Liputan08.com Mamasa, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa melalui Seksi Intelijen meluncurkan program Jaksa Peduli Transmigrasi (JALITRANS-SIKAMASEI) sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga transmigran. Program ini menyoroti berbagai permasalahan yang dihadapi warga transmigrasi di UPT Rano, Desa Mehalaan Barat, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, termasuk akses jalan rusak, belum tersedianya aliran listrik, dan kepastian hukum kepemilikan lahan.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Mamasa, Arjely Pongbanny, S.H., M.H., menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mengusung konsep Asta Cita, salah satunya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta pemerataan ekonomi dari desa.

“Kami berperan sebagai koordinator, mediator, fasilitator, dan katalisator dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warga transmigrasi. Harapannya, program ini dapat membantu mengatasi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di UPT Rano,” ujar Arjely, Jumat (22/3/2025)
Dalam rapat koordinasi yang telah digelar, masyarakat transmigran menyampaikan beberapa kendala utama, di antaranya:
1. Akses jalan rusak yang menghambat distribusi hasil pertanian.
2. Belum adanya aliran listrik dari PLN.
3. Ketidakjelasan kepemilikan lahan, termasuk klaim dari warga lokal.
4. Sertifikat tanah yang belum diterbitkan sejak kedatangan warga transmigran 10 tahun lalu.
5. Minimnya sarana ibadah di wilayah transmigrasi.
6. Banyaknya rumah kosong yang membuat kawasan tampak kumuh.
Arjely menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah konkret dengan mengajukan permohonan aliran listrik kepada PLN serta meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyelesaikan masalah kepemilikan lahan transmigran.
“Kami telah mengupayakan pemasangan tiang listrik di Blok 35 UPT Rano, yang akan dilanjutkan dengan instalasi jaringan listrik. Selain itu, kami juga meminta penyelesaian kepemilikan lahan agar warga mendapatkan kepastian hukum,” jelasnya.

Selain itu, Kejari Mamasa juga mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperbaiki infrastruktur, menyediakan sarana ibadah, serta menyalurkan bantuan bibit tanaman seperti cabai, alpukat, dan durian guna mendukung ketahanan pangan.
Program JALITRANS-SIKAMASEI diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga transmigrasi untuk memperoleh hak-haknya serta menjadikan UPT Rano sebagai wilayah yang maju dan sejahtera.
Tags: Kejari Mamasa Luncurkan Program Jaksa Peduli Transmigrasi untuk Warga UPT Rano
Baca Juga
-
20 Apr 2026
Pemkab Bogor Tangani Banjir di Bojonggede, Fokus Normalisasi Irigasi
-
30 Okt 2024
Kejaksaan Agung Gelar Lokakarya Bersama IOJI untuk Perkuat Penegakan Hukum Perlindungan Ekosistem Laut dan Pesisir
-
25 Jan 2025
Polresta Banyumas Ungkap Kasus Dugaan Pelanggaran Hukum terhadap Anak di Wangon
-
21 Jun 2026
Baru Dibangun, Beton Jalan di Nangewer Mengelupas dan Berdebu, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan
-
27 Feb 2025
Jaksa Agung Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Importasi Gula ke Pengadilan, Negara Rugi Rp578 Miliar
-
06 Sep 2025
Romzi Edy Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Longsor di Tanggamus, Puluhan Rumah Terendam
Rekomendasi lainnya
-
09 Des 2024
Kejaksaan Agung Tegaskan Sinergitas dan Integritas dalam Pemberantasan Korupsi pada Hakordia 2024
-
16 Jan 2025
Tingkatkan Kedekatan TNI dan Warga, Satgas Yonif 641/Bru Gelar Anjangsana di Kampung Owagambak
-
01 Nov 2026
Bupati Rudy Susmanto Ajak Warga Puspasari Jaga Budaya dan Gotong Royong
-
20 Des 2025
Bupati Bogor Pimpin Rakor Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
-
24 Mar 2025
Bupati Bogor Pimpin Apel Siaga Angkutan Lebaran 2025 Pastikan Kelancaran Mudik
-
27 Mei 2026
KH Achmad Yaudin Sogir: Kurban dari Dana Pemerintah Bisa Sah Jika untuk Kemaslahatan Umat


