Liputan08.com – Kebebasan pers di Indonesia kembali tercoreng dengan kasus kekerasan yang menimpa Jurnalis Ambarita. Ia dikeroyok saat melakukan investigasi terkait dugaan peredaran makanan kedaluwarsa di Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (26/9/2025).
Insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika Ambarita sedang mendokumentasikan aktivitas di lokasi. Tanpa diduga, beberapa orang melakukan intimidasi hingga pengeroyokan. Telepon genggam yang digunakan untuk merekam liputan turut dirampas, menyebabkan seluruh data investigasi hilang.
Akibat peristiwa tersebut, Ambarita mengalami luka memar di bagian wajah dan harus menjalani perawatan medis. Peristiwa ini bukan hanya tindak pidana, tetapi juga pelanggaran terhadap kebebasan pers sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., mengecam keras insiden tersebut. Menurutnya, pengeroyokan dan perampasan alat kerja jurnalis merupakan bentuk kriminalitas serius sekaligus ancaman terhadap demokrasi.
“Jurnalis Ambarita sedang menjalankan tugas kontrol sosial. Perampasan alat kerja dan pengeroyokan ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak demokrasi dan hak publik atas informasi,” tegas Wilson.
Wilson mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku, mengusut tuntas kasus ini, serta menjamin perlindungan bagi jurnalis. Ia juga mengingatkan bahwa UU Pers memberikan perlindungan hukum bagi wartawan. Pasal 18 ayat (1) UU Pers secara jelas menyebutkan bahwa tindakan yang menghalangi kerja pers dapat dipidana hingga 2 tahun atau denda Rp500 juta.
Dari aspek hukum pidana, pelaku pengeroyokan dapat dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan (ancaman 5 tahun penjara), Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan (ancaman 7 tahun), dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (ancaman 9 tahun).
“Negara wajib hadir melindungi jurnalis. Jika dibiarkan, kasus ini akan menjadi preseden buruk yang mengancam masa depan kebebasan pers di Indonesia,” pungkas Wilson.
Baca Juga
-
26 Jan 2026
Jenal Mutaqin Bagikan Ayam Petelur, Ikhtiar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga
-
11 Des 2025
Bupati Bogor Tegaskan Pramuka Harus Menjadi Garda Terdepan dan Kekuatan Besar Pembentuk Karakter Generasi Bangsa
-
16 Feb 2025
APDESI Kabupaten Bogor Usulkan Pengadaan Mobil Siaga Desa untuk Pelayanan Masyarakat
-
25 Mei 2026
Sekda Ajat Lepas 203 Petugas Pengamanan Hewan Kurban di Kabupaten Bogor
-
30 Jun 2025
Bupati Bogor Tinjau Progres Masjid Raya: Jadi Pusat Layanan Haji dan Ikon Baru Kabupaten
-
05 Jun 2025
Festival Desa Wisata 2025 Siap Meriahkan HJB ke-543, Angkat Tema “Panggih, Bogoh, Deudeuh”
Rekomendasi lainnya
-
25 Mei 2026
Ketua DPRD Sastra Winara: Pusat Ekonomi Baru Bogor Barat-Timur Percepat Pemerataan Pembangunan
-
13 Okt 2026
Bupati Bogor Dorong Penguatan Budaya Antikorupsi, Inspektorat Perluas Edukasi hingga Tingkat Desa
-
17 Mar 2025
Kapolri Lakukan Rotasi Besar-Besaran: 10 Kapolda Dimutasi, Ahli Hukum Kepolisian Usulkan Batas Masa Jabatan
-
14 Feb 2025
Dua Tersangka Kasus Impor Gula 2015-2016 Diserahkan ke Jaksa, Negara Rugi Rp578 Miliar
-
30 Mar 2026
Ketua DPRD Sastra Winara Dukung CFD Tegar Beriman, Dorong Ruang Publik Sehat dan Produktif
-
27 Des 2024
Hutama Karya Raih Penghargaan Indonesia Trusted Company di CGPI 2024






