liputan08.com Cibinong — Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bappedalitbang menggelar Forum Investasi dan Tata Ruang Kabupaten Bogor Tahun 2025 di Ruang Pangrango, Hotel Harris Cibinong City Mall, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan investasi dengan penataan ruang yang berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa investasi harus berjalan seiring dengan tata ruang agar dapat memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara hak kepemilikan dan hak membangun sesuai rencana tata ruang.
“Banyak masyarakat menganggap sertifikat tanah otomatis memberikan kebebasan membangun. Padahal, harus sesuai ketentuan tata ruang dan tetap menjaga lingkungan,” tegas Ajat.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Bogor tengah menyiapkan dinas baru khusus pertanahan dan tata ruang untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan.
Ajat menambahkan bahwa percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) akan memberikan kepastian hukum bagi investor, sekaligus mendorong spatial economics sebagai basis peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji memaparkan arah kebijakan penataan ruang berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang RTRW Kabupaten Bogor 2024–2044. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Bogor telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional serta kawasan andalan Bopunjur yang membuka peluang investasi besar dalam sektor industri, pariwisata, pertanian, dan perikanan.
“Kami menetapkan delapan kebijakan dan 35 strategi yang mencakup pemukiman, transportasi ramah lingkungan, pengembangan kawasan ekonomi, hingga perlindungan ekologis,” jelasnya.
Dalam RTRW tersebut, Pemkab Bogor membagi wilayah pengembangan menjadi tiga zona:
Wilayah Barat: industri, pertanian, pariwisata (Tenjo, Parung Panjang, Rumpin)
Wilayah Tengah: pusat pemerintahan dan layanan publik
Wilayah Timur: kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan baru, termasuk rencana Ibu Kota Kabupaten di Jonggol dan Sukamakmur
Untuk mendukung transparansi dan akses data publik, Bappedalitbang memperkenalkan platform digital KABISA (Kabupaten Bogor Satu Peta) yang memuat lebih dari 70 layer data spasial dan dapat diakses secara daring. Melalui platform tersebut, masyarakat dan investor dapat menelusuri peta tematik dan memastikan kesesuaian tata ruang secara real-time.
Dengan forum ini, Pemkab Bogor menegaskan komitmennya menghadirkan perencanaan tata ruang yang terukur, kolaboratif, dan berpihak pada pembangunan berkelanjutan.
Tags: Ajat Rochmat Jatnika, Bappedalitbang, Sekda Kabupaten Bogor
Baca Juga
-
21 Mei 2025
Gebyar Gotong Royong, Bupati Rudy Susmanto Hadirkan Pelayanan Publik dan Semangat Kebersamaan di Citeureup
-
12 Des 2025
Pemkot Bogor dan PT INKA Teken MoU Pengembangan Trem Perkotaan
-
09 Des 2025
Usulan Pembangunan Halte di Exit Tol Jagorawi, KH Achmad Yaudin Sogir Siap Perjuangkan Aspirasi Warga
-
02 Nov 2025
CFD Tegar Beriman Disambut Antusias, Rudy Susmanto Wacanakan Jadi Agenda Rutin
-
31 Jan 2025
Pemkab Bogor Gencarkan Panen dan Edukasi Cabai untuk Kendalikan Harga
-
26 Mar 2025
Presiden Prabowo Subianto Berikan Dukungan Langsung kepada Timnas Indonesia Jelang Laga Krusial Melawan Bahrain
Rekomendasi lainnya
-
03 Feb 2025
HUT Koarmada RI: Kepemimpinan Laksdya Denih Hendrata Perkuat Kedaulatan Laut Indonesia
-
30 Sep 2026
Pemkab Bogor Perkuat Budaya Literasi Pelajar Lewat Perpustakaan Keliling
-
18 Mar 2026
Bupati Rudy Susmanto Berangkatkan 4.000 Pemudik, Program Mudik Gratis Bogor 2026 Pecahkan Rekor
-
23 Apr 2025
Ngeri, Korupsi Menjalar Sampai Istri hingga Sopir Kejagung Periksa 10 Saksi Skandal Suap PN Jakpus
-
22 Jul 2026
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Apresiasi Bakti Sosial TNI AU, Wujud Nyata Kepedulian kepada Masyarakat
-
21 Agu 2026
Kampanye Anti-Bullying Tim II KKN UNDIP 2026, Dorong Siswa SDN 1 Purworejo Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Saling Menghargai









