Liputan08.com – Pemuda Katolik Cirebon bersama dengan komunitas lokal pimpin gerakan Revolusi Sampah di wilayah Kota Cirebon. Dewan Pakar Pemuda Pengurus Pusat Pemuda Katolik DR. Capt. Marcellus Hakeng JW, S.SiT., M.H., M.Mar., yang dalam kunjungannya didampingi oleh YB. Sugianto Ketua komcab Kota Cirebon dan Frederiko Oktokanis (bang Riko) – Ketua Komcab Kabupaten Cirebon, memberikan pengarahan kepada pengurus di wilayah Cirebon dalam kunjungannya Kamis (23/01/25)
“Cirebon merupakan salah satu titik strategis nasional yang masih memiliki banyak potensi. Sesuai pesan dari ketua umum Stefanus Gusma, Pemuda Katolik Cirebon, harus menjadi solusi manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di Cirebon. Untuk itu pengurus pusat mendukung program yang bisa langsung dirasakan masyarakat.”, ujarnya.
Ujarnya, organisasi Pemuda Katolik harus berdampak baik bagi masyarakat, terutama dalam penanganan masalah sampah di Cirebon. Sinergitas antar pemuda di Cirebon, dibutuhkan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo dalam Menyelaraskan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya.

Peter Nobel, S.Ars., Sekretaris Pemuda Katolik Kota Cirebon, sekaligus perwakilan VEHO Eco Community menjelaskan “Program Kolekte Barang Bekas, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penanganan sampah, sekaligus menciptakan budaya hidup yang ramah lingkungan di Cirebon. Kami ingin masalah sampah di Cirebon dapat terselesaikan secara baik dengan melibatkan masyarakat terutama teman-teman muda di Cirebon”.
Menurutnya, bersama komunitas setempat, sinergitas pengelolaan, pemberdayaan masyarakat melalui program ini, dapat menjadi langkah awal mendorong ekonomi sirkular di Cirebon. Dengan melibatkan komunitas lokal, diharapkan program ini dapat efektif dalam menangani permasalahan sampah di Cirebon.
Dijelaskan Bang Riko “Kami ingin meningkatkan kesadaran kepada masyarakat bahwa barang bekas tidak harus menjadi sampah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali. Dengan ini kita turut menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan”.
“Sebagai langkah awal, bersama dengan komunitas setempat. Program ini akan berjalan setiap minggunya, baik di titik pengumpulan maupun penjemputan ke rumah warga. Barang yang dapat disumbangkan mencakup plastik, kardus, elektronik, pakaian, dan sampah lainnya. Hasil dari pengelolaan barang bekas ini, akan digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.” Dijelaskan Melianus Tatogo, koordinator program.
Bersama ini, Melianus mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan wujudkan lingkungan yang bersih jadi cerminan diri. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi media sosial instagram @pemuda_katolik_cirebon . Mari kita wujudkan bersih diri, lingkungan asri, untuk Cirebon yang lebih baik!
Tags: Berani Bersih! Gerakan Revolusi Sampah dipimpin Pemuda Katolik Cirebon
Baca Juga
-
17 Apr 2025
Putusan Sela PN Jakarta Pusat Tegaskan Hendry Ch Bangun Sah Ketum PWI
-
23 Nov 2025
CFD Tegar Beriman Jadi Tujuan Warga Urus Dokumen Kependudukan
-
03 Mar 2025
Tanggap Darurat, Bupati Bogor Rudy Susmanto Gandeng BNPB Percepat Penanganan Bencana
-
06 Jul 2025
Respons Cepat Bupati Rudy Susmanto Tangani Bencana di Megamendung dan Cisarua: Negara Hadir di Tengah Rakyat
-
15 Mar 2026
Ramadan Penuh Ukhuwah, Sekber Wartawan Bogor Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama
-
19 Jan 2025
Pererat Harmoni, Satgas Yonif 641/Bru Sambangi Penasehat Kampung Muaranawa di Jayapura
Rekomendasi lainnya
-
12 Nov 2024
Prof. Dr. Asep N. Mulyana Tekankan Pentingnya Pemahaman TPPU bagi Artis dan Pengusaha untuk Menghindari Jerat Hukum
-
25 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa Lima Saksi dalam Kasus Korupsi Impor Gula
-
10 Mei 2025
Diduga Diskriminatif, Orang Tua Santri Pondok Pesantren Nurul Furqon Tempuh Jalur Hukum Terkait Syahadah Al-Qur’an
-
20 Jun 2025
Gaungkan Warisan Sejarah, Kabogorfest 2025 Hadirkan Autovibes Nostalgia Otomotif Tempo Dulu
-
01 Okt 2025
KH Achmad Yaudin Sogir: Hari Kesaktian Pancasila Momentum Meneguhkan Persatuan dan Ketahanan Bangsa
-
09 Mei 2025
APSAI Bogor Hadirkan Anugerah Perusahaan Layak Anak 2025, Dorong Dunia Usaha Peduli Hak Anak




