liputan08.com BOJONGGEDE – Penataan kawasan lahan Bojonggede-Kemang (Bomang), Kabupaten Bogor, terus dilakukan atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Penataan melibatkan berbagai perangkat daerah dengan pembagian area sesuai fungsi dan kebutuhan masing-masing.
Koordinator Ketahanan Pangan Bomang, Kapten Inf. Wawan, mengatakan kawasan Bomang terbagi menjadi sekitar 20 area dengan peruntukan berbeda.
“Jadi semuanya ada 20 area. Area 1 dimulai dari lampu merah Jampang dan berakhir di Area 20 setelah rel,” ujar Wawan, Senin (28/9).
Menurutnya, Area 20 tidak memungkinkan digunakan untuk pertanian karena berada dekat dengan hutan kota sehingga akan menjadi bagian dari kawasan hutan kota.
Sementara itu, sektor pertanian dan perkebunan menjadi fokus Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun). Dinas Perikanan juga telah menyiapkan fasilitas bioflok di salah satu area.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat area yang telah diratakan untuk disiapkan sesuai kebutuhan. Sedangkan Dinas Perhubungan mulai melakukan penataan melalui pemasangan rambu di sejumlah perempatan.
Pengembangan ekowisata juga mulai dilakukan. Adapun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menangani Area 5 dan Area 6. Area 5 telah diratakan menggunakan alat berat, sementara Area 6 masih digunakan sebagai lokasi karantina tanaman hasil relokasi melalui program CSR.
Penataan kawasan turut didukung alat berat. Saat kunjungan Bupati Rudy Susmanto, terdapat tiga ekskavator yang kemudian ditambah satu unit traktor untuk mempercepat pekerjaan.
“Area yang paling berat dan belum tuntas adalah Area 3 karena panjangnya sekitar 1,3 kilometer,” kata Wawan.
Ia menegaskan, penataan Bomang tidak dilakukan dengan meratakan seluruh lahan. Kontur tanah tetap dipertahankan pada bagian tertentu untuk menjaga kestabilan jalan dan mencegah potensi longsor.
“Kalau seluruhnya diratakan, otomatis akan berpengaruh terhadap kontur jalan. Maka dibiarkan mengikuti posisi tanah sebagai penahan jalan dan tebing,” jelasnya.
Penataan kawasan Bomang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan perangkat daerah sesuai fungsi dan kapasitas masing-masing, sehingga pengembangan kawasan dapat berjalan terpadu.
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
07 Agu 2025
Silaturahmi Hangat, Kadis PU Bina Marga Lampung Temui Pangeran Sultan Pengayom Adat Demi Kemajuan Tanggamus
-
27 Mei 2025
Plt Ketua PWI Jawa Barat, Danang Donoroso Jurnalis Harus Terus Berkarya, Bukan Sekadar Memegang Sertifikat UKW
-
26 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi dalam Penanganan Perkara Ronald Tannur
-
02 Nov 2024
Pangdam XII/Tanjungpura Luncurkan Program Embrio Anti Narkoba untuk Perkuat Pencegahan di Kapuas Hulu
-
22 Jan 2025
Rotasi Jabatan Polres Metro Jakarta Barat: Kombes Twedi Aditya Bennyahdi Pimpin Sertijab
-
07 Mei 2025
Menuju Embarkasi Haji Mandiri, Pemkab Bogor Akan Bangun Pusat Pelayanan Terpadu di Area Stadion Pakansari
Rekomendasi lainnya
-
18 Jul 2025
Rudy Susmanto Siap Dukung PSEL: Bogor Tawarkan Dua Lokasi Strategis Atasi Krisis Sampah
-
12 Mei 2026
Pemkab Bogor Bantah Tuduhan Pembangkangan Hukum, Pastikan Putusan PTUN Bandung Dilaksanakan
-
16 Jan 2026
PWI Kabupaten Bogor: Isra Mikraj Menjadi Cermin Etika dan Ketajaman Nurani Jurnalistik
-
02 Sep 2026
Sekolah Lansia BKL Wijayakusuma Jadi Wadah Pemberdayaan Lansia di Kabupaten Bogor
-
18 Okt 2025
Drum Band Kabupaten Bogor Siap Berlaga di BK Porprov Jabar 2025, Target Lolos ke Porprov 2026
-
07 Des 2024
Sekda Kabupaten Bogor Tinjau Langsung Kegiatan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI), Pastikan Stabilitas Harga Jelang Nataru





