Liputan08.com, SEMARANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melimpahkan berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Semarang. Dengan pelimpahan tersebut, perkara memasuki tahap persidangan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pelimpahan berkas dilakukan pada Kamis (16/7/2026). Saat ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tinggal menunggu penetapan hari sidang dari majelis hakim.
“Telah melimpahkan berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait benturan kepentingan dalam pengadaan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf i UU Tipikor, dengan terdakwa Saudari FAR, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang,” kata Budi Prasetyo, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, “Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum KPK menunggu penetapan hari sidang dari Majelis Hakim.”
Budi berharap proses persidangan berlangsung independen, objektif, dan transparan sehingga seluruh fakta hukum dapat terungkap secara utuh.
“Sehingga dapat mengungkap secara utuh fakta-fakta hukum serta memberikan kepastian hukum bagi para pihak terkait,” ujarnya.
Dalam perkara ini, Fadia Arafiq diduga memiliki benturan kepentingan dalam proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. KPK menduga perusahaan keluarga, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), memperoleh berbagai proyek pemerintah setelah diarahkan untuk memenangkan pengadaan.
Sepanjang 2023–2026, PT RNB tercatat menerima pembayaran kontrak sekitar Rp46 miliar dari sejumlah perangkat daerah. Dari nilai tersebut, sekitar Rp22 miliar digunakan untuk membayar gaji tenaga outsourcing, sementara sekitar Rp19 miliar diduga mengalir sebagai keuntungan kepada keluarga tersangka.
Atas dugaan tersebut, Fadia Arafiq dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan sebelumnya telah menjalani penahanan oleh KPK. Persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang akan menjadi tahapan penting untuk menguji seluruh alat bukti dan dakwaan yang diajukan jaksa.
Tags: Budi Prasetyo, PN Semarang
Baca Juga
-
27 Nov 2025
Jaksa Agung ST Burhanuddin Raih detikcom Awards 2025 sebagai Tokoh Transformasi Penegakan Hukum
-
18 Sep 2026
Bupati Rudy dan Ribuan Warga Panjatkan Doa, Hujan Turun: ‘Punya Pemimpin yang Mengajak Bersama kepada Allah’
-
06 Mei 2026
Kebijakan Rudy Susmanto Ubah Pola Kerja ASN, Efisiensi Energi Tembus 44,06 Persen
-
18 Okt 2026
Laksa Pak Inin Cihideung Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda, Bupati Bogor Dukung Pelestarian Kuliner Lokal
-
07 Mei 2026
Rudy Susmanto: Semangat Mayday Jadi Penguat Sinergi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah
-
25 Okt 2026
Bupati Rudy Susmanto Dorong Konsumsi Pangan Bergizi, Pemkab Bogor Bagikan Sayur dan Buah Gratis
Rekomendasi lainnya
-
17 Jan 2025
Pj Bupati Bogor Gelar Pengajian Bulanan, Ajak Warga Tingkatkan Rasa Syukur dan Semangat Belajar
-
26 Sep 2026
Rudy Susmanto Dorong Bomang Jadi Sumber Ekonomi Baru Masyarakat
-
09 Jun 2026
ARUKKI Gugat Polda Metro Jaya: Mengapa Budi Arie Tak Kunjung Jadi Tersangka Kasus Judi Online?
-
24 Jun 2025
Invitasi Ortrad Jenjang SD Ramaikan Event Kabogorfest 2025
-
20 Mei 2025
Kabandiklat Kejaksaan Agung Pimpin Upacara Harkitnas ke 117 Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat
-
30 Sep 2026
Bupati Rudy Susmanto Kebagian Normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg Capai 1,72 Kilometer


