CARIU – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, menegaskan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Antikorupsi yang digelar Pemkab Bogor melalui Inspektorat di Kecamatan Cariu, Selasa (22/9).
Menurut KH Achmad, upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan. Setiap aparatur pemerintahan harus memiliki komitmen untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
“Dalam persoalan korupsi, ada prinsip ibda’ binafsih, awali dari diri kita sendiri. Kita semua sedang belajar dan harus terus saling mengingatkan,” ujar KH Achmad.
Ia mengingatkan, praktik korupsi dapat bermula dari hal kecil yang dianggap sepele. Karena itu, aparatur kecamatan maupun desa harus berhati-hati dalam mengelola administrasi, keuangan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Korupsi yang besar bisa saja berawal dari hal yang kecil. Kadang ada pemikiran, ‘Ah, tidak akan terlihat,’ atau ‘Ah, tidak akan ketahuan.’ Pola pikir seperti itulah yang harus kita hindari,” katanya.
KH Achmad menegaskan bahwa jabatan pemerintahan merupakan amanah karena berkaitan dengan pengelolaan uang rakyat dan pelayanan publik.
“Bapak-Ibu sebagai penyelenggara pemerintahan, pada hakikatnya sedang mengadministrasikan uang rakyat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Itu merupakan ibadah apabila dilakukan dengan benar dan memberikan kemudahan kepada masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi II Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Abdullah Muhammad Ihsan, mengingatkan peserta agar menjaga sikap dan perilaku agar tidak terjerumus dalam persoalan hukum. Ia menilai keuntungan materi dari tindakan melanggar hukum tidak sebanding dengan konsekuensi yang harus ditanggung.
“Termasuk ketika Bapak-Ibu mendapatkan uang receh, itu tidak sebanding dengan risikonya. Sebesar apa pun, tidak sebanding dengan konsekuensi yang nanti Bapak-Ibu terima,” katanya.
Camat Cariu, Pardi, menambahkan bahwa pencegahan korupsi membutuhkan kesadaran dan komitmen dari masing-masing individu. Menurutnya, aturan dan pengawasan akan lebih efektif apabila didukung kemauan untuk menghindari penyimpangan.
Kegiatan tersebut diikuti pejabat struktural dan fungsional kecamatan, pegawai kecamatan, kepala desa, sekretaris desa, serta masyarakat. Hadir pula Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Bogor, penyuluh antikorupsi, serta jajaran Inspektorat Kabupaten Bogor.
Pemkab Bogor berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai edukasi, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari melalui kepatuhan terhadap aturan, keterbukaan, dan penguatan integritas aparatur.
Tags: KH Ahmad Yaudin Sogir
Baca Juga
-
09 Agu 2026
NGERI! Tiga Negara Muslim Perkuat Pertahanan, Dunia Mulai Waspada
-
10 Apr 2025
Rutan Rengat Gelar Razia Rutin Demi Jaga Keamanan dan Ketertiban
-
05 Des 2024
CREW 8 Siap Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo Wujudkan Swasembada Pangan 2027
-
24 Agu 2025
Bupati Bogor Serahkan 442 Sepeda untuk Anak Desa Malasari, Dorong Pembangunan dan Ekonomi Lewat Fun Bike Halimun Salak 2025
-
23 Nov 2024
Tim Patroli Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Dua Aksi Tawuran Remaja dalam Semalam
-
08 Apr 2025
Usai Libur Lebaran, Bupati Bogor Rudy Susmanto Sidak RSUD dan Sekolah, Tegaskan Komitmen Bangun Layanan Publik Berkualitas
Rekomendasi lainnya
-
04 Nov 2024
Pj. Bupati Bogor Tegaskan ASN Harus Netral dalam Pilkada 2024 dan Siap Dukung Kelancaran Pemilu
-
31 Des 2024
Kilas Balik Capaian Kinerja Kejaksaan RI Tahun 2024 Optimalisasi Penegakan Hukum dan Pemulihan Keuangan Negara
-
27 Mei 2026
Iduladha 2026, Edwin Sumarga Serukan Semangat Berkurban dan Persatuan Umat di Kabupaten Bogor
-
15 Jul 2026
Tiga Sprindik Terbit, Tim Khusus Dibentuk: Jalan Keluar FA Makin Sempit
-
02 Des 2024
DEMA UIKA Bogor Audiensi dengan Kapolresta Kota Bogor Bahas Penanganan Judi Online
-
06 Feb 2025
Pemkab Bogor dan BRAC Global Perkuat Kolaborasi untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan





