Liputan08.con, BOGOR – Anggota DPRD Kabupaten Bogor sekaligus Wakil Ketua Komisi I, KH Achmad Yaudin Sogir, melontarkan kritik keras terhadap lambannya realisasi kegiatan yang menjadi aspirasi masyarakat di wilayah Sukaraja, Cilebut Timur, dan Cilebut Barat Kabupaten Bogor. Ia mendesak Bupati Kabupetan Bogor segera mengevaluasi kinerja pejabat terkait, termasuk Kabid Penyehatan Likungan yang kerap disapa Bom Bom (Rizki Akbar), serta meminta aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Menurut KH Achmad Yaudin Sogir, keterlambatan pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi persoalan serius, terlebih saat ini sudah memasuki musim hujan. Program yang belum terlaksana dikhawatirkan berdampak terhadap kepentingan masyarakat, khususnya terkait kebutuhan penanganan drainase dan persoalan lingkungan.
“Lagi-lagi sistem kerja di bidang terkait dipertanyakan. Ini berdampak buruk bagi masyarakat karena sekarang sudah memasuki musim hujan, sementara kegiatan yang menjadi aspirasi warga di wilayah Sukaraja, Cilebut Timur, dan Cilebut Barat belum juga direalisasikan,” tegas KH Achmad Yaudin Sogir,Senin (26/10/2026)
Ia mengungkapkan, persoalan tersebut bahkan telah memunculkan teguran dari masyarakat di daerah pemilihannya. Sebagai wakil rakyat, ia mengaku memiliki tanggung jawab untuk memastikan aspirasi warga tidak berhenti sebatas usulan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh perangkat daerah yang berwenang.
“Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kepastian. Aspirasi warga harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka dan jelaskan kapan pelaksanaannya. Jangan sampai program mandek dan masyarakat yang akhirnya dirugikan,” ujarnya.
KH Achmad Yaudin Sogir juga meminta Bupati Bogor mengevaluasi kinerja pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kepala daerah membutuhkan laporan yang akurat dari jajaran di bawahnya agar kebijakan dan program yang telah direncanakan tidak terhambat di tingkat pelaksana.
“Bupati harus memastikan bahwa laporan dari bawahannya sesuai dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai kepala daerah menerima informasi yang tidak menggambarkan keadaan sebenarnya sehingga program yang seharusnya berjalan justru mandek. Kalau pejabat tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, harus ada evaluasi tegas,” katanya.
Ia secara khusus mendesak agar kinerja Kabid Rizki Akbar diperiksa dan dievaluasi sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku. Apabila ditemukan ketidakmampuan dalam menjalankan tugas atau pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, ia meminta pemerintah daerah mengambil tindakan sesuai ketentuan.
“Bupati harus berani mengambil langkah tegas. Evaluasi pejabat yang bertanggung jawab, termasuk Kabid Rizki Akbar. Jika terbukti tidak mampu menjalankan tugas atau melakukan pelanggaran, jangan dibiarkan berlarut-larut. Pemerintahan daerah harus berjalan berdasarkan tanggung jawab, profesionalisme, dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Selain mendesak evaluasi internal, KH Achmad Yaudin Sogir meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai aturan.
“APH juga harus turun tangan apabila ada indikasi pelanggaran. Lakukan penyelidikan secara profesional dan objektif. Jika ditemukan bukti pelanggaran, proses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dibiarkan tanpa kejelasan,” ujarnya.
Ia menyatakan berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin untuk memantau perkembangan dan memastikan sejauh mana tindak lanjut atas persoalan tersebut. Langkah itu, menurutnya, diperlukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di lapangan dan kinerja perangkat daerah yang bertanggung jawab.
KH Achmad Yaudin Sogir mengingatkan bahwa pembiaran terhadap persoalan pelayanan publik dapat menciptakan preseden buruk bagi Pemerintah Kabupaten Bogor. Kepercayaan masyarakat, katanya, sangat bergantung pada keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti aspirasi dan menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan kepada pemerintah daerah hanya karena program yang dibutuhkan warga tidak kunjung dilaksanakan. Ini harus menjadi perhatian serius Bupati Bogor. Jika ada pejabat yang terbukti menghambat pelayanan atau tidak menjalankan tanggung jawabnya, harus ada tindakan nyata, bukan sekadar teguran,” pungkasnya.
Tags: DLH Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Shogir, Rizki Akbar, Warga Cilebut Timur
Baca Juga
-
30 Apr 2026
KH Achmad Yaudin Sogir Tinjau Jembatan Putus di Cilebut Barat, Desak Percepatan Penanganan oleh BPBD
-
03 Okt 2026
Rudy Susmanto Dorong Pelestarian Musik Tradisi melalui Festival Sangitaloka di Bogor
-
03 Agu 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Dukung Animalium Jadi Ikon Wisata Kabupaten Bogor
-
20 Mar 2025
Rekrutmen Pegawai PPK di BPN Diduga Sarat Nepotisme FRRAK Tanpa Koneksi Jangan Berharap Lolos!
-
21 Jan 2026
Saksi Kunci Buka Fakta Persidangan, Tikus Koruptor Pertamina Diduga Mainkan Terminal, Minyak Mentah, hingga Kapal
-
18 Sep 2025
Anggota DPRD Bogor Usep Nukliri Tinjau Langsung Rumah Ambruk di Desa Batu Tulis
Rekomendasi lainnya
-
12 Feb 2025
Sekda Kabupaten Bogor Hadiri Pertemuan Strategis di Subang, Soroti Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
-
27 Jun 2026
Bujug Buneng… PNS Nyantai, PPPK Paruh Waktu yang Keringetan, Eh Nilainya Malah Dipegang PNS!
-
03 Feb 2025
Tim Gabungan Pomdam I/BB Gerebek Sarang Narkoba di Medan, Empat Pelaku Ditangkap
-
27 Jul 2025
Ketua DPRD Bogor Dukung Evaluasi KSO Puncak: Lindungi Lingkungan, Jaga Iklim Investasi
-
30 Jun 2025
Bupati Bogor Tinjau Progres Masjid Raya: Jadi Pusat Layanan Haji dan Ikon Baru Kabupaten
-
01 Mar 2026
Bupati Bogor Pastikan Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam Jelang Lebaran di RS Bhakti Padjajaran









