liputan08.com Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum bergerak cepat menangani amblesan tanah yang terjadi di kawasan Bendung Ciderum, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin. Penanganan darurat dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan air irigasi serta mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih parah.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026 itu langsung ditindaklanjuti oleh Tim UPTD Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III atas instruksi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor. Penanganan dilakukan melalui normalisasi bendung dan penguatan struktur tanah di lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan UPTD, amblesan dipicu oleh kebocoran pada lining saluran irigasi serta ketidakstabilan struktur tanah di sekitar bendung. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan permukaan tanah yang mengancam dinding penahan sekaligus mengganggu debit aliran air irigasi.
Apabila tidak segera ditangani, kerusakan tersebut berpotensi merusak konstruksi utama Bendung Ciderum dan menghentikan pasokan air ke sekitar 89 hektare lahan persawahan yang bergantung pada bendung tersebut.
Kepala UPTD Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III menegaskan bahwa Bendung Ciderum memiliki peran yang sangat vital dalam menopang sistem irigasi di wilayah hilir.
“Bendung Ciderum merupakan infrastruktur strategis bagi keberlangsungan sistem irigasi. Karena itu, respons cepat menjadi prioritas agar dampak amblesan tidak meluas dan pasokan air untuk pertanian tetap terjaga,” ujar Kepala UPTD Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III.
Dalam penanganannya, tim teknis menerapkan sejumlah langkah mulai dari sterilisasi dan pemetaan area rawan, pemasangan bronjong, hingga penempatan karung berisi tanah (sandbag) sebagai penahan sementara untuk menghambat pergerakan tanah. Langkah tersebut dilakukan sembari memastikan keselamatan pekerja dan menjaga stabilitas konstruksi bendung.
Saat ini proses normalisasi aliran air dan stabilisasi tanah terus menunjukkan perkembangan positif. Aliran air irigasi berangsur kembali normal, sementara pemantauan kondisi topografi tanah dilakukan secara berkala oleh tim pengawas guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah lanjutan.
Pihak UPTD juga mengajak masyarakat, khususnya para petani pengguna air irigasi, untuk ikut menjaga kebersihan saluran serta segera melaporkan apabila menemukan gejala kerusakan pada jaringan irigasi.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Dengan pelaporan sejak dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga fungsi Bendung Ciderum sebagai penopang irigasi pertanian tetap terjaga dalam jangka panjang,” tutup Kepala UPTD Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III.
Tags: Bendung Ciderum, Dinas Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten Bogor, Tanah Amblas
Baca Juga
-
11 Jan 2026
Sarang Tikus Koruptor Chromebook Dibongkar di Pengadilan Tipikor: Eksepsi Terdakwa Dinilai Masuk Pokok Perkara
-
01 Mar 2026
Bupati Bogor Pastikan Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam Jelang Lebaran di RS Bhakti Padjajaran
-
01 Mar 2025
Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bogor Desak Satpol PP Tindak Tegas Tempat Maksiat Selama Ramadan
-
16 Apr 2026
Akhir Pelarian Pelaku Persetubuhan Anak, Satgas SIRI Amankan DPO di Jambi
-
27 Feb 2026
Tikus Koruptor Tata Kelola Minyak Dihukum 9–15 Tahun, Pengadilan Tipikor Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jatuhkan Vonis Berat
-
17 Okt 2024
Jaksa Agung RI Terima Penghargaan dari Jaksapedia dan Universitas Hasanuddin dalam Sound of Justice 2024
Rekomendasi lainnya
-
07 Okt 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Canangkan Program “Satu Desa Satu Sarjana” untuk Wujudkan Pemerataan Akses Pendidikan Tinggi
-
03 Jun 2026
Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian
-
29 Okt 2024
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Media Jadi Penghubung Efektif Pemerintah dan Masyarakat
-
07 Des 2024
Kejaksaan Agung Tegaskan Penetapan Tujuh Tersangka Korporasi Sesuai Hukum
-
01 Nov 2024
Satgas Yonif 642/Kps Pastikan Ibadah Penutupan Doa Rosario Berjalan Aman di Papua Barat
-
25 Mar 2025
Kejaksaan Agung Periksa 8 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Minyak Mentah PT Pertamina



