Sep 2026
Teuku Mulya: 1.500 Ton Sampah Galuga Bakal Diolah Jadi Listrik hingga 40 MW
-
23 Jul 2025
Antam UBPE Pongkor Luncurkan Rumah Belajar GARITAN di Nanggung: Sinergi Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan
-
31 Des 2024
Pj Bupati Bogor Pantau Kesiapan Nataru di Puncak: Pastikan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas
-
07 Jul 2026
Pemkab Bogor Sabet Warta Kota Award 2026, Program Ketenagakerjaan dan UMKM Diapresiasi
-
12 Nov 2024
Prof. Dr. Asep N. Mulyana Tekankan Pentingnya Pemahaman TPPU bagi Artis dan Pengusaha untuk Menghindari Jerat Hukum
-
02 Okt 2025
Dedie Rachim Hadiri Rakornas PSEL, Dukung Sampah Jadi Energi Listrik






