Liputan08.com – Komisi IV DPRD Kota Bogor menyampaikan kekecewaannya terhadap surat edaran yang beredar luas di masyarakat, yang ditandatangani oleh Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir. Surat tersebut berisi permohonan rekomendasi terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi pejabat struktural di RSUD Kota Bogor, dengan usulan penambahan penghasilan sebesar lima persen dari anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bogor.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, secara tegas menyoroti permohonan tersebut sebagai tindakan yang tidak etis, mengingat kondisi keuangan daerah saat ini menuntut efisiensi anggaran. Menurutnya, dalam situasi yang memerlukan prioritas anggaran untuk kepentingan masyarakat, pengajuan tambahan dana untuk kepentingan pejabat struktural justru menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap kebutuhan layanan publik.
“Ini adalah tindakan yang tidak elok dan tidak menunjukkan empati. Dalam kondisi di mana efisiensi anggaran menjadi keharusan, seharusnya dana yang ada diprioritaskan untuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan pejabat struktural,” ujar Endah pada Selasa (25/3/2025).
Lebih lanjut, Endah mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait layanan kesehatan di RSUD Kota Bogor yang dinilai belum optimal. Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar, termasuk kekosongan stok obat, pasien yang tidak terlayani dengan baik, hingga kondisi pegawai yang kurang mendapat perhatian, seperti seragam kerja yang sudah tidak layak pakai.
“Yang seharusnya menjadi perhatian manajemen adalah peningkatan kualitas layanan dan kesejahteraan pegawai yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Banyak laporan yang masuk kepada kami, mulai dari pasien yang tidak mendapatkan obat hingga pegawai yang mengenakan seragam lusuh. Ini bukan sekadar masalah administratif, tetapi menunjukkan lemahnya perhatian terhadap aspek fundamental pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Dengan adanya polemik ini, Endah meminta agar manajemen RSUD Kota Bogor lebih mengutamakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran serta berempati terhadap kondisi pelayanan kesehatan yang masih membutuhkan banyak perbaikan.
(Zakar )
Baca Juga
-
13 Jun 2025
Pengunjung Kabogorfest 2025 Apresiasi Kebersihan dan Hiburan, Minta Fasilitas Umum Ditingkatkan
-
11 Apr 2026
Pengukuhan PC Muslimat NU Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir: Kaum Ibu adalah Pilar Kekuatan Bangsa
-
18 Agu 2026
Tawuran Pelajar Kembali Terjadi, Orang Tua dan Guru Diminta Perketat Pengawasan Anak
-
21 Okt 2025
Bappenda Kabupaten Bogor Raih Nilai IKM 82,26, Perpanjang Relaksasi Pajak untuk Ringankan Beban Warga
-
09 Mei 2026
Hadiri Wasev TMMD ke-128, Jaro Ade Dorong Percepatan Pembangunan Desa di Cigudeg
-
31 Des 2024
Perbedaan Status Tanah Kementerian Kehutanan dan Tanah Perhutani
Rekomendasi lainnya
-
12 Mei 2026
Penumpukan Sampah Hampir Sebulan di Kelurahan Cengkareng Barat Dikeluhkan Warga, Koordinasi Pengurus Lingkungan Dipertanyakan
-
23 Jan 2025
Jaksa Agung dan BAP DPD RI Bahas Akuntabilitas Kerugian Negara dalam Rapat Konsultasi
-
23 Jan 2025
Mitigasi Perubahan Iklim Perumda Tirta Kahuripan Bogor Pulihkan Debit Air Bersih Melalui Konservasi Sumber Mata Air
-
18 Okt 2025
Warga Dua Desa di Megamendung Keluhkan Jalan Rusak Bertahun-Tahun, Minta Pemkab Bogor Turun Tangan
-
17 Apr 2025
Dalam Dua Jam Dua Pengedar Sabu Tumbang di Tangan Polisi Sragen! Kapolres Laporkan Kami Sikat!
-
24 Jul 2026
UKW 77-78-79 di Majalengka, 93 Persen Lebih Wartawan Dinyatakan Kompeten





