Liputan08.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sekitar Rp1,5 miliar dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Uang tersebut diduga berkaitan dengan pemotongan insentif yang seharusnya menjadi hak para pegawai Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, uang tersebut diduga berasal dari insentif pegawai Bappenda yang dipotong oleh oknum di lingkungan Pemkab Bogor.
“Uang 1,5 miliar ini diduga uang-uang yang dipotong dari insentif yang seharusnya menjadi hak dari para pegawai di lingkungan Bappenda,” kata Budi kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Budi menjelaskan, insentif tersebut diberikan kepada pegawai sebagai tambahan atas pelaksanaan tugas dalam pengumpulan pajak daerah dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya.
Menurutnya, pemberian insentif bagi pegawai yang terlibat dalam pengelolaan penerimaan daerah pada dasarnya telah diatur secara legal.
“Nah ini kan memang legal diatur, ada semacam insentif tambahan ya kepada pihak-pihak yang memang melakukan pengelolaan pada penerimaan daerah atau PAD, Pendapatan Asli Daerah,” ujar Budi.
Namun, KPK menduga insentif yang semestinya diterima pegawai secara penuh tersebut justru mengalami pemotongan.
“Nah, dari insentif-insentif yang diterima oleh para pegawai itu kemudian diduga ada pemotongan yang dilakukan oleh para oknum di lingkungan Pemkab Bogor,” sambungnya.
KPK kemudian menjadikan dugaan pemotongan tersebut sebagai salah satu pintu masuk untuk mendalami perkara dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Bogor.
Budi mengatakan, penyidik masih mendalami lebih jauh mekanisme pemotongan, termasuk apakah praktik tersebut hanya terjadi pada periode tertentu atau telah berlangsung secara rutin.
“Namun karena ada pemotongan itu, artinya insentif yang diterima kemudian tidak 100 persen,” ucap Budi.
Ia menambahkan, KPK masih menelusuri periode dan frekuensi pemotongan tersebut.
“Ini masih didalami apakah ini pemotongan yang dilakukan hanya di periode ini saja, atau akumulasi dari yang sebelumnya, atau ini pemotongan yang dilakukan secara rutin kemudian frekuensinya setiap bulan atau setiap triwulan atau seperti apa, nanti kita akan dalami soal itu,” pungkasnya.
Dalam perkembangan penyidikan, KPK juga telah memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Bogor sebagai saksi, termasuk Kepala Bappenda Kabupaten Bogor. KPK sebelumnya melakukan penggeledahan di sejumlah kantor Pemkab Bogor untuk mencari alat bukti terkait perkara tersebut.
Tags: 5 Miliar Disita KPK, Dugaan Potongan Insentif Pegawai Bappenda Bogor Didalami, Rp1
Baca Juga
-
11 Feb 2026
Harga Melambung Dua Kali Lipat, Jaksa Ungkap Permainan Tikus Koruptor di Proyek Digitalisasi Pendidikan
-
10 Nov 2024
Pemkab Bogor Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-79 dengan Semangat Kebangsaan
-
09 Nov 2025
CFD Tegar Beriman Jadi Ruang Sehat dan Berdaya Ekonomi bagi UMKM Bogor
-
15 Des 2025
DWP Kabupaten Bogor Salurkan Stimulan Pendidikan untuk Anak ASN Golongan I dan II
-
20 Des 2025
Bupati Bogor Wajibkan Ayah Hadir Saat Pengambilan Rapor Anak untuk Tekan Fenomena Fatherless
-
12 Mar 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Bahas Tata Ruang dengan Gubernur Jabar: Wujudkan Investasi Sehat dan Lingkungan Bebas Bencana
Rekomendasi lainnya
-
08 Agu 2025
Pemkab Bogor Gencar Lakukan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Maknai HUT RI
-
14 Jan 2025
Residivis Narkoba Kembali Ditangkap di Sragen Polisi Amankan Shabu dan Peralatan Konsumsi
-
06 Nov 2024
Pesat Fest 2024: Menguatkan Karakter Pelajar dan Pelestarian Budaya di Era Digital
-
24 Jun 2026
Kasus Titipan? Tim Hukum Larshen Yunus Desak Polda Riau Segera Gelar Perkara Khusus!
-
16 Mar 2026
HUT ke-45 Tirta Kahuripan, Layani 244.675 Pelanggan dan Berstatus “Sehat”, Gratis Sambungan Baru untuk Pelanggan Sosial
-
16 Jan 2025
Tingkatkan Keharmonisan, Satgas Yonif 641/Bru Pos Napua Jalin Komunikasi Sosial dengan Warga Napua


