Breaking News

KH Achmad Yaudin Sogir Dinilai Layak Pimpin PKB Kabupaten Bogor, Siap Perkuat Basis Akar Rumput

liputan08.com Bogor, 21 April 2026 — Dinamika politik di Kabupaten Bogor menjelang konsolidasi internal partai semakin menunjukkan intensitas yang tinggi. Dalam konteks tersebut, salah satu figur yang mencuat dan dinilai memiliki kapasitas komprehensif untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor adalah KH Achmad Yaudin Sogir.

Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Komisi I, KH Achmad Yaudin Sogir memiliki rekam jejak yang tidak hanya kuat dalam aspek politik formal, tetapi juga dalam dimensi sosial-keagamaan. Dalam perspektif akademik dan sosiologis, kombinasi peran sebagai ulama, politisi, dan aktivis menjadikannya sebagai figur bridging leadership, yakni pemimpin yang mampu menjembatani berbagai kepentingan sosial secara inklusif.

Kehadirannya yang dekat dengan kalangan ulama, santri, akademisi, serta komunitas aktivis memperlihatkan kapasitasnya dalam membangun jejaring sosial yang luas. Hal ini menjadi modal sosial (social capital) yang sangat penting dalam memperkuat struktur dan konsolidasi partai di tingkat akar rumput.

Dalam keterangannya, KH Achmad Yaudin Sogir menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai ideologis PKB sebagai partai berbasis keumatan yang mengedepankan pelayanan publik dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“PKB adalah partai yang memiliki irisan historis dan kultural yang kuat dengan basis kiai dan santri, serta kini berkembang menjangkau kalangan milenial dan generasi produktif. Kepercayaan publik yang telah diberikan kepada PKB harus dijaga melalui kerja nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar hadir dalam momentum elektoral lima tahunan. Jika saya diberi amanah untuk menakhodai DPC PKB Kabupaten Bogor, maka orientasi utama kepemimpinan adalah pelayanan tanpa sekat, kehadiran nyata di tengah masyarakat, serta kemampuan menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan sosial,” ujar KH Sogir, Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekuatan elektoral dan kultural PKB terletak pada konsistensi dalam membangun relasi dengan masyarakat hingga ke tingkat paling bawah, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan.

“PKB telah menunjukkan capaian signifikan dengan mampu mengisi seluruh daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Bogor. Ini bukan hanya indikator kekuatan politik, tetapi juga refleksi dari tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Oleh karena itu, komitmen kami adalah melayani umat secara berkelanjutan, memperjuangkan aspirasi rakyat dalam kerangka kebijakan publik, serta menghadirkan solusi yang berkeadilan sosial dan berorientasi pada kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Dalam praktiknya, KH Sogir dikenal aktif melakukan roadshow ke 40 kecamatan di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari pendekatan participatory governance, yakni model kepemimpinan yang menekankan keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan. Melalui kegiatan tersebut, ia secara konsisten menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan, khususnya dalam bidang pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan daerah.

Tidak hanya itu, perannya dalam bidang dakwah juga menunjukkan integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan praksis politik. Ia aktif mengisi pengajian di berbagai wilayah, menjadi narasumber di instansi pemerintahan, serta turut membangun narasi keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Dukungan terhadap KH Sogir juga datang dari berbagai kalangan intelektual dan tokoh masyarakat. Akademisi sekaligus tokoh publik, Dr Dian Assafra Nasai S.H MH, menilai bahwa KH Sogir merupakan figur yang memiliki keseimbangan antara kapasitas keulamaan, intelektualitas, dan pengalaman politik.

“KH Achmad Yaudin Sogir adalah representasi pemimpin yang memiliki multi-dimensional capacity. Ia tidak hanya kuat secara keilmuan agama, tetapi juga memiliki pemahaman politik yang matang dan pengalaman empiris dalam mengelola dinamika sosial. Dalam beberapa momentum, termasuk saat menghadapi aksi demonstrasi, beliau mampu meredam situasi dengan pendekatan yang dialogis, sejuk, dan solutif. Dengan latar belakang sebagai ulama, aktivis, dan politisi, beliau sangat layak dan siap menakhodai PKB Kabupaten Bogor menuju arah yang lebih progresif, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ungkap Dias.

Secara konseptual, kepemimpinan KH Sogir dapat dikategorikan sebagai transformational leadership, yaitu kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pada perubahan sosial yang berkelanjutan. Dengan basis dukungan yang luas, rekam jejak yang teruji, serta kemampuan komunikasi lintas kelompok, ia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat soliditas internal partai sekaligus memperluas basis elektoral PKB di Kabupaten Bogor.

Dengan demikian, dalam kerangka pembangunan politik lokal yang demokratis dan partisipatif, kehadiran figur seperti KH Achmad Yaudin Sogir menjadi penting sebagai representasi pemimpin yang tidak hanya memahami realitas sosial masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan kebijakan yang responsif, solutif, dan berkeadilan.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya