Liputan08.com – Tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan seorang buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO) perkara tindak pidana korupsi penyaluran kredit fiktif.
Buronan tersebut adalah Edi Naryanto, 51 tahun, karyawan BUMN yang merupakan terpidana dalam perkara korupsi kredit fiktif kepada pegawai PTPN IX Kebun Warna Sari, Cilacap, melalui PD BKK Susukan, Kabupaten Semarang.
Edi diamankan Tim Satgas SIRI pada Kamis, 3 September 2026, di Jalan Kopo Bihbul, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kejaksaan Agung menyebut perkara tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,801 miliar.
Edi telah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 109/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Smg tanggal 14 Desember 2016.
Dalam putusan tersebut, Edi dijatuhi hukuman enam tahun penjara, denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp1.744.614.467 subsider tiga tahun kurungan.
Saat diamankan, Edi disebut bersikap kooperatif sehingga proses pengamanan berlangsung tanpa kendala.
“Saat diamankan, Terpidana Edi Naryanto bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar,” demikian keterangan Kejaksaan Agung dalam siaran pers, Kamis (3/9/2026).
Setelah diamankan, Edi kemudian dibawa untuk diserahterimakan kepada Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang guna menjalani proses eksekusi sesuai putusan pengadilan.
Kejaksaan Agung menegaskan upaya pengejaran terhadap para buronan akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan putusan hukum dan memastikan kepastian hukum.
Jaksa Agung juga telah meminta seluruh jajaran Kejaksaan untuk terus memonitor keberadaan para buronan yang masih masuk dalam daftar pencarian orang dan segera melakukan penangkapan apabila ditemukan.
“Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum,” demikian pernyataan tersebut.
Kejaksaan Agung sekaligus mengimbau seluruh buronan yang masuk DPO Kejaksaan RI agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Tidak ada tempat bersembunyi yang aman bagi buronan,” tegas Kejaksaan Agung.
Penangkapan Edi Naryanto menambah daftar keberhasilan Satgas SIRI dalam memburu para buronan yang masih berupaya menghindari pelaksanaan putusan hukum.
Kejaksaan menegaskan pengejaran terhadap DPO akan terus dilakukan untuk memastikan setiap putusan pengadilan dapat dilaksanakan dan tidak berhenti hanya pada vonis.
Tags: 8 Miliar Diciduk di Bandung, Akhirnya Berhadapan dengan Hukum, DPO Korupsi Kredit Fiktif Rp1
Baca Juga
-
16 Okt 2025
Hadapi Tantangan Fiskal 2026, Bupati Rudy Susmanto Dorong Penataan Kelembagaan Pemkab Bogor
-
03 Feb 2025
Pj. Bupati Bogor Kunjungi Jonggol Tinjau Penanganan Stunting Inflasi dan Pengembangan Wisata
-
07 Mei 2025
KH Achmad Yaudin Sogir Dorong Pelatihan untuk Gen Z dan Korban PHK Upaya Nyata Kurangi Pengangguran di Kabupaten Bogor
-
03 Mar 2025
TNI Perketat Pengawasan Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarhanud 15/DBY Gelar Sweeping di Oelbinose
-
16 Jan 2025
Kemendagri Tegaskan Opsen Pajak Tak Boleh Bebani Wajib Pajak, Pemda Diminta Beri Keringanan
-
18 Jul 2025
Rudy Susmanto Siap Dukung PSEL: Bogor Tawarkan Dua Lokasi Strategis Atasi Krisis Sampah
Rekomendasi lainnya
-
09 Agu 2026
Dr. Dian Assafri Nasai, SH: Desa Harus Jadi Pusat Kekuatan Ekonomi dan Pembangunan Nasional
-
09 Jul 2025
Bupati Bogor Komitmen Jaga Hulu Jawa Barat, Dorong Gunung Sanggabuana Jadi Kawasan Konservasi Permanen
-
19 Jun 2026
Berangkat Mau Panen, Pulang Bawa Kesal! Pisang Petani di Cukuh Balak Diduga Disikat Maling
-
02 Okt 2026
Rudy Susmanto Kembali Gelar Nobar, UMKM Ikut Raup Cuan
-
31 Jan 2025
Pemkab Bogor Gencarkan Panen dan Edukasi Cabai untuk Kendalikan Harga
-
28 Nov 2024
Pangdam I/BB Bersama Forkopimda Sumut Tinjau Lokasi Banjir dan TPS di Medan









