liputan08.com Bogor — Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mewakili Bupati Rudy Susmanto, menghadiri rapat kerja sama peningkatan ruas jalan yang melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Pertemuan digelar di Direktorat Perencanaan Konservasi, Kementerian Kehutanan, Kota Bogor, Kamis (4/9/25).
Ajat menegaskan pentingnya pembangunan yang berwawasan konservasi dan kolaborasi lintas sektor. Kawasan Halimun Salak dirancang menjadi pusat pertumbuhan baru pariwisata yang berkelanjutan, sebagai alternatif dari kawasan Pangrango.
“Sejak awal 2000-an, Pemkab Bogor berupaya mengalihkan beban wisata dari Pangrango ke Halimun Salak dengan pendekatan yang lebih lestari,” ujarnya.
Sekda menjelaskan konsep Geopark Halimun Salak tidak hanya fokus pada pelestarian alam, tapi juga pemberdayaan masyarakat sekitar. Proyek pembangunan jalan dari Malasari menuju perbatasan wilayah diharapkan membuka akses tanpa merusak ekosistem. Pembangunan dilakukan bertahap dengan payung hukum yang jelas dan prinsip kehati-hatian.
Ajat juga menyoroti kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk konservasi satwa, seperti pelepasliaran elang jawa dalam program pelestarian.
“Program ini bukan hanya memberi manfaat ekonomi lewat pariwisata, tapi juga komitmen menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Direktur Perencanaan Konservasi, Ahmad Munawir, menjelaskan rencana kerja sama mencakup sembilan ruas jalan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Ini langkah strategis dan pertama kalinya ada usulan kerja sama untuk sembilan ruas jalan sekaligus.
Sebagian besar jalan sudah ada sebelum perluasan taman nasional pada 2003–2004, ketika luas kawasan diperbesar dari 40.000 hektare menjadi sekitar 87.000 hektare. Banyak infrastruktur publik kini berada dalam kawasan konservasi, sehingga perlu payung hukum agar pembangunan dan penggunaan jalan berjalan lancar tanpa konflik.
“Jalan ini milik pemerintah dan digunakan untuk kepentingan publik, sehingga dapat difasilitasi lewat skema kerja sama tanpa biaya kompensasi,” jelasnya.
Ahmad menyambut baik inisiatif Pemkab Bogor dan siap menindaklanjuti dengan beberapa data teknis tambahan terkait sejarah pembangunan jalan dan status aset.
Kerja sama ini bersifat jangka panjang selama 10 tahun, dengan opsi perpanjangan, menjadi fondasi kuat sinergi pembangunan dan pelestarian lingkungan di Halimun Salak ke depan.
Tags: Ajat Rochmat Jatnika, Sekda Kabupaten Bogor
Baca Juga
-
27 Mei 2025
Wujudkan Komunikasi Positif, Kabid Humas Polda Jateng Tegaskan Pentingnya Public Speaking Bagi Insan Polri
-
22 Mei 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ambil Sumpah 32 Pejabat, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
-
03 Feb 2025
Kebijakan Baru Distribusi LPG 3 Kg Dikritik KH Achmad Yaudin Sogir Ini Pasti Memicu Gejolak Nasional!
-
27 Jul 2026
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara: Perizinan Cepat Kunci Tingkatkan PAD di Tengah Defisit Rp3 Triliun
-
29 Des 2024
Kodam I/BB Bantu 250 Anak Panti dan Kaum Dhuafa di Tanjung Morawa dengan Makanan Bergizi
-
26 Sep 2025
Kota Bogor Raih Penghargaan Institusi Publik Terpopuler di Media Sosial AHI 2025, Dedie Rachim: Bukti Komitmen Hadirkan Informasi Transparan
Rekomendasi lainnya
-
07 Mei 2026
Terkuak di Tipikor! Jaksa Sebut Dugaan Korupsi Chromebook Kian Terang Benderang
-
11 Des 2025
Bupati Bogor Tegaskan Tiap Kecamatan Sediakan Minimal Satu Hektare Hutan Kota, Untuk Percepat Pembangunan Kawasan Hijau
-
27 Des 2025
Pemkab Bogor Terapkan Car Free Night dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Malam Tahun Baru 2026
-
16 Jul 2025
Kejaksaan Agung Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi Digitalisasi Pendidikan Senilai Rp1,98 Triliun
-
28 Jun 2025
KH Achmad Yaudin Sogir Ingatkan: Gunakan Dana Donatur Sesuai Amanah, Jangan untuk Kepentingan Pribadi
-
21 Sep 2025
Pemkab Bogor Dorong Inovasi Peternakan dan Perikanan di Peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189


