liputan08.com CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong penguatan sektor pertanian dan perkebunan melalui program pengembangan sentra buah di tingkat desa. Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wilayah, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
Langkah strategis tersebut disampaikan Rudy Susmanto saat memimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Tahun 2026 dan Rencana Kerja Tahun 2027 Bidang Pertanian dan Perkebunan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Selasa (3/11/2026).
Rudy menegaskan, ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus menjadi prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan Kabupaten Bogor tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga harus memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian sebagai penopang kebutuhan pangan dan mata pencaharian masyarakat.
Salah satu program yang disiapkan adalah penerapan konsep *One Village One Product* melalui pembentukan sentra buah unggulan di setiap desa. Pemerintah Kabupaten Bogor akan melakukan pemetaan potensi wilayah untuk menentukan komoditas yang sesuai dengan karakteristik masing-masing desa, seperti mangga, rambutan, dan alpukat.
Pengembangan tanaman buah juga akan diperluas ke 40 kecamatan melalui program penghijauan, hutan kota, serta penanaman di sejumlah ruas jalan utama.
“Jangan hanya melihat hasilnya hari ini, tetapi lihat dua sampai tiga tahun ke depan. Kita ingin setiap desa memiliki sentra buah dengan komoditas unggulannya masing-masing. Selain memberikan manfaat lingkungan, hasilnya nanti juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Rudy.
Ia meminta agar pengadaan bibit dan pupuk yang telah dialokasikan melalui APBD tidak sekadar menjadi kegiatan pengadaan, melainkan harus disertai perencanaan lokasi, distribusi, penanaman, hingga pemeliharaan yang jelas.
Penanaman ditargetkan mulai dilaksanakan pada akhir November hingga Desember 2026, dengan memanfaatkan momentum musim penghujan agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Untuk memastikan keberhasilan program, Pemkab Bogor akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, kelompok tani, DPRD, serta perangkat daerah terkait.
Selain mengembangkan sentra buah, Pemkab Bogor juga mendorong penguatan komoditas perkebunan unggulan, salah satunya kopi robusta yang telah berkembang di sejumlah wilayah. Dukungan lainnya disiapkan melalui pembagian bibit jeruk lemon dan pala, penyediaan alat pertanian, serta perlindungan petani melalui asuransi gagal panen akibat kekeringan.
Di sisi lain, Rudy juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas pertanian melalui penyediaan sarana produksi, penguatan jaringan irigasi, dan pembangunan fasilitas pengolahan hasil panen.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan sejumlah fasilitas penggilingan padi atau *rice mill* di Kabupaten Bogor. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendekatkan proses pengolahan dengan sentra produksi, menekan biaya distribusi, serta membantu menjaga stabilitas harga pangan.
Rudy juga meminta Distanhorbun memperkuat pendampingan kepada petani, termasuk mendorong diversifikasi komoditas melalui pengembangan tanaman bawang serta optimalisasi lahan sawah tadah hujan agar mampu berproduksi hingga dua kali dalam setahun.
Menurutnya, transformasi pola tanam dan pemanfaatan lahan secara optimal menjadi bagian penting dalam meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan daerah.
Dalam penyusunan program kerja 2027, Rudy turut menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah, khususnya Distanhorbun, Dinas Perikanan dan Peternakan, serta Dinas Ketahanan Pangan.
Penyelarasan lokasi dan waktu pelaksanaan program dinilai penting agar kegiatan pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi, memastikan program tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Mari kita bangun sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan dengan hati, kerja bersama, serta perencanaan yang matang,” pungkas Rudy.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan sektor pertanian dan perkebunan semakin produktif, memiliki nilai tambah ekonomi, serta mampu menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
04 Agu 2026
Gerbang Kabupaten Bogor Harus Tetap Indah, Parkir Liar dan PKL Nakal Wajib Ditertibkan
-
08 Apr 2025
KEJAKSAAN AGUNG PERIKSA ISTRI DAN ANAK TERSANGKA HL TERKAIT KASUS KORUPSI TATA NIAGA TIMAH
-
12 Des 2024
Kejaksaan Agung Menang Praperadilan Kasus PT Duta Palma Satu
-
29 Nov 2024
Dua Raperda dan Satu Perda Ditetapkan, Bogor Fokus pada Penguatan Ekonomi dan Kode Etik DPRD
-
10 Apr 2025
Jonartak Dinata Resmi Dilantik Gantikan M. Suratman, Kader NasDem Minta DPRD Tanggamus Jauh dari KKN
-
30 Apr 2025
Ketum PWI Pusat Hendry Ch Bangun Biarkan Polisi Menilai, Jangan Buat Opini yang Menyesatkan
Rekomendasi lainnya
-
12 Nov 2024
Kejaksaan Agung Sita Rp301 Miliar dalam Kasus Dugaan Pencucian Uang PT Duta Palma Group
-
25 Jun 2026
Pada Keringetan Nih! Baru Tiga yang Masuk, Emang Siape Lagi yang Bakal Nyusul? Penyidik Masih Ngebongkar Borok Proyek PU!
-
25 Apr 2025
Raih Brevet Kehormatan, Bupati Bogor Rudy Susmanto Resmi Menjadi Warga Kehormatan Kavaleri TNI AD
-
08 Okt 2024
Kejaksaan Agung Periksa 3 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Japek II Elevated
-
02 Jan 2025
Kejagung Tetapkan Lima Korporasi Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Komoditas Timah
-
19 Jul 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Perum Bogor Asri Gelar Turnamen Bola, Badminton dan Catur, Bupati Rudy Susmanto Beri Dukungan


