liputan08.com CIBUNGBULANG – Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 mulai dibangun di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).
Pembangunan fasilitas ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, TNI, PLN, swasta, dan masyarakat untuk menangani persoalan sampah sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengatakan persoalan sampah membutuhkan kebijakan dan koordinasi pemerintah, khususnya di daerah yang menghadapi kondisi darurat persampahan.
Ia mengapresiasi pembangunan PSEL Bogor Raya 1 yang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton sampah per hari.
“Dari sampah yang merusak lingkungan menjadi energi yang bermanfaat, menyerap tenaga kerja, dan lain-lain,” ujar Zulkifli.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan pembangunan PSEL Bogor Raya 1 merupakan tindak lanjut mandat pengembangan PSEL setelah diterbitkannya Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
Proses seleksi proyek tersebut, kata Pandu, melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai bidang, termasuk tenaga yang memiliki pengalaman dalam proyek PSEL di Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, dan Indonesia.
“Keterlibatan tenaga ahli independen bersama tim Danantara dilakukan untuk memastikan proses pemilihan berjalan dengan tata kelola yang baik dan profesional, dengan dukungan keahlian teknis, operasional, hukum, finansial, dan lingkungan,” ujarnya.
PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau sekitar 45 persen dari timbulan sampah terolah di Kota dan Kabupaten Bogor.
Proyek ini juga diproyeksikan menurunkan emisi dari sampah di TPA hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO₂ per tahun.
“Dari sisi energi, PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan lebih dari 100.000 rumah tangga di wilayah Bogor Raya. Dari sisi ekonomi, pembangunan PSEL diproyeksikan menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 1.200 orang sekaligus mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen,” jelas Pandu.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyebut persoalan sampah di Bogor Raya merupakan persoalan menahun. Timbulan sampah dari Kabupaten dan Kota Bogor disebut dapat mencapai sekitar 4.000 ton per hari.
Menurut Bima, pembangunan PSEL bukan akhir dari penyelesaian persoalan sampah, melainkan awal dari proses panjang yang membutuhkan dukungan seluruh pihak.
“Kita berharap tentunya Pak Wali Kota dan Pak Bupati dapat memastikan ekosistem di hulu dan di hilir berjalan dengan baik,” ujar Bima.
Ia menekankan pentingnya memastikan ketersediaan pasokan sampah, distribusi, dukungan masyarakat, perizinan, serta tata kelola. Kemendagri juga siap memfasilitasi apabila terdapat hambatan dalam pelaksanaan proyek.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup mengatakan pengembangan PSEL saat ini baru mencakup sekitar 60-an kabupaten/kota, sementara masih terdapat sekitar 400-an kabupaten/kota yang membutuhkan penanganan sampah.
Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah dapat menggunakan berbagai teknologi sesuai karakteristik daerah, antara lain PSEL, pirolisis, Refuse Derived Fuel (RDF), recycling, dan teknologi lainnya.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS), Aries Marsudiyanto, menegaskan bahwa pembangunan PSEL harus dilaksanakan dengan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan karena menggunakan uang negara.
“Ini uang rakyat. Harus dipertanggungjawabkan setiap bidang, setiap departemen, setiap lini, untuk selalu mengedepankan pengabdian dan pengorbanan kepada rakyat. Jangan ada yang mementingkan keuntungan diri pribadi,” tegasnya.
Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Bogor Raya. Selain mengurangi beban TPA, proyek tersebut ditargetkan menghasilkan energi listrik, menekan emisi, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Tags: PSEL Bogor Raya 1
Baca Juga
-
06 Jul 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Seluruh Elemen Hidupkan Gotong Royong dan Bersihkan Jalur Jakarta–Bogor
-
29 Mei 2026
Sekda Ajat: Kurban Jadi Wujud Kepedulian dan Semangat Berbagi di Lingkungan Pemkab Bogor
-
11 Feb 2026
Pemkab Bogor Catat Capaian Nasional, RSUD Bakti Pajajaran Ditetapkan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi
-
16 Okt 2024
Prabowo Akan Tinggal di Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto Siap Percepat Pembangunan Daerah
-
03 Agu 2026
Wamen ESDM Temui Wakil Jaksa Agung, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Sektor Energi
-
22 Apr 2026
Tingkat Kepuasan Publik Terus Meningkat, CFD Tegar Beriman Jadi Ruang Publik Favorit Warga Bogor
Rekomendasi lainnya
-
26 Apr 2026
KH AY Sogir Apresiasi Kepemimpinan Rudy Susmanto, Penataan Kawasan Tegar Beriman Kabupaten Bogor Dinilai Inovatif dan Berkelanjutan
-
28 Jul 2026
Polres Banyuasin Gelar Pemeriksaan Psikologi Senpi Dinas dan Mapping Psikologi bagi 170 Personel
-
21 Feb 2026
Heboh Tarif 0%! Kesepakatan RI–AS Buka Keran Ekspor Besar-Besaran, 1.819 Produk Nasional Tembus Pasar Amerika Tanpa Bea Masuk
-
29 Okt 2026
Bupati Rudy Susmanto Tegaskan Keamanan dan Kualitas Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Bogor
-
10 Jul 2025
Sekolah Rakyat Hadir di Bogor, Harapan Baru Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem
-
08 Nov 2024
Festival Catur Pelajar Kabupaten Bogor 2024: Ajang Prestasi dan Pembibitan Atlet Catur Bertalenta


