Liputan08.com, BOGOR – Di tengah tantangan fiskal pada Tahun Anggaran 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan kepekaan terhadap kondisi keuangan daerah yang diproyeksikan semakin menantang.
Menurut Ajat, seluruh perangkat daerah harus memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis sehingga setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dilakukan secara tepat sasaran, efisien, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis, agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Ajat.
Ia menjelaskan, kondisi fiskal daerah ke depan menuntut seluruh aparatur pemerintah bersikap waspada, adaptif, dan mampu menyesuaikan strategi kerja dengan mengedepankan prinsip efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Sekda menegaskan, seluruh perangkat daerah harus melakukan penyesuaian strategi kerja, termasuk di sektor kesehatan. Rumah sakit daerah diminta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui tata kelola yang lebih efektif dan efisien, tanpa menambah beban pembiayaan yang tidak produktif.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan daerah. Salah satunya melalui pemanfaatan aset milik daerah seperti videotron, taman, dan billboard untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, di sektor perpajakan, Pemkab Bogor akan memperkuat pendataan sekaligus menata perizinan vila di kawasan Puncak secara lebih tertib dan terukur guna mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.
Meski menghadapi tekanan fiskal, Ajat menegaskan pelayanan publik tidak boleh terhenti. Program penataan lingkungan, normalisasi saluran air, hingga kebersihan kawasan harus tetap berjalan melalui penguatan kolaborasi dan semangat gotong royong antara perangkat daerah dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara camat, kepala desa, perangkat daerah, dan masyarakat menjadi kunci menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Bogor. Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut saat ini terlihat pada penataan kawasan jalur Cijayanti–Bojong Koneng yang tengah dipersiapkan sebagai salah satu wajah Kabupaten Bogor.
Menutup arahannya, Sekda Ajat Rochmat Jatnika menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus memperkuat integritas, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski daerah tengah menghadapi tantangan fiskal.
Tags: Ajat Rochmat Jatnika, Tantangan Fiskal
Baca Juga
-
09 Jun 2025
Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani Longsor Sampah Galuga, Realokasikan Rp25 Miliar untuk Sanitary Landfill
-
21 Mar 2025
Bupati Bogor Pimpin Apel Operasi Ketupat Lodaya 2025 Pastikan Keamanan dan Kelancaran Mudik
-
10 Nov 2024
TNI Yonif 641/Beruang Borong Hasil Tani di Distrik Eragayam, Papua, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
-
22 Mei 2026
KPK Dalami Dugaan Korupsi Kuota Haji Yaqut, Fokus Lengkapi Alat Bukti
-
09 Sep 2025
Optimalisasi Peran Komite Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Akses Perguruan Tinggi Negeri di Madrasah Aliyah Negeri 1 Cibinong
-
26 Nov 2024
Kemendikdasmen Jamin Perlindungan Guru, Pj. Bupati Bogor: Guru Adalah Pilar Kemajuan Bangsa
Rekomendasi lainnya
-
31 Des 2024
Satgas Pamtas RI-RDTL Berbagi Buku Doa di Amfoang Timur, Perkuat Hubungan dan Dukungan Spiritual Masyarakat
-
28 Jun 2025
Lomba Mancing Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79 di Cibinong, Bupati Rudy: Polri Makin Dekat dengan Rakyat
-
27 Nov 2024
Pj. Bupati Bogor Pantau Pelaksanaan Pilkada: 13 TPS Dipastikan Berjalan Lancar
-
03 Okt 2025
Bupati Rudy Susmanto dan Kwarcab Kabupaten Bogor Sabet Penghargaan Pramuka Jawa Barat 2025
-
03 Mei 2026
Rudy Susmanto Hadir di CFD Tegar Beriman, Perkuat Kebersamaan dan Gaya Hidup Sehat Warga
-
23 Jan 2026
KDM Jangan Kebelinger: Mahasiswa dan Aktivis Soroti Risiko Stigmatisasi Dapur MBG, Tuntut Komitmen Antikorupsi



