liputan08.com Semarang – Warga Kelurahan Mangunharjo RW 1, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, kembali menyuarakan kebutuhan mendesak atas layanan air bersih dari Perumda Air Minum (PDAM) Kota Semarang. Hingga kini, warga masih mengandalkan sumber air sumur bor dan air tanah artesis yang kerap mengalami gangguan, terutama pada periode musim kemarau.
Gangguan suplai air bersih tersebut menyebabkan sebagian warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Selain faktor pengeringan sumber air saat cuaca panas, kerusakan pada mesin pompa artesis juga menjadi penyebab utama terhentinya pasokan air dalam durasi yang cukup lama.
“Kadang air mati sampai tiga hari. Saat musim kemarau, sumur artesis sering kering, dan ketika mesinnya rusak, suplai air tidak mengalir sama sekali. Warga benar-benar kesulitan,” ujar Ahmad, warga Perumahan Balok Felicity, Selasa (18/11/2025).
Ahmad menjelaskan bahwa dirinya bersama warga lain telah berkoordinasi dengan Ketua RW 1 untuk melakukan pendataan jumlah warga yang membutuhkan sambungan PDAM. Pendataan tersebut diperlukan sebagai syarat administrasi sebelum pengajuan resmi diajukan kepada PDAM.
“Kami sudah meminta Pak RW untuk mendata seluruh warga RW 1 yang membutuhkan sambungan PDAM. Harapannya, dengan data lengkap, proses pengajuan bisa segera dilakukan dan memperoleh respons cepat dari PDAM,” katanya.
Aspirasi warga Mangunharjo RW 1 memperoleh dukungan dari Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi Partai Demokrat, Danur Resprianto. Ia menegaskan bahwa pemenuhan akses air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus mendapat prioritas.
“Ketersediaan air bersih adalah hak fundamental setiap warga. DPRD siap memfasilitasi dan mengawal permohonan warga RW 1 Mangunharjo sampai ke PDAM Kota Semarang. Kami mendorong agar segera dilakukan pelengkapan data warga sehingga proses pengajuan dapat diproses tanpa hambatan,” tegas Danur Resprianto.
Ia juga mengapresiasi langkah proaktif pengurus lingkungan, terutama RW 1, yang telah mengoordinasikan kebutuhan warganya dengan baik.
“Peran RW sangat penting dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat secara sistematis. Kami mengapresiasi inisiatif warga dan Pak RW yang terus menyuarakan persoalan ini. Kami siap mengawal hingga ada solusi konkret dari PDAM,” tambahnya.
Pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan perumahan di Mangunharjo RW 1 semakin meningkatkan kebutuhan akan layanan air bersih yang stabil. Ketergantungan pada sumur artesis dinilai tidak lagi memadai karena kondisi geografis dan beban penggunaan yang terus meningkat.
Warga berharap PDAM Kota Semarang dapat memberikan prioritas terhadap pengajuan tersebut agar persoalan air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun dapat segera teratasi secara permanen. Implementasi layanan PDAM diharapkan mampu memberikan kepastian suplai air bersih yang lebih aman, stabil, serta memenuhi standar kesehatan.
(Ines)
Tags: DPRD Kota Semarang
Baca Juga
-
25 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa Lima Saksi dalam Kasus Korupsi Impor Gula
-
20 Agu 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak PMI Kolaborasi Dukung Pelayanan Masyarakat, Siap Wujudkan Rumah Sakit PMI
-
03 Jul 2025
Koruptor Rp10 M Disergap Tengah Malam, Ternyata Cuma Berani Korup, Nggak Berani Tanggung Jawab
-
25 Apr 2026
Wawancara Eksklusif Gus Sholeh: Pengusaha Sukses yang Menjadikan Zakat dan Sedekah Pilar Bisnis
-
02 Jun 2025
Penerapan SPMB untuk Sekolah Dinilai Ciptakan Kasta Pendidikan, Dosen dan Orang Tua Kritik Tajam Sistem Seleksi Baru
-
29 Mei 2025
Rudy Susmanto Lantik 329 Kepala Sekolah Didik Anak dengan Hati
Rekomendasi lainnya
-
16 Jan 2025
Pj. Bupati Bogor Salurkan 400 Sak Semen untuk Perbaikan Sarana di Cisarua
-
24 Nov 2025
Keterbukaan Anggaran Dipertanyakan, Peserta Sosialisasi DLH Dikagetkan Penawaran Alat Pengolah Limbah Rp100 Juta
-
19 Jun 2026
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Apresiasi Pelantikan 32 Pejabat untuk Perkuat Pelayanan Publik
-
14 Feb 2025
Dua Operator Desa di Tangerang Ditahan! Diduga Korupsi APBDes 2024, Negara Rugi Miliaran Rupiah
-
31 Jan 2025
Patriot Indonesia Pulang dengan Kebanggaan Usai Tampil Gemilang di Parade Republik India
-
11 Des 2025
Dana BOS Diduga Tidak Transparan, Akademisi dan Aktivis Minta Penyaluran Dibekukan dan Diaudit Total





