Liputan08.com – Kejaksaan Agung Republik Indonesia terus menggempur praktik rasuah di tubuh BUMN strategis. Kali ini, giliran delapan orang saksi diperiksa oleh Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS), terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) periode 2018 hingga 2023.
Pemeriksaan dilakukan pada Selasa, 27 Mei 2025, sebagai upaya memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara atas nama Tersangka YF dan kawan-kawan (dkk). Para saksi berasal dari berbagai latar belakang jabatan strategis, baik di Pertamina maupun institusi perbankan.
Berikut delapan saksi yang diperiksa:
1. ABP – Manager Key Account Industri PT Pertamina (Persero) periode 2018–2021
2. AS – Direktur Niaga PT Pertamina International Shipping (PIS)
3. JVB – Department Head Sector Shipping Industry 2 Bank Mandiri
4. ARI – Risk Management Bank Mandiri
5. FM – Group Head Commercial Banking 3
6. TPM – Pegawai Kantor KPP Minyak dan Gas Bumi
7. HW – SVP ISC tahun 2019–2021 PT Pertamina (Persero)
8. DS – VP Crude & Product Trading ISC PT Pertamina (Persero)
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum, menegaskan bahwa Kejaksaan tidak akan mentolerir praktik-praktik koruptif yang merugikan negara, apalagi pada sektor energi yang vital bagi rakyat.
“Kami tegaskan, Kejaksaan Agung berkomitmen menindak tegas siapa pun yang terlibat, termasuk mereka yang berlindung di balik jabatan strategis. Tidak ada tempat aman bagi koruptor,” ujar Dr. Harli Siregar.(28/5/2025)
Senada dengan itu, Kepala Bidang Media dan Kehumasan, M. Irwan Datuiding, S.H., M.H., menyebut bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari strategi penyidikan komprehensif dalam membongkar skema kejahatan korporasi yang diduga telah berlangsung bertahun-tahun.
“Dugaan korupsi ini sangat kompleks karena melibatkan beberapa entitas strategis. Kami akan ungkap semuanya, dari hulu hingga hilir,” tegas Irwan.
Sementara itu, Kasubid Kehumasan, Dr. Andrie Wahyu Setiawan, S.H., S.Sos., M.H., menambahkan bahwa publik berhak mengetahui proses penegakan hukum yang tengah dilakukan, termasuk keterlibatan para pihak.
“Kami terus mengedepankan transparansi dalam penanganan perkara ini. Masyarakat pantas tahu sejauh mana keadilan ditegakkan,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi salah satu perhatian publik karena menyangkut tata kelola sektor energi nasional yang berdampak langsung pada perekonomian negara. Kejaksaan Agung pun memastikan proses penyidikan akan berjalan tuntas dan akuntabel.
Reporter: Zakar
Tags: Tak Ada Tempat Aman Bagi Koruptor Kejagung Periksa 8 Saksi Kasus Minyak Mentah Pertamina
Baca Juga
-
05 Apr 2026
CFD Cibinong Kembali Ramai, Rudy Susmanto Dorong UMKM Bangkit Pasca Lebaran
-
22 Nov 2024
Babinsa Jayengan Sambang dan Berikan Motivasi Kepada Pelaku UMKM
-
05 Okt 2025
Dedie Rachim Ajak Ribuan Pelari Promosikan Wisata Kota Bogor di Hari Pariwisata Dunia 2025
-
30 Jan 2025
Gerebek Sarang Narkoba di Pulo Dogom 20 Orang Diamankan Tim Gabungan Kodim 0209/LB dan Polres Labuhanbatu
-
30 Mar 2026
Rudy Susmanto Aktifkan Kembali CFD Tegar Beriman, Warga Bogor Dimanjakan Layanan Publik dan Hiburan
-
28 Okt 2025
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Pemuda Jadi Penentu Sejarah di Hari Sumpah Pemuda ke-97
Rekomendasi lainnya
-
12 Nov 2024
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Pembangunan Berkelanjutan di Coffee Morning Pemkab Bogor
-
12 Feb 2025
KH Achmad Yaudin Sogir Apresiasi Babakan Madang Sebagai Penyumbang PAD ke-6, Siap Kawal Aspirasi Warga
-
31 Des 2024
Dandim 0621/Kab. Bogor Resmikan Perehaban Rumah Dinas Prajurit
-
02 Jan 2026
Pelayanan Tak Lagi Terpusat, Pemkab Bogor Siapkan MPP di Bogor Barat dan Timur
-
07 Agu 2025
Semarak HUT ke-80 RI, Bupati Bogor Bagikan Bendera Merah Putih dan Ajak Warga Kobarkan Semangat Nasionalisme
-
26 Nov 2024
Kejaksaan Agung Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi dalam Penanganan Perkara Ronald Tannur





