liputan08.com CISARUA – Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat literasi serta kecakapan digital generasi muda. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Content Creator yang mendorong siswa dan guru agar mampu memanfaatkan media digital secara kreatif, produktif, etis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 September 2026, di Cisarua tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri atas siswa dan guru. Bimtek menghadirkan narasumber dari Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Jakarta dan Bandung, akademisi, praktisi media sosial, serta content creator.
Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, mengatakan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola belajar, komunikasi, akses informasi, hingga cara masyarakat menyampaikan gagasan.
Menurutnya, perkembangan tersebut sekaligus membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga berperan sebagai kreator yang mampu menghasilkan informasi dan karya digital yang memberikan manfaat.
“Menjadi seorang content creator bukan hanya tentang bagaimana membuat video yang menarik atau mendapatkan banyak penonton. Lebih dari itu, content creator harus mampu membuat konten yang bermanfaat, kreatif, informatif, beretika, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bambang.
Ia mendorong para siswa memanfaatkan perangkat digital yang dimiliki sebagai sarana pembelajaran, pengembangan kreativitas, serta ruang untuk menghasilkan karya positif. Berbagai potensi Kabupaten Bogor, mulai dari pendidikan, budaya, lingkungan, pariwisata, UMKM hingga prestasi generasi muda, dapat dikembangkan menjadi materi konten yang edukatif dan inspiratif.
“Buatlah konten yang mengangkat kreativitas siswa, prestasi sekolah, budaya Kabupaten Bogor, lingkungan, pendidikan, pariwisata, UMKM, maupun berbagai kegiatan positif lainnya,” katanya.
Bambang juga menekankan pentingnya literasi informasi dalam aktivitas digital. Menurutnya, kreativitas dalam membuat konten harus berjalan seiring dengan kemampuan memverifikasi informasi, memahami etika komunikasi, serta mempertimbangkan dampak setiap konten terhadap masyarakat.
“Sebelum membuat dan membagikan sebuah konten, biasakan bertanya kepada diri sendiri: apakah konten ini benar, apakah konten ini bermanfaat, dan apakah konten ini tidak merugikan orang lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor melalui Diskominfo akan terus mendorong peningkatan literasi dan kecakapan digital masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang maju, aman, santun, kreatif, dan bertanggung jawab.
“Kita ingin melihat dari Kabupaten Bogor lahir content creator-content creator muda yang kreatif dan inspiratif, serta guru-guru yang mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran dan penyebarluasan informasi positif,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan SDM Komdigi Jakarta, Kementerian Komdigi, Dea Rahman, mengapresiasi pelaksanaan Bimtek Content Creator di Kabupaten Bogor. Ia menilai kemampuan membuat konten digital saat ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dan tidak terbatas pada kelompok tertentu.
“Content creator itu tidak hanya untuk satu golongan atau kategori peserta saja, tetapi sekarang semua orang bisa menjadi content creator,” kata Dea.
Menurutnya, pelatihan semacam ini memiliki nilai strategis dalam memperluas akses edukasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi konten digital. Namun, kemampuan teknis perlu diimbangi dengan kesadaran dalam menggunakan media sosial secara proporsional dan bertanggung jawab.
“Media sosial memiliki banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan atau raih. Namun, di sisi lain, sisi negatifnya juga banyak,” ujarnya.
Karena itu, Dea mengingatkan para siswa agar tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas di tengah meningkatnya aktivitas bermedia sosial dan pembuatan konten.
“Jangan sampai waktu kita habis hanya untuk menggunakan media sosial. Jangan lupa masih ada tugas utama, yaitu belajar. Menjadi content creator tentu boleh, tetapi tetap utamakan belajar dengan baik,” tandasnya.
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
12 Jan 2026
Jaga Lingkungan dan Kualitas Udara, Pemkot Bogor dan Komunitas Vespa Tanam Pohon di R3
-
25 Okt 2024
Kejaksaan Agung Periksa 2 Saksi Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU PT Duta Palma
-
05 Nov 2024
Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Tetapkan Satu Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan LRT
-
07 Jul 2025
JAM-Was Pimpin Apel Gabungan Kejaksaan Agung: Tegaskan Disiplin dan Integritas Pegawai Jadi Pilar Kepercayaan Publik
-
26 Jun 2026
Diskominfo Sosialisasikan PSE Demi Tata Kelola Sistem Elektronik yang Tertib dan Terintegrasi
-
14 Okt 2025
Bupati Bogor dan Taman Safari Indonesia Bahas Pengembangan Edukasi dan Konservasi Satwa
Rekomendasi lainnya
-
06 Des 2024
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula
-
08 Jan 2026
Bupati Bogor Apresiasi Dedikasi Damkar: Garda Terdepan Penyelamatan Warga
-
28 Jan 2025
Polres Purworejo Tangkap Pasangan Pencuri, Beraksi di Delapan Lokasi
-
19 Jun 2025
Polres Semarang Polda Jateng Gelar Anjangsana untuk Personel Sakit dan Warakawuri
-
02 Okt 2025
Wakil Wali Kota Bogor Tekankan Satu Komando Penanganan Stunting, Dorong DPRD Jadi Bapak Asuh
-
04 Des 2024
JAM DATUN dan PT Nindya Karya Jalin Kerja Sama Mitigasi Risiko Hukum di Sektor Konstruksi





