liputan08.com CIBINONG, BOGOR – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor, Edwin Sumarga, menegaskan pentingnya disiplin organisasi, soliditas kader, dan penguatan ideologi partai sebagai fondasi perjuangan politik PKB dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Pesan tersebut disampaikan Edwin dalam kegiatan pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Bogor masa bakti 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab), Minggu (25/10/2026), di Kantor DPC PKB Kabupaten Bogor, Cibinong.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB yang mewakili Ketua Umum Muhaimin Iskandar, jajaran DPW PKB Jawa Barat, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kabupaten Bogor, perwakilan sejumlah DPC PKB se-Jawa Barat, serta pengurus dan kader hingga tingkat ranting.
Dalam arahannya, Edwin menegaskan bahwa PKB Kabupaten Bogor harus memiliki target politik yang jelas, terukur, dan diperjuangkan secara bersama-sama. Ia menyebut perolehan 12 kursi menjadi salah satu sasaran yang harus dipersiapkan sejak dini melalui konsolidasi organisasi dan kerja nyata di tengah masyarakat.
“Target politik tidak bisa hanya menjadi slogan. Kita harus menghitung kekuatan, memperkuat struktur, mendisiplinkan anggota, dan memastikan seluruh kader bergerak dalam satu barisan. Saya sudah menghitung target 12 kursi dan ini harus kita perjuangkan bersama,” tegas Edwin.
Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja kolektif seluruh elemen partai, mulai dari pengurus DPC, DPAC, ranting, hingga kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Disiplin, kata Edwin, bukan sekadar kepatuhan terhadap keputusan organisasi, melainkan juga kesanggupan setiap kader menjaga kehormatan partai, membangun komunikasi yang baik, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
PKB Harus Berani Menyiapkan Kepemimpinan Sendiri
Edwin juga mengingatkan bahwa Pemilu 2029 bukanlah agenda yang masih jauh. Karena itu, seluruh jajaran PKB Kabupaten Bogor harus mulai menyiapkan langkah strategis sejak sekarang, baik dari sisi penguatan elektoral maupun kaderisasi kepemimpinan daerah.
Ia menyampaikan rencana untuk menggelar rapat akbar pada Juli 2028 sebagai momentum konsolidasi besar sekaligus penguatan kesiapan politik PKB Kabupaten Bogor menghadapi kontestasi mendatang.
“Kita jangan menunggu sampai mendekati pemilu baru bergerak. Juli 2028 kita rencanakan menggelar rapat akbar. Kita akan mengonsolidasikan kekuatan, menyatukan langkah, dan menunjukkan bahwa PKB Kabupaten Bogor siap menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan,” ujar Edwin.
Ia juga menegaskan bahwa PKB harus berani mempersiapkan kader terbaiknya untuk tampil dalam kontestasi kepemimpinan daerah, termasuk membuka peluang mengusung calon bupati dan calon wakil bupati dari kader sendiri.
“Kita ingin PKB memiliki kemandirian politik. Kita harus mempersiapkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, kedekatan dengan rakyat, serta kemampuan membangun Kabupaten Bogor. Kalau kita ingin mengusung calon sendiri, persiapannya harus dimulai dari sekarang, bukan secara mendadak,” katanya.
Menurut Edwin, keberanian mengambil peran dalam kepemimpinan daerah harus ditopang oleh kekuatan suara rakyat, struktur partai yang solid, dan rekam jejak kader yang benar-benar bekerja untuk masyarakat.
Ia menekankan bahwa konsolidasi politik bukan semata-mata mengejar jabatan, melainkan membangun kepercayaan publik agar PKB dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kabupaten Bogor.
Ideologi PKB Berakar pada Perjuangan dan Aspirasi Ulama
Lebih jauh, Edwin mengingatkan seluruh kader agar memahami sejarah dan ideologi PKB. Menurutnya, PKB tidak boleh dipandang hanya sebagai kendaraan politik untuk memperoleh kursi legislatif atau jabatan pemerintahan.
PKB lahir dari aspirasi warga Nahdlatul Ulama dan memiliki akar perjuangan kebangsaan yang panjang. Nilai-nilai keislaman, kebangsaan, demokrasi, serta penghormatan terhadap kemajemukan menjadi bagian penting dalam perjalanan partai.
“PKB mempunyai ideologi dan sejarah perjuangan. Semangat kebangsaan kita tidak lahir secara tiba-tiba. Sebelum Indonesia merdeka, para ulama, santri, dan tokoh bangsa telah berjuang dengan pengorbanan yang luar biasa untuk kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Edwin.
Ia menilai, semangat perjuangan tersebut harus menjadi inspirasi bagi kader PKB masa kini. Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kader sekarang harus berjuang mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, kesejahteraan masyarakat, penegakan keadilan, dan pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
“Perjuangan kita hari ini adalah memastikan rakyat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Politik harus menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar alat untuk mengejar kekuasaan. Itulah semangat yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Edwin juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan nilai-nilai yang diwariskan para ulama sebagai pedoman dalam berpolitik. Menurutnya, politik yang berlandaskan moral dan tanggung jawab akan melahirkan kepemimpinan yang lebih dipercaya masyarakat.
Ulama, Santri, dan Kader Menjadi Kekuatan Moral
Dalam tradisi PKB, hubungan dengan ulama dan kalangan pesantren memiliki posisi penting. Edwin menilai, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh jumlah kursi dan kemampuan memenangkan pemilu, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat serta memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan.
