Breaking News

KH Achmad Yaudin Sogir Pimpin Penghijauan di Cikeas–Cijayanti, Targetkan 1.000 Pohon untuk Cegah Banjir

Liputan08.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB yang juga Wakil Ketua Komisi I, KH Achmad Yaudin Sogir, memimpin kegiatan penghijauan dengan menanam bibit pohon di kawasan pinggiran Sungai Cikeas dan Cijayanti, Kabupaten Bogor, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada wilayah yang dinilai rawan banjir dan longsor akibat berkurangnya tutupan vegetasi serta pesatnya pembangunan di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

Dalam keterangannya, KH Achmad Yaudin Sogir menegaskan bahwa gerakan penghijauan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari ikhtiar ekologis jangka panjang untuk memperkuat ketahanan lingkungan.

“Semakin banyak pohon yang kita tanam, semakin kuat daya tahan tanah dan daya serap air. Ini penting untuk mengurangi risiko banjir dan menjaga keseimbangan alam di kawasan Cikeas dan Cijayanti,” ujar KH Sogir.

Ia menjelaskan, penanaman pohon di bantaran sungai memiliki fungsi strategis secara ilmiah. Akar pohon berperan mengikat struktur tanah, meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, serta menekan laju erosi dan sedimentasi sungai. Dalam konteks tata ruang, penghijauan di wilayah DAS merupakan bagian penting dari mitigasi bencana berbasis ekosistem.

KH Sogir juga menyampaikan rencana penanaman sekitar 1.000 pohon yang terdiri dari berbagai jenis tanaman keras dan buah-buahan. Program tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dan para pengembang perumahan di sekitar wilayah Cikeas–Cijayanti.

“Kami akan mengajak para pengembang yang ada di sekitar Cikeas dan Cijayanti untuk ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan. Pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian alam,” tegasnya.

Selain aspek lingkungan, KH Sogir menekankan bahwa menanam pohon juga memiliki dimensi spiritual dalam ajaran Islam.

“Menanam pohon adalah bagian dari perintah agama. Setiap daun yang tumbuh dan memberi manfaat bagi makhluk hidup menjadi amal jariyah. Bahkan setiap daun itu bertasbih kepada Allah,” ungkapnya.

Menurutnya, gerakan penghijauan perlu menjadi kesadaran kolektif, terutama di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan intensitas cuaca ekstrem. Ia berharap langkah ini menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap program penghijauan dapat dilakukan secara berkelanjutan guna meminimalisir banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya