liputan08.com JAKARTA – Kejaksaan Agung resmi melimpahkan enam tersangka beserta barang bukti (Tahap II). Dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PETRAL, Pertamina Energy Services (PES) Pte. Ltd. Serta fungsi Integrated Supply Chain (ISC) periode 2008–2015 kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).
Pelimpahan yang di lakukan Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) tersebut menandai perkara memasuki tahap penuntutan. Sebelum di sidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Enam tersangka yang di serahkan yakni BBG selaku mantan Manager Niaga Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina. Sekaligus mantan Managing Director Pertamina Energy Services (PES). AGS selaku Head of Trading PES periode 2012–2014. MLY selaku Senior Trader PES periode 2009–2015, NRD selaku Crude Trading Manager PES Pte. Ltd periode 2008–2014, TFK selaku mantan Vice President ISC PT Pertamina Yang terakhir menjabat Direktur Utama PT Pertamina International Shipping. Serta IRW dari pihak swasta yang merupakan Direktur perusahaan-perusahaan milik MRC.
Penyidik mengungkap, selama kurun waktu 2008 hingga 2015 terdapat dugaan kebocoran informasi rahasia internal. Terkait kebutuhan minyak mentah, gasoline, hingga Harga Perkiraan Sendiri (HPS) kepada pihak swasta. Informasi tersebut diduga di bocorkan oleh sejumlah pejabat Pertamina dan PES. Sehingga memberikan keuntungan tidak sah kepada pihak tertentu dalam proses tender pengadaan.
Akibat praktik tersebut, proses pengadaan di nilai tidak lagi berlangsung secara sehat dan kompetitif. Rantai pasok menjadi lebih panjang, harga pembelian minyak meningkatm Khususnya untuk produk gasoline RON 88 dan RON 92. Sehingga menyebabkan kerugian keuangan bagi PT Pertamina (Persero).
“Tim Penyidik telah menyerahkan enam tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum. Selanjutnya akan menyusun surat dakwaan dan melimpahkan perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Jakarta Pusat,” demikian di sampaikan Kejaksaan Agung dalam siaran persnya.
Para tersangka di jerat dengan ketentuan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. Baik dengan dakwaan primair maupun subsidair.
Untuk kepentingan proses penuntutan, lima tersangka langsung di tahan selama 20 hari terhitung sejak 6 Agustus 2026. Berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Sementara itu, tersangka BBG tidak di tahan di rumah tahanan, melainkan di kenakan penahanan kota. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan serta pertimbangan Tim Penuntut Umum.
Dengan pelimpahan tahap II ini, Kejaksaan Agung memastikan penanganan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PETRAL, PES dan ISC memasuki babak baru menuju persidangan. Guna mengungkap pertanggungjawaban para terdakwa di hadapan hukum.
Reporter: ZAKAR
Tags: Kejagung, Korupsi PETRAL-ISC, Pertamina Energy Services
Baca Juga
-
27 Okt 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan
-
02 Okt 2024
Salim Group Makin Agresif, Beli Saham Jalan Tol Trans Jawa 35 Persen
-
14 Okt 2025
Pemkot Bogor Tegaskan Dukungan Penuh untuk Sukseskan Program MBG Nasional
-
11 Apr 2026
Tragis! Bupati Tulungagung Terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi, Baru Menjabat Langsung Tersandung Korupsi
-
13 Okt 2025
Konsolidasi MBG di Sentul: Kepala Dapur Lulusan SPPI Batch 3 Desak Kepastian Status Kepegawaian
-
07 Okt 2024
Satgas Yonif 432 Kostrad Gelar Program “Papua Pintar” di Nduga, Berikan Pelajaran Bahasa Inggris untuk Anak-Anak Kampung Kaboneri
Rekomendasi lainnya
-
26 Agu 2025
Korupsi Digitalisasi Pendidikan: Direktur PT Gyra, Manajer PT Zyrex, dan Pejabat Kemendikbud Diperiksa Kejagung!
-
21 Jul 2025
Decan Bebaskan Lahan Pemakaman Umum di Rumpin
-
21 Jul 2026
ARUKKI dan LP3HI Ajukan Praperadilan soal Dugaan Perusakan Hutan di Batam
-
22 Okt 2025
Dr. Dian Assafri Nasa’i Apresiasi Keberanian Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk: Bukti Pemerintah Hadir untuk Kesejahteraan Petani
-
13 Jan 2026
Gaji PPPK Paruh Waktu Depok di Bawah UMR, FRRAK: Ini Pelanggaran Konstitusi, DPRD Wajib Turun Tangan
-
02 Sep 2025
Dua Saksi Kunci Petinggi Pertamina Diperiksa Kejaksaan Agung dalam Skandal Korupsi Minyak Mentah, Potensi Kerugian Negara Menggunung


