Liputan08.com Palembang, 5 Februari 2025 – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) berhasil mengamankan buronan kasus korupsi, Leksi Yandi, SP Bin Kusnadi, di sebuah pom bensin di Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat, pada Selasa (4/2/2025) pukul 18.30 WIB.
Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Adi Chandra, S.H., M.H., Ketua Tim Tabur Kejati Sumsel, dengan dukungan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) serta Tim SIRI Kejaksaan Agung RI. Setelah ditangkap, terpidana langsung dititipkan ke Rutan Cabang Salemba, Jakarta Selatan, sebelum dibawa ke Palembang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus Korupsi Pengadaan Alat Pencegahan COVID-19
Leksi Yandi merupakan terpidana dalam kasus korupsi pengadaan alat pencegahan COVID-19 di 34 desa di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan dan Kecamatan Muaradua Kisam, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Kasus ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp734.778.813 berdasarkan audit keuangan.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang dalam putusan Nomor 73/Pid.Sus-TPK/2023/PN Plg tanggal 6 Februari 2024 menyatakan Leksi Yandi bersalah melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Vonis Berat: 8 Tahun Penjara dan Denda Rp400 Juta
Dalam putusan pengadilan, Leksi Yandi divonis 8 tahun penjara dan denda Rp400 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan 6 bulan. Selain itu, ia diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp734.778.813. Jika tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang oleh jaksa. Jika tidak memiliki harta yang mencukupi, ia harus menjalani tambahan hukuman 2 tahun penjara.
Buronan Selama 1,5 Tahun
Leksi Yandi telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 1 tahun 6 bulan, sejak permohonan pencarian diterbitkan oleh Kejari OKU Selatan pada 16 Agustus 2023.
Setelah dilakukan pelacakan intensif, tim Tabur akhirnya menemukan keberadaan Leksi Yandi di Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat, saat ia sedang mengisi bahan bakar. Penangkapan berlangsung lancar tanpa perlawanan.
Langkah Hukum Selanjutnya
Hari ini, Rabu (5/2/2025), terpidana langsung dibawa ke Kantor Kejati Sumsel untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, S.H., M.H., mengapresiasi kerja keras tim dalam menangkap buronan korupsi ini. “Keberhasilan ini merupakan komitmen Kejaksaan dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi,” ujarnya.
Pihak Kejaksaan juga mengimbau para buronan kasus korupsi lainnya untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan hukum serupa.
Penulis:Zakar
Tags: Tim Tabur Kejati Sumsel Tangkap Buronan Korupsi Rp734 Juta di Cibinong
Baca Juga
-
24 Jan 2025
Studi Banding ke Kabupaten Bogor, Pansus VIII DPRD Banjarbaru Gali Strategi Inovatif Atasi Stunting
-
21 Jun 2025
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek
-
09 Jan 2026
DLH dan Satpol PP Kabupaten Bogor Segel Usaha Pengelolaan Limbah B3 di Parungpanjang
-
18 Mar 2025
Pemkab Bogor Gelar Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025-2029, Jaro Ade: Bogor Harus Dibangun Sesuai Kebutuhan Masyarakat
-
22 Mar 2025
Hukum Meminta THR Menjelang Idulfitri dalam Pandangan Islam Kajian oleh KH Achmad Yaudin Sogir
-
15 Okt 2024
JAM-Intelijen Tekankan Peran Intelijen Hukum dalam Pembangunan Nasional di Acara Bincang Hukum CNBC
Rekomendasi lainnya
-
19 Des 2024
Kejaksaan Agung Gelar Rapat Perdana Desk Koordinasi Devisa Soroti Kebocoran Penerimaan Negara
-
17 Feb 2025
Pj. Bupati Bogor Lepas Jamaah Umroh FKS Patuh Jabar: Titip Doa untuk Bangsa
-
18 Sep 2025
Anggota DPRD Bogor Usep Nukliri Tinjau Langsung Rumah Ambruk di Desa Batu Tulis
-
14 Nov 2025
Babak Baru PWI Kabupaten Bogor: Dua Figur Satu Komitmen, Bersatu untuk Marwah Pers
-
20 Jan 2025
Cegah Tawuran Dini Hari Polisi Tangkap 8 Remaja Bersenjata di Jakarta Utara
-
20 Jan 2025
Jaksa Agung Penegakan Hukum Humanis Berbasis Pancasila Wujudkan Keadilan yang Substansial




