Liputan08.com Jakarta, Kamis (5/12) – Menjelang akhir tahun 2024, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengungkap 15 kasus tindak pidana narkotika yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kasus-kasus tersebut meliputi wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Bali, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Lombok, DKI Jakarta, Banten, dan Bangka Belitung.BNN RI Ungkap 15 Kasus Peredaran Narkotika Menjelang Akhir 2024
Jakarta, Kamis (5/12) – Menjelang akhir tahun 2024, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengungkap 15 kasus tindak pidana narkotika yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kasus-kasus tersebut meliputi wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Bali, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Lombok, DKI Jakarta, Banten, dan Bangka Belitung.
Dalam konferensi pers di kantor BNN RI, Kamis (5/12), Kepala BNN RI menyatakan komitmen lembaganya untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika, baik di tingkat nasional maupun jaringan internasional. Dengan kolaborasi bersama instansi seperti Bea dan Cukai, operasi ini berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu, ganja, ekstasi, dan kokain.
Dari 15 kasus yang diungkap, total barang bukti yang disita meliputi:
Sabu: 80.877 gram
Ganja: 169.432,78 gram
Ekstasi: 59.807 butir
Kokain: 1.968 gram
Uang Tunai: Rp301.940.000
Melalui pengungkapan ini, BNN RI memperkirakan berhasil menyelamatkan 475.903 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Sebanyak 35 tersangka yang terlibat dalam kasus-kasus ini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), subsider Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dan lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Rincian Kronologi Kasus

Berikut beberapa kronologi kasus yang diungkap:
BNNP Sumatera Utara (LKN 0045)
Pada 19 November 2024, di Dusun III, Desa Kampung Lalang, Kabupaten Deli Serdang, tim BNN mengamankan dua tersangka, MS dan SL, beserta barang bukti ganja seberat total 104.600 gram yang ditemukan di lima karung. Tersangka MS dan SL diketahui terlibat dalam distribusi narkotika di wilayah tersebut.
Deputi Pemberantasan BNN RI (LKN 0069)
Pada 25 November 2024, berdasarkan informasi masyarakat, tim BNN menggerebek sebuah hotel di Serpong, Tangerang Selatan, dan menemukan sabu seberat 4.002 gram serta ekstasi seberat 4.000 gram (9.940 butir). Operasi lanjutan berhasil menangkap pengendali jaringan narkotika di Banda Aceh, dengan total barang bukti tambahan berupa ganja sebesar 14 gram.
BNNP Kalimantan Utara (LKN 0016)
Pada 23 November 2024, di Jl. Yos Sudarso, Kota Tarakan, seorang pria berinisial MS ditangkap setelah membuang bungkus plastik yang berisi sabu seberat 965,58 gram. Operasi dilakukan setelah pengintaian intensif berdasarkan laporan masyarakat.
BNNP Bali (LKN 0036)
Pada 24 November 2024, di Villa Taman Lestari, Gianyar, Bali, seorang pria berinisial RS ditangkap dengan barang bukti ganja seberat 2.604,68 gram. RS mengaku menerima paket tersebut dari Medan. Operasi lanjutan berhasil menangkap pelaku lainnya, AR dan SP, dengan tambahan barang bukti ganja seberat 2.919,3 gram.
BNNP Kepulauan Riau (LKN 0017)
Pada 29 November 2024, di Pantai Nemo, Batam, seorang pria berinisial M ditangkap dengan membawa 40 bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu.
BNN RI menegaskan akan terus meningkatkan intensitas pemberantasan narkotika melalui kerja sama lintas sektor. Kepala BNN mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi, yang menjadi kunci keberhasilan operasi. “Pemberantasan narkotika adalah tanggung jawab kita bersama. Dukungan masyarakat sangat berharga dalam menjaga generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya
Dalam konferensi pers di kantor BNN RI, Kamis (5/12), Kepala BNN RI menyatakan komitmen lembaganya untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika, baik di tingkat nasional maupun jaringan internasional. Dengan kolaborasi bersama instansi seperti Bea dan Cukai, operasi ini berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu, ganja, ekstasi, dan kokain.
