Breaking News

1.395 Tahun Kepergian Rasulullah SAW, Cahaya Keteladanan Tetap Hidup

1.395 Tahun Kepergian Rasulullah SAW, Cahaya Keteladanan Tetap Hidup

Liputan08.com, CIBINONG – Senin, 8 Juni 2026, menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang wafatnya Nabi Muhammad SAW, sosok teladan yang membawa risalah Islam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Berdasarkan catatan sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah atau sekitar tahun 632 Masehi. Jika dihitung hingga tahun 2026, peristiwa tersebut telah berlangsung sekitar 1.394–1.395 tahun yang lalu.

Menjelang wafatnya, Rasulullah SAW mengalami sakit selama beberapa hari. Meski kondisi kesehatannya menurun, beliau tetap memberikan nasihat kepada umatnya agar senantiasa menjaga salat, persaudaraan, dan berpegang teguh pada ajaran Islam. Dalam masa-masa terakhir kehidupannya, Nabi Muhammad SAW dirawat di rumah istrinya, Sayidah Aisyah RA.

Pada hari Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriah, Rasulullah SAW mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 63 tahun. Kepergian beliau menimbulkan duka mendalam bagi para sahabat dan seluruh umat Islam. Bahkan, sebagian sahabat sempat tidak percaya bahwa Rasulullah SAW telah wafat karena begitu besarnya kecintaan mereka kepada beliau.

Namun, sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menenangkan umat dengan pidato yang terkenal: bahwa siapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah wafat, tetapi siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.

Peringatan wafat Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak, kejujuran, kesabaran, dan kepemimpinan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga peringatan wafat Rasulullah SAW menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga persatuan dan persaudaraan sesama umat manusia. (Zakar)

 

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya