liputan08.com Jakarta, 10 Desember 2025 — Advokat Persaudaraan Islam (API) DKI Jakarta menyampaikan keberatan atas lambannya perkembangan laporan dugaan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur yang saat ini ditangani Polda Metro Jaya. Mereka menilai penyidik belum menunjukkan langkah signifikan sejak laporan tersebut disampaikan pada akhir Oktober 2025.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, para advokat menyampaikan bahwa hingga lebih dari satu bulan sejak laporan dibuat, perkara masih berada pada tahap penyelidikan. API meminta Polri memberikan atensi khusus mengingat perkara kekerasan seksual terhadap anak dikategorikan sebagai tindak pidana serius dan memerlukan penanganan yang cepat.
Laporan Masuk 31 Oktober, Perkara Masih Tahap Penyelidikan
Pelapor, orang tua dari anak berinisial A.H.E.F, telah membuat laporan polisi Nomor: LP/B/7840/X/2025/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 31 Oktober 2025. Laporan tersebut terkait dugaan Tindak Pidana Perlindungan Anak sebagaimana diatur dalam:
Pasal 76E jo Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014, dan/atau
Pasal 76D jo Pasal 81 UU Perlindungan Anak.
Pihak API menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada peningkatan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan. Mereka menilai keterlambatan tersebut dapat berdampak pada perlindungan korban.
API DKI Jakarta juga menyampaikan bahwa pihaknya telah dua kali mengajukan permohonan resmi untuk percepatan penanganan melalui surat:
No. 025/SPm/API-JAKARTA/XI/2025, tertanggal 4 November 2025
No. 011/SPm/API-JAKARTA/XII/2025, tertanggal 3 Desember 2025
Namun, menurut mereka, hingga surat kedua disampaikan belum terdapat perkembangan yang mereka anggap signifikan.
Kekhawatiran Terhadap Keselamatan Korban
Dalam keterangannya, API menyebutkan adanya dugaan ancaman terhadap korban dan keluarga pelapor. Mereka meminta Polri memberikan perlindungan maksimal sesuai mandat UU Perlindungan Anak dan prinsip the best interest of the child.
Redaksi menegaskan bahwa seluruh informasi terkait dugaan ancaman maupun keterlibatan terlapor masih harus dibuktikan melalui proses hukum. Terlapor tetap berada dalam posisi praduga tak bersalah.
API DKI Jakarta menyampaikan lima poin desakan kepada Polri:
1. Melakukan percepatan penanganan dan menaikkan status perkara apabila ditemukan alat bukti yang cukup.
2. Melakukan langkah penegakan hukum sesuai SOP termasuk penetapan tersangka dan penahanan, apabila memenuhi unsur pidana.
3. Memberikan perlindungan hukum terhadap korban dan keluarga
4. Menjalankan amanat UU Perlindungan Anak serta Konvensi Hak Anak secara konsisten.
5. Menjaga profesionalisme agar proses berjalan transparan dan akuntabel.
Aziz Yanuar P., S.H., M.H., M.M., bersama Irvan Ardiansyah, S.H., mengatakan bahwa pihaknya berharap penyidik dapat bertindak cepat sesuai ketentuan hukum.
“Kasus kekerasan seksual terhadap anak adalah tindak pidana serius. Kami berharap Polri dapat mempercepat proses agar korban mendapatkan perlindungan maksimal sekaligus kepastian hukum,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari Polda Metro Jaya terkait keberatan dan desakan yang disampaikan API DKI Jakarta.
(Dion)
Tags: API DKI Jakarta
Baca Juga
-
17 Okt 2025
Pemkab Bogor Raih Juara 1 Mandaya Awards 2025 Berkat Inovasi Samisade
-
20 Nov 2025
ANTAM dan Aparat Gabungan Tertibkan Tambang Ilegal di Nanggung, Dua Titik Ditutup
-
01 Okt 2025
Kejati Kepri Tahan Dua Tersangka Baru Korupsi PNBP Jasa Pemanduan Kapal, Rugikan Negara Rp4,5 Miliar
-
16 Jan 2026
Ketua DPRD Bogor Sastra Winara: Sinergi dengan Paspampres Penting Jaga Stabilitas Keamanan Daerah
-
01 Okt 2025
Dari Kampus ke PBB: Alumni PPKn Universitas Riau Suarakan HAM di Panggung Dunia
-
19 Nov 2025
Kejaksaan RI Bertransformasi: Reformasi SDM, Kinerja Masif, dan Penegakan Hukum Humanis
Rekomendasi lainnya
-
07 Agu 2025
Kejaksaan Tinggi Sumsel Sikat Koruptor: Uang Rp506 Miliar Disita, Aset Rp400 Miliar Dibekukan
-
16 Des 2025
Kejaksaan dan Polri Perkuat Sinergitas Sambut KUHP dan KUHAP Baru 2026
-
06 Nov 2025
Megawati vs Soeharto: Dendam Sejarah yang Tak Kunjung Pensiun
-
16 Jan 2026
Perkuat Keamanan Kenegaraan, Bupati Bogor Silaturahmi dengan Komandan Paspampres RI
-
18 Sep 2025
Korupsi Mengerikan di Dunia Pendidikan: Kejaksaan Agung Periksa 6 Saksi Terkait Digitalisasi Kemendikbudristek
-
13 Okt 2025
Konsolidasi MBG di Sentul: Kepala Dapur Lulusan SPPI Batch 3 Desak Kepastian Status Kepegawaian




