Breaking News

CSR Antam Pongkor Berbuah Hasil, Kelompok Tani Garitan Jadi Percontohan Pemberdayaan Masyarakat

liputan08.com NANGGUNG, BOGOR — Upaya PT Antam Tbk UBPE Pongkor dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) mulai menunjukkan capaian positif. Salah satunya terlihat dari perkembangan Kelompok Tani Garitan di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Kelompok tani yang menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat PT Antam UBPE Pongkor tersebut kini berkembang dan mendapat perhatian dalam proses penilaian program PPM tingkat nasional. Bahkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan verifikasi langsung ke lokasi pada Jumat, 4 September 2026.

Verifikasi lapangan menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat secara langsung pelaksanaan program, keberlanjutan kegiatan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat penerima program.

Java Region CSR & ER Sub Division Head PT Antam UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, mengatakan verifikasi tersebut merupakan kelanjutan dari tahapan wawancara yang sebelumnya telah dilakukan dalam rangka penilaian program PPM.

“Dari Kementerian ESDM berkunjung untuk melakukan verifikasi lapangan. Ini sudah tahap berikutnya dari wawancara dalam rangka penilaian program PPM,” ujar Agustinus, Minggu, 6 September 2026.

Ia menjelaskan, proses penilaian tersebut diikuti ratusan perusahaan dari berbagai wilayah Indonesia. Setelah melewati tahapan seleksi dan wawancara, sekitar 23 perusahaan dinyatakan lolos ke tahap berikutnya, termasuk PT Antam Tbk UBPE Pongkor.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan hanya sekitar 12 hingga 13 perusahaan yang akan melanjutkan ke tahap final.

“Dari ratusan perusahaan yang mendaftar dan masuk tahapan wawancara, ada sekitar 23 perusahaan yang lolos, termasuk PT Antam Tbk UBPE Pongkor. Nanti dari 23 perusahaan ini yang akan lolos ke tahap final itu informasinya 12 atau 13 perusahaan,” jelasnya.

Menurut Agustinus, keikutsertaan Antam dalam proses penilaian tersebut tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan. Lebih jauh, proses tersebut menjadi ruang evaluasi untuk mengukur efektivitas program sekaligus memperoleh masukan dari pemangku kepentingan.

Ia menilai keterlibatan Kementerian ESDM sebagai kementerian pembina memberikan perspektif penting bagi perusahaan dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat agar semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Bagi kami mengikuti ajang seperti ini menjadi sarana untuk mendapatkan masukan, mendapatkan penilaian dari stakeholder, termasuk kementerian pembina kami yaitu ESDM. Program yang sudah kita lakukan beberapa tahun ini mendapatkan masukan dan saran-saran untuk kita bisa memperbaiki ke depan,” katanya.

Perkembangan Kelompok Tani Garitan menjadi gambaran bahwa program PPM tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi lokal secara produktif.

Melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi berkembang menjadi pelaku utama yang mampu mengelola kegiatan ekonomi secara mandiri.

Bagi PT Antam UBPE Pongkor, proses verifikasi Kementerian ESDM sekaligus menjadi momentum untuk memastikan program pemberdayaan yang telah dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya