liputan08.com JAKARTA – Kabar dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto menghebohkan publik. Isu tersebut turut menyeret nama Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi Polri yang dikabarkan diamankan.
Informasi yang beredar pada Selasa (3/11/2026) menyebutkan, sejumlah pejabat kepolisian diduga terseret dalam persoalan sensitif terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden.
Nama-nama yang disebut dalam informasi tersebut antara lain,Irjen Pol. Ahrie Sonta, Kadivkum Mabes Polri, Irjen Pol. Eko Hadi Santoso, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri,Kombes Pol. Ferly Hediyat.
Kabar tersebut juga menyebut seorang jenderal bintang empat berinisial L sempat diamankan untuk menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya dilepaskan. Bahkan, beredar informasi sejumlah jenderal bintang tiga dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang memastikan kebenaran informasi tersebut, termasuk kabar bahwa Mantan Kapolri Listyo Sigit turut diamankan atau diperiksa.
Mabes Polri Masih Lakukan Pengecekan
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terkait kabar yang beredar.
“Nanti kami cek,” ujar Isir saat dikonfirmasi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Pernyataan tersebut belum menjelaskan secara terperinci mengenai identitas, status, maupun materi pemeriksaan terhadap para perwira yang disebut dalam informasi tersebut.
Dugaan penyadapan terhadap Presiden merupakan persoalan serius karena menyangkut keamanan negara dan integritas institusi penegak hukum. Namun, informasi yang belum terverifikasi tidak dapat langsung dianggap sebagai fakta.
Di tengah berkembangnya isu tersebut, masyarakat menantikan penjelasan terbuka dari Mabes Polri agar tidak muncul spekulasi dan informasi simpang siur.
Sebelumnya, Irjen Johnny Edison Isir juga mengajak masyarakat menjaga kualitas informasi di ruang publik maupun ruang digital.
“Ayo kita mari tetap bergandengan tangan. Bahu membahu, wujudkan Indonesia di ruang publik, di ruang digital dengan informasi yang tepat, terpercaya, mencerdaskan bagi masyarakat,” kata Isir.
Ia juga menyinggung aksi demonstrasi di Yogyakarta pada 28 Oktober 2026.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang memastikan kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi Polri maupun keterkaitannya dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Klarifikasi menyeluruh dari pihak kepolisian menjadi penting agar publik memperoleh informasi yang akurat dan tidak terjebak dalam spekulasi.
Tags: Isu Penyadapan Presiden Prabowo Subianto, Listyo Sigit Prabowo
Baca Juga
-
07 Agu 2025
Kejaksaan Tinggi Sumsel Sikat Koruptor: Uang Rp506 Miliar Disita, Aset Rp400 Miliar Dibekukan
-
03 Des 2025
Kontroversi Putusan Prapid Kasus Tongkang di PN Sorong, Polres Sorong Selatan Diduga Produksi Hoaks
-
05 Jun 2026
KPK Bongkar Skema Pemerasan WNA di Imigrasi, Diduga Mengalir dari Daerah hingga Pusat
-
16 Jan 2026
Terindikasi Lakukan Penyimpangan Anggaran dan Zolimi ASN, Bupati Azhari jadi Sorotan Nasional
-
18 Sep 2025
Korupsi Mengerikan di Dunia Pendidikan: Kejaksaan Agung Periksa 6 Saksi Terkait Digitalisasi Kemendikbudristek
-
21 Okt 2025
Kejagung Kepung Mafia Minyak: Tiga Pejabat Pertamina Diperiksa dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Kilang
Rekomendasi lainnya
-
02 Okt 2026
KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting
-
05 Des 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Apresiasi Sinergi Pemkab–TNI dalam TMMD 2025–2026
-
25 Jun 2026
Tuntutan ‘Take Down’ Berita adalah Kriminalisasi Pers, Wilson Lalengke Tolak Somasi Pengacara Martin Manoluk
-
18 Des 2025
Korupsi Dana Desa Kian Meningkat, Kejaksaan Agung Perkuat Program Jaga Desa di Garut
-
30 Sep 2025
Kontroversi Tim Transformasi Polri Ditolak Presiden, Wilson Lalengke Desak Kapolri Listyo Sigit Prabowo Mundur
-
30 Okt 2026
LBH Street Lawyer Kecam Penghadangan Massa Aksi dan Dugaan Pembatasan Informasi Karhutla, Desak Presiden Evaluasi Komdigi