Dari 15 kasus yang diungkap, total barang bukti yang disita meliputi:
Sabu: 80.877 gram
Ganja: 169.432,78 gram
Ekstasi: 59.807 butir
Kokain: 1.968 gram
Uang Tunai: Rp301.940.000
Melalui pengungkapan ini, BNN RI memperkirakan berhasil menyelamatkan 475.903 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Sebanyak 35 tersangka yang terlibat dalam kasus-kasus ini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), subsider Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dan lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Berikut beberapa kronologi kasus yang diungkap:
BNNP Sumatera Utara (LKN 0045)
Pada 19 November 2024, di Dusun III, Desa Kampung Lalang, Kabupaten Deli Serdang, tim BNN mengamankan dua tersangka, MS dan SL, beserta barang bukti ganja seberat total 104.600 gram yang ditemukan di lima karung. Tersangka MS dan SL diketahui terlibat dalam distribusi narkotika di wilayah tersebut.
Deputi Pemberantasan BNN RI (LKN 0069)
Pada 25 November 2024, berdasarkan informasi masyarakat, tim BNN menggerebek sebuah hotel di Serpong, Tangerang Selatan, dan menemukan sabu seberat 4.002 gram serta ekstasi seberat 4.000 gram (9.940 butir). Operasi lanjutan berhasil menangkap pengendali jaringan narkotika di Banda Aceh, dengan total barang bukti tambahan berupa ganja sebesar 14 gram.
BNNP Kalimantan Utara (LKN 0016)
Pada 23 November 2024, di Jl. Yos Sudarso, Kota Tarakan, seorang pria berinisial MS ditangkap setelah membuang bungkus plastik yang berisi sabu seberat 965,58 gram. Operasi dilakukan setelah pengintaian intensif berdasarkan laporan masyarakat.
BNNP Bali (LKN 0036)
Pada 24 November 2024, di Villa Taman Lestari, Gianyar, Bali, seorang pria berinisial RS ditangkap dengan barang bukti ganja seberat 2.604,68 gram. RS mengaku menerima paket tersebut dari Medan. Operasi lanjutan berhasil menangkap pelaku lainnya, AR dan SP, dengan tambahan barang bukti ganja seberat 2.919,3 gram.
BNNP Kepulauan Riau (LKN 0017)
Pada 29 November 2024, di Pantai Nemo, Batam, seorang pria berinisial M ditangkap dengan membawa 40 bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu.
BNN RI menegaskan akan terus meningkatkan intensitas pemberantasan narkotika melalui kerja sama lintas sektor. Kepala BNN mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi, yang menjadi kunci keberhasilan operasi. “Pemberantasan narkotika adalah tanggung jawab kita bersama. Dukungan masyarakat sangat berharga dalam menjaga generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya.
Tags: BNN RI Ungkap 15 Kasus Peredaran Narkotika Menjelang Akhir 2024
Baca Juga
-
27 Okt 2025
Dedie Rachim Apresiasi GMKB Gelar Bakti Sosial Busuratin untuk Warga Sempur dan Lebak Kantin
-
08 Feb 2025
Ketum PWDPI Ucapkan Selamat Atas Dilantiknya Kadisdik Lampung
-
30 Nov 2025
Bogor Perkuat Ketahanan Pangan: Desa Dapat Ekskavator Cegah Alih Fungsi Lahan
-
24 Jul 2025
Tema HUT ke-80 RI: “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” Jadi Simbol Semangat Baru Bangsa
-
27 Mar 2025
Pemkab Bogor Siagakan 2.592 Tenaga Kesehatan di 18 Posko Mudik Lebaran 2025
-
13 Nov 2025
Jaksa Gadungan Beraksi! Oknum PNS dan Rekannya Diduga Peras Pejabat Pemda OKI
Rekomendasi lainnya
-
17 Des 2024
KPI IAI-N Laa Roiba Bogor Angkat Dakwah Tradisional di Panggung Media Baru Melalui Konferensi Internasional
-
29 Des 2024
Lima Wartawan Palestina Tewas dalam Serangan di Jalur Gaza IDF Diduga Sengaja Menargetkan Jurnalis
-
01 Jan 2025
Polres Metro Jakarta Barat Amankan Tujuh Remaja dan Tiga Senjata Tajam dalam Upaya Cegah Tawuran Pasca Malam Tahun Baru
-
15 Des 2025
SMP ITA èL MA’MUR Gelar Parenting dan Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh
-
09 Jan 2026
Disdukcapil Kota Bogor Menjamin Keberlanjutan Layanan Kependudukan di Tengah Pemeliharaan Sistem Nasional
-
25 Mar 2025
Kejaksaan Agung Periksa 8 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak Mentah PT Pertamina