Ia mengajak para kader untuk meneladani keteguhan para ulama dalam menjaga agama, merawat persatuan bangsa, dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Prinsip tersebut sejalan dengan kaidah yang dikenal dalam tradisi keilmuan Islam, yakni tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyyah manuthun bil-mashlahah, yang bermakna kebijakan pemimpin terhadap rakyat harus berorientasi pada kemaslahatan.
Nilai itu dapat menjadi pengingat bahwa setiap keputusan politik dan kebijakan publik semestinya diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan hanya kelompok atau kepentingan tertentu.
Karena itu, Edwin berharap kader PKB Kabupaten Bogor dapat menjadi contoh dalam menjaga etika politik, menghormati perbedaan, menghindari politik yang memecah belah, dan menghadirkan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa kedekatan dengan ulama tidak cukup diwujudkan melalui kehadiran dalam acara keagamaan. Kedekatan tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta keberpihakan nyata terhadap kepentingan umat dan masyarakat kecil.
Penguatan Struktur hingga Ranting Jadi Kunci
Edwin menegaskan bahwa keberhasilan target 12 kursi maupun kesiapan menghadapi Pilkada 2029 sangat bergantung pada kekuatan struktur partai sampai tingkat paling bawah.
Pengurus di setiap tingkatan harus aktif membangun komunikasi dengan warga, menyerap aspirasi, dan menyelesaikan persoalan masyarakat sesuai kapasitasnya. Dengan demikian, keberadaan PKB tidak hanya terasa ketika pemilu berlangsung, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, setiap kader memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik partai. Perselisihan internal harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi, sedangkan perbedaan pandangan harus menjadi ruang untuk memperkuat demokrasi dan kedewasaan politik.
“Tidak boleh ada kader yang berjalan sendiri-sendiri. Kita harus disiplin, solid, dan saling menguatkan. Pengurus bukan hanya memegang jabatan, tetapi memiliki tanggung jawab untuk bekerja. Rakyat harus melihat manfaat kehadiran PKB,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan DPC PKB Kabupaten Bogor masa bakti 2026–2031 mampu menjadi momentum pembaruan semangat perjuangan, memperkuat kaderisasi, dan memperluas dukungan masyarakat.
Menatap 2029 dengan Kerja Nyata
Pengukuhan pengurus dan Muskercab tersebut menjadi titik awal bagi jajaran DPC PKB Kabupaten Bogor untuk menyusun langkah organisasi secara lebih terarah. Target 12 kursi, rencana rapat akbar Juli 2028, serta persiapan kader menghadapi kontestasi kepemimpinan daerah menjadi bagian dari agenda politik yang perlu diterjemahkan ke dalam program kerja nyata.
Bagi Edwin, kekuatan partai tidak cukup diukur dari pernyataan optimistis di forum organisasi. Ukuran sesungguhnya adalah kemampuan kader menjaga kepercayaan masyarakat, memperjuangkan aspirasi rakyat, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Ia mengajak seluruh pengurus dan kader menjadikan periode 2026–2031 sebagai masa pembuktian bahwa PKB Kabupaten Bogor mampu tumbuh menjadi partai yang semakin solid, matang, dan dekat dengan masyarakat.
“Jangan pernah melupakan sejarah perjuangan kita. Jaga ideologi, hormati ulama, disiplin dalam organisasi, dan bekerja untuk rakyat. Kalau semua bergerak bersama, insyaallah PKB Kabupaten Bogor akan semakin kuat dan mampu mencapai target yang telah kita tetapkan,” pungkas Edwin.
Dengan semangat tersebut, PKB Kabupaten Bogor diharapkan tidak hanya menjadi kekuatan politik dalam kontestasi pemilu, tetapi juga menjadi wadah pengabdian yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Tags: Edwin Sumarga
Baca Juga
-
27 Des 2024
Satgas Yonif 642/KPS Berbagi Kebahagiaan Natal Bersama Anak-Anak di Distrik Kramomongga
-
09 Jun 2026
ARUKKI Gugat Polda Metro Jaya: Mengapa Budi Arie Tak Kunjung Jadi Tersangka Kasus Judi Online?
-
17 Agu 2026
Kado Kemerdekaan, Polres Bogor Renovasi 8 Rumah Warga Tidak Layak Huni
-
13 Des 2024
Polda Jateng Apresiasi Personel BKO Resimen 2 Brimob atas Pengamanan Pilkada Serentak 2024
-
23 Apr 2025
Ngeri, Korupsi Menjalar Sampai Istri hingga Sopir Kejagung Periksa 10 Saksi Skandal Suap PN Jakpus
-
21 Des 2024
Satgas Yonif 641/Bru Bagikan Kasih Natal dan Layanan Kesehatan di Distrik Apalapsili, Yalimo
Rekomendasi lainnya
-
18 Sep 2025
Pemkot dan DPRD Kota Bogor Perkuat Program Tebus Ijazah, Salurkan 1.448 Ijazah untuk Masyarakat
-
08 Jul 2025
Verifikasi Aset Dimulai, Kejagung Pastikan Tak Ada Celah Penyelewenga
-
16 Sep 2026
Kabupaten Bogor Akan Jadi Tuan Rumah Kunker Kemenko PM dan 1001 Pasar Rakyat Bersama RRI
-
15 Mei 2026
Polres Ogan Ilir Hadirkan Siraman Rohani untuk Tahanan, Bangun Kesadaran dan Harapan Baru
-
25 Jun 2026
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Perguruan Pencak Silat BINTANG SELATAN periode Juni 2026 Berjalan Lancar dan Sukses
-
19 Jun 2026
Gus Sholeh Ajak Jurnalis Istiqomah Mengaji dalam Pengajian Al-Qalam di Cibinong









