liputan08.com JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyoroti adanya perbedaan pandangan ahli dalam sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola PT Pertamina periode 2019 hingga 2023. Persidangan tersebut digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan siaran pers dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia, agenda sidang kali ini berfokus pada pemeriksaan ahli a de charge atau ahli yang meringankan, yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum para terdakwa.
Para terdakwa dalam perkara ini yakni Hasto Wibowo, Toto Nugroho, Dwi Sudarsono, Hanung Budya Yuktyanta, dan Martin Haendra Nata. Tim penasihat hukum menghadirkan dua orang ahli, yaitu Yuli Hernawati sebagai ahli administrasi negara dan keuangan negara, serta Alexander Marwata sebagai ahli hukum pidana.
Jaksa Penuntut Umum Nasrullah Syam memberikan catatan penting terhadap keterangan yang disampaikan oleh Yuli Hernawati. Menurutnya, ahli tersebut menyatakan bahwa kekayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan merupakan bagian dari keuangan negara.
“Pihak JPU memandang bahwa momentum ini merupakan kesempatan bagi pihak terdakwa untuk memberikan pembelaan atau membenarkan tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh mereka,” ujar Nasrullah Syam dalam persidangan.
Ia menegaskan bahwa pandangan tersebut berbeda secara signifikan dengan keterangan para ahli a charge atau ahli yang memberatkan yang sebelumnya dihadirkan oleh JPU.
Nasrullah juga menekankan bahwa JPU tetap berpegang pada dakwaan yang telah disusun. Menurutnya, pendapat para ahli yang dihadirkan pihak terdakwa bertentangan dengan konstruksi perkara serta alat bukti yang telah diajukan di hadapan majelis hakim.
“JPU tetap pada pendiriannya. Keterangan ahli yang dihadirkan hari ini sangat bertentangan dengan isi dakwaan yang telah disusun oleh tim JPU dan tidak sejalan dengan berbagai bukti kuat yang telah diajukan dalam persidangan sebelumnya,” tegasnya.
Sidang perkara dugaan korupsi tata kelola Pertamina ini masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan lanjutan sebelum memasuki tahapan tuntutan.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses persidangan secara profesional dan transparan.
Editor: Redaksi
Sumber: Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung
Tags: Korupsi Pertamina
Baca Juga
-
28 Nov 2025
Jamintel Tegaskan Peran Intelijen Kejaksaan dalam Bela Negara di Era Digital pada Dies Natalis ke-48 UPN Veteran Jakarta
-
21 Apr 2026
Perkuat Sinergi Daerah dan Militer, Rudy Susmanto Silaturahmi dengan Komando Pasukan Khusus
-
11 Jun 2026
Pelarian Berakhir, Buronan Korupsi Dana Sertifikat Tanah Rp1,2 Miliar Ditangkap di Kuantan Singingi
-
17 Des 2025
Dari Mimbar Masjid DPP Golkar, KH DR Dian Assafri Nasai: Pejabat Wajib Punya Budaya Malu, Jangan Jadi Raja Kecil
-
12 Agu 2025
TNI Kawal Ketat Kejaksaan di Jateng dan DIY: Sinergi Strategis Jaga Kedaulatan dan Tegakkan Hukum Tanpa Intervensi
-
17 Nov 2025
Dr. Kaelany HD., MA: Akademisi, Cendekiawan, dan Jurnalis yang Terpilih sebagai Tokoh Pendidikan Hasil Penelusuran Tiga Media Nasional
Rekomendasi lainnya
-
04 Mar 2026
Peradilan Sesat di PN Pekanbaru: Menggugat Kriminalisasi Jekson Sihombing dan Runtuhnya Pilar Keadilan
-
26 Nov 2024
Kepada Pemprov Sumsel Kejati Sumsel Serahkan Pengelola Barang Bukti Aset Yayasan Batanghari Sembilan
-
07 Apr 2026
Eks Dirut Pertamina Nicke Widyawati Jadi Saksi Kunci, JPU Perkuat Dakwaan Korupsi Minyak
-
18 Agu 2026
KPK Telusuri Aliran Dana Suap Bupati Kuansing, Ketua DPRD Diperiksa
-
06 Sep 2025
Wilson Lalengke Kecam Ketua PGRI Riau: Pernyataan Soal Wartawan dan Dana BOS Langgar Prinsip Transparansi dan UU Pers
-
03 Apr 2026
Sidang Korupsi Pertamina Bikin Kaget: Solar Dijual di Bawah Harga Produksi





