Liputan08.com, JAKARTA – Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan permohonan praperadilan terhadap Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Langkah hukum tersebut dilakukan terkait belum adanya kepastian penanganan laporan dugaan pelanggaran persaingan usaha yang melibatkan PT Shopee International Indonesia dan PT Nusantara Ekspres Kilat (Shopee Express).
Permohonan praperadilan tersebut telah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 17/Pid.Pra/2026/PN Jkt.Pst.
Menurut LP3HI, laporan dugaan pelanggaran persaingan usaha telah disampaikan kepada pihak terkait sejak 31 Maret 2026. Selama proses berjalan, pihak pelapor mengaku telah memenuhi panggilan klarifikasi resmi pada April dan Mei 2026. Namun hingga kini, LP3HI menilai belum terdapat perkembangan berarti dalam penanganan laporan tersebut.
Kuasa Hukum LP3HI, Marselinus Edwin Hardhian, S.H., CMLC., mengatakan ketidakjelasan proses penanganan perkara telah menimbulkan ketidakpastian hukum yang dinilai berdampak terhadap iklim persaingan usaha.
“Ketika lembaga negara yang memegang mandat pengawasan dan regulasi justru memilih pasif dalam waktu yang lama, hal tersebut secara tidak langsung memberikan ruang bagi bertahannya praktik usaha tidak sehat. Hal ini mengabaikan hak-hak publik serta pelaku usaha lokal untuk bertumbuh secara adil,” ujar Marselinus dalam keterangannya.
Dalam permohonan praperadilan tersebut, LP3HI mendalilkan adanya dugaan pengkondisian sistem dan algoritma pada platform marketplace Shopee melalui program subsidi harga dan voucher gratis ongkos kirim yang disebut mengarahkan konsumen untuk menggunakan layanan pengiriman internal, yakni Shopee Express.
LP3HI juga mengaitkan dugaan tersebut dengan ketentuan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 8 Tahun 2025, yang menurut mereka mengatur pembatasan penerapan tarif di bawah biaya pokok layanan atau strategi promosi tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Marselinus menilai penerapan program promosi yang berlangsung secara berkelanjutan berpotensi mengganggu persaingan usaha di sektor logistik.
“Penerapan skema promosi dan subsidi tarif di bawah harga pasar secara terus-menerus ini jelas mematikan ruang gerak perusahaan logistik konvensional lokal. Ini bukan lagi persaingan bisnis yang wajar, melainkan pengondisian pasar yang mengarah pada penguasaan sepihak,” katanya.
Lebih lanjut, LP3HI menyatakan kondisi tersebut, apabila tidak segera ditindaklanjuti oleh regulator, dikhawatirkan dapat berdampak terhadap keberlangsungan perusahaan jasa logistik nasional serta berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Jika tata kelola pasar digital ini terus dibiarkan tanpa adanya intervensi hukum yang tegas, kita akan segera menghadapi dampak domino yang fatal. Struktur industri logistik lokal akan runtuh, yang pada akhirnya memicu gelombang PHK massal terhadap ribuan kurir dan pekerja ekspedisi lokal di seluruh Indonesia,” ujar Marselinus.
Melalui permohonan praperadilan tersebut, LP3HI berharap hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dapat memberikan putusan yang mendorong KPPU dan Kemenkomdigi segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan sesuai kewenangan masing-masing.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak KPPU, Kementerian Komunikasi dan Digital, maupun PT Shopee International Indonesia terkait dalil-dalil yang disampaikan LP3HI dalam permohonan praperadilan tersebut.
Tags: Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI), Marselinus Edwin Hardhian, PN Jakpus, PT Nusantara Ekspres Kilat, Shopee Express
Baca Juga
-
24 Jul 2025
Indra Fermanto Nahkodai PMI Kabupaten Bogor 2025–2030: Wujudkan Kepemimpinan Humanis dan Kolaboratif
-
04 Des 2024
Jaksa Agung Setujui Restorative Justice untuk Dua Kasus Narkotika
-
23 Jan 2026
Jumling di Gunung Putri, Pemkab Bogor Salurkan Rp100 Juta untuk Masjid Kecamatan
-
03 Jul 2025
Indonesia Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif, TNI Perkuat Diplomasi Militer
-
19 Apr 2026
Banjir Terjang Cigudeg, Rudy Susmanto Kerahkan Tim Gabungan dan Prioritaskan Keselamatan Warga
-
08 Nov 2024
Polres Metro Jakarta Barat Ungkap Sindikat Judi Online di Rumah Mewah Cengkareng, Tangkap 8 Tersangka dan Sita 4.000 Lebih Rekening
Rekomendasi lainnya
-
27 Jan 2025
Pesan Tausiah Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Yaudin Sogir Maknai Isra Mi’raj Sebagai Momentum Peningkatan Keimanan
-
10 Apr 2025
Kejaksaan Agung Limpahkan Perkara Korupsi dan TPPU PT Duta Palma Group ke PN Tipikor Jakarta Pusat
-
01 Nov 2024
Satgas Yonif 642/Kps Pastikan Ibadah Penutupan Doa Rosario Berjalan Aman di Papua Barat
-
03 Des 2024
Indonesia Dorong Penandatanganan Joint Statement ASEAN Prosecutors Body di Tanah Air
-
02 Des 2024
DEMA UIKA Bogor Audiensi dengan Kapolresta Kota Bogor Bahas Penanganan Judi Online
-
17 Mei 2026
Rudy Susmanto Resmi Berangkatkan 439 Jamaah Haji Kloter 23 Kabupaten Bogor


