Liputan08.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap adanya rangkaian skenario terstruktur berupa operasi media dan penggiringan opini publik dalam perkara dugaan tindak pidana perintangan penyidikan (obstruction of justice) yang melibatkan terdakwa Junaedi Saibih, Tian Bahtiar, dan M. Adhiya Muzakki.
Pengungkapan tersebut disampaikan JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).

Dalam persidangan itu, JPU menghadirkan sejumlah saksi, yakni Prof. Sudarsono Soedomo, Adam Marcos, Elly Gustina Rebuin, dan Andi Kusuma, untuk menguraikan dugaan skema terorganisir yang bertujuan mempengaruhi jalannya proses hukum dalam sejumlah perkara besar, antara lain kasus timah, impor gula, dan ekspor crude palm oil (CPO).
JPU menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, ditemukan adanya upaya sistematis untuk membangun narasi tertentu melalui pemberitaan yang diarahkan agar menjadi viral dan membentuk persepsi publik, bahkan diduga ditujukan untuk mempengaruhi majelis hakim yang menyidangkan perkara.
“Fakta persidangan menunjukkan adanya skema yang dikembangkan untuk mempengaruhi putusan hakim melalui pemberitaan satu pihak dan berbagai kegiatan non-hukum lainnya,” ujar JPU Andi Setyawan kepada awak media usai persidangan.
Selain itu, JPU juga mengungkap keberadaan sebuah grup pada aplikasi Signal yang diduga diinisiasi oleh pihak bernama Marsela. Grup tersebut disebut berfungsi sebagai wadah berbagi tautan pemberitaan terkait kasus timah sekaligus merancang langkah-langkah strategis untuk mempengaruhi jalannya persidangan.
“Grup ini tidak hanya menjadi tempat berbagi informasi, tetapi juga diduga digunakan untuk merancang strategi penggiringan opini dan tekanan terhadap proses peradilan,” ungkap JPU dalam persidangan.
JPU turut menyoroti penyelenggaraan seminar melalui forum Jakarta Justice Forum yang digagas oleh terdakwa Junaedi Saibih. Seminar tersebut dinilai tidak berimbang karena hanya menghadirkan ahli-ahli yang menguntungkan pihak tertentu.
“Penyelenggaraan seminar ini kami nilai sebagai bagian dari rangkaian obstruction of justice, karena tidak menghadirkan pandangan yang objektif dan berimbang,” tegas JPU.
Dalam persidangan juga terungkap adanya aliran dana sebesar Rp205 juta yang diterima oleh saksi bernama Eli Edwin. Dana tersebut diduga berasal dari klien-klien tertentu dan disalurkan melalui bendahara ALF.
Tak hanya itu, JPU mengungkap adanya upaya untuk mendiskreditkan saksi ahli yang dihadirkan JPU pada persidangan sebelumnya, termasuk melalui pelaporan hukum.
“Upaya ini menunjukkan adanya pola untuk melemahkan pembuktian yang sah dalam persidangan,” kata Jakarta
JPU menegaskan bahwa seluruh tindakan para terdakwa tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu rangkaian perbuatan terencana, mulai dari operasi media, penyelenggaraan seminar, hingga aksi demonstrasi.
“Semua perbuatan tersebut saling terkait dan ditujukan untuk mencapai keberhasilan perkara versi mereka sendiri,” tegas JPU.
Persidangan perkara dugaan perintangan penyidikan ini akan dilanjutkan pada agenda berikutnya dengan pemeriksaan saksi tambahan serta penyampaian alat bukti lanjutan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Tags: hingga Demonstrasi untuk Pengaruhi Proses Hukum, Obstruction of Justice Terkuak di Persidangan: JPU Ungkap Skema Media, Seminar
Baca Juga
-
14 Feb 2025
MK Tegaskan Hak Organisasi Pers, Dewan Pers Diduga Langgar Mekanisme Pemilihan Anggota
-
28 Nov 2024
Pangdam I/BB Bersama Forkopimda Sumut Tinjau Lokasi Banjir dan TPS di Medan
-
18 Apr 2025
Biadab! Oknum Guru Honorer PJOK di Lumajang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Anak
-
29 Okt 2024
Debat Terbuka Pilkada Kabupaten Bogor Dua Pasangan Calon Bupati Sampaikan Visi Misi
-
23 Apr 2025
Ngeri, Korupsi Menjalar Sampai Istri hingga Sopir Kejagung Periksa 10 Saksi Skandal Suap PN Jakpus
-
15 Sep 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Terima Penghargaan Tokoh Peduli Disabilitas dari Harian Metropolitan
Rekomendasi lainnya
-
09 Jun 2026
Surat dari Dalam Lapas Bongkar Dugaan Peredaran Sabu, Pengawasan Lapas Cibinong Disorot
-
16 Agu 2025
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi Program Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek
-
29 Jan 2026
Komisi IV DPRD Kota Bogor dan Dispora Matangkan Persiapan Porprov 2026, Fokus Prestasi Atlet hingga Dampak Ekonomi
-
22 Feb 2025
Eksplorasi Keindahan Alam Bogor Lewat Event GPX 2024, Pesepeda Taklukkan Tiga Gunung dalam Sehari
-
09 Mar 2025
Satresnarkoba Polres Boyolali Tangkap Pengedar Sabu Amankan 1,35 Gram Barang Bukti
-
22 Mar 2025
Pemkab Bogor dan Kadin Gelar Bazar Pangan Murah, Upaya Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran






