Liputan08.com, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan terkait skema penghangusan kuota internet dan menegaskan bahwa sisa kuota yang telah dibayar konsumen tidak boleh dihanguskan begitu saja saat masa aktif paket berakhir.
Dalam Putusan Nomor 273/PUU-XXIII/2025, MK menyatakan bahwa kuota internet yang telah dibeli memiliki nilai ekonomi sehingga hak konsumen atas layanan tersebut wajib dilindungi.
Hakim Konstitusi Liliek Prisbawono Adi menjelaskan, yang harus dilindungi bukan sekadar kuota internet, melainkan manfaat layanan yang telah dibayar oleh konsumen.
“Dalam konteks ini, sisa kuota yang belum digunakan tetap memiliki nilai ekonomi, karena pengguna jasa telekomunikasi telah membayar sejumlah uang demi memperoleh akses layanan dalam volume tertentu,” ujar Liliek saat membacakan pertimbangan hukum putusan, Kamis (23/7/2026).
Ia menegaskan, pembayaran paket data melahirkan hak bagi pengguna untuk menikmati layanan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pembayaran yang dilakukan oleh pengguna jasa telekomunikasi untuk memperoleh paket data pada dasarnya melahirkan hak untuk menikmati manfaat layanan… yang harus ditempatkan sebagai hak milik dalam bentuk barang tidak berwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Hakim Konstitusi Adies Kadir menyatakan operator telekomunikasi wajib menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota tetap aktif dan tidak hangus.
“Secara riil kuota yang belum sepenuhnya digunakan atau dinikmati harus tetap dilindungi sebagai hak milik pengguna jasa telekomunikasi untuk dapat dipergunakan hingga kuota itu habis tanpa dibebani biaya atau tarif tambahan dengan dalih perpanjangan masa aktif atau dengan alasan apa pun,” ujar Adies.
Menurut MK, internet telah menjadi kebutuhan penting masyarakat. Karena itu, kebijakan tarif dan layanan operator tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan bisnis, tetapi juga harus memberikan perlindungan yang adil bagi konsumen.
MK mendorong operator menghadirkan berbagai pilihan layanan, seperti fitur akumulasi kuota (rollover), paket tanpa rollover, hingga skema lain yang memungkinkan pelanggan memilih layanan sesuai kebutuhan tanpa dirugikan.
Putusan ini bermula dari gugatan yang diajukan Didi Supandi, seorang pengemudi ojek online, dan Wahyu Triana Sari, seorang pedagang kuliner. Keduanya mengajukan uji materi terhadap Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja karena menilai kebijakan penghangusan kuota merugikan konsumen.
Ketua MK Suhartoyo dalam amar putusan menyatakan ketentuan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai bahwa penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota milik pengguna tetap aktif dan dapat digunakan.
Putusan ini menjadi angin segar bagi jutaan pelanggan layanan seluler di Indonesia karena memperkuat perlindungan hak konsumen atas kuota internet yang telah mereka bayar.
Tags: Mahkamah Konstitusi (MK)
Baca Juga
-
23 Feb 2026
Mahasiswa Soroti Pokir Rp120 Miliar, DPRD Bogor Tegaskan Pentingnya Transparansi dan Pengawasan Publik
-
25 Okt 2024
Kecamatan Jasinga Raih Juara Umum di MQK Pertama Kabupaten Bogor 2024
-
29 Sep 2025
Proyek Bengkel Emak Ojol Komunitas Emak Kantoran Raih Juara 1 Bogor Innovation Award (BIA) 2025
-
26 Jun 2025
Mari Songsong Tahun Baru Islam dengan Semangat Hijrah Menuju Bogor yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur
-
04 Agu 2026
Kasus Digitalisasi SPBU Masuk Babak Baru, KPK Resmi Tahan Tiga Tersangka
-
06 Jun 2025
Satgas Yonif 131/Brajasakti Rayakan Idul Adha Bersama Warga Perbatasan di Keerom, Tebar Semangat Kebersamaan
Rekomendasi lainnya
-
31 Des 2024
Satgas Yonif 642/Kps Tingkatkan Kedekatan dengan Warga Desa Ururu Melalui Anjangsana
-
31 Des 2024
Sekda Bogor Lantik 28 Pejabat Fungsional untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
-
07 Apr 2026
Skandal Kredit Bank Terbongkar! 5 Tersangka Ditahan, Kejati Sumsel Juga Usut Dugaan Korupsi Rp160 Miliar di Sungai Lalan
-
28 Agu 2026
Bukan Lagi Pasar Biasa, Pasar Benih Ikan Ciseeng Kini Tampil Modern
-
06 Agu 2026
Polsek Idralaya Laksanakan STRONG POINT pagi Wujudkan Kelancaran Lalu Lintas Saat Jam Masuk Sekolah
-
02 Agu 2026
Jelang Indonesia vs Vietnam, Bupati Rudy Pimpin Persiapan Stadion Pakansari


