Breaking News

Bupati Bogor Rudy Susmanto Mulai Susun Strategi Pasar Karbon untuk Perkuat Ekonomi Hijau Daerah

 

Liputan08.com, CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai menyiapkan langkah strategis pengembangan pasar karbon sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi hijau di Kabupaten Bogor. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat bersama PT TUV Rheinland Indonesia di Cibinong, Senin (20/7).

Dalam pertemuan itu, PT TUV Rheinland Indonesia memaparkan mekanisme perdagangan karbon nasional melalui IDX Carbon dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Kabupaten Bogor dinilai memiliki peluang besar mengembangkan Community Based Tree Planting Carbon Program, yakni program penanaman pohon berbasis masyarakat yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi melalui penyerapan emisi karbon.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor selama ini telah menjalankan program penghijauan secara berkelanjutan dengan menanam sekitar 45 ribu pohon di berbagai wilayah.

“Fokus kami adalah membangun sistem penanaman pohon yang terdokumentasi, terukur, dan berkelanjutan. Ke depan, potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon dapat menjadi nilai tambah yang memberikan manfaat bagi daerah maupun masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, program penghijauan tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dipersiapkan agar mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang melalui skema perdagangan karbon.

Karena itu, Rudy menginstruksikan perangkat daerah terkait bersama PT TUV Rheinland Indonesia untuk segera menyusun kajian potensi lahan, inventarisasi vegetasi, serta roadmap pengembangan pasar karbon Kabupaten Bogor.

Ia menilai roadmap tersebut menjadi landasan penting agar pengembangan pasar karbon memiliki arah yang jelas, mulai dari penghitungan emisi, kapasitas penyerapan karbon, proses registrasi, hingga peluang perdagangan karbon di bursa nasional.

“Dengan roadmap yang matang, kami ingin program penghijauan di Kabupaten Bogor tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dikelola secara berkelanjutan,” tegas Rudy.

Sementara itu, perwakilan PT TUV Rheinland Indonesia, Mukhsin Safiq, menyatakan kesiapan pihaknya mendampingi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pengukuran emisi serta penyusunan program pasar karbon yang sesuai dengan standar nasional.

“Integrasi data vegetasi, lahan, dan sistem registrasi karbon menjadi faktor utama agar program penyerapan karbon daerah dapat diakui dalam skema perdagangan karbon nasional,” ujar Mukhsin.

Melalui langkah tersebut, Kabupaten Bogor mulai mempersiapkan diri menjadi salah satu daerah yang siap memanfaatkan pasar karbon sebagai instrumen pembiayaan hijau sekaligus mendukung pembangunan rendah emisi yang berkelanjutan.

Tags: , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya