liputan08.com CILEUNGSI – Bupati Bogor Rudy Susmanto memperketat pengawasan terhadap titik-titik pembuangan air limbah di sepanjang Sungai Cileungsi untuk mencegah pencemaran berulang.
Pengawasan dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan kelompok pegiat lingkungan, termasuk Komunitas Peduli Sungai Cileungsi (KP2C), melalui penempatan satuan tugas di sejumlah titik keluaran air yang dinilai rawan.
“Dinas Lingkungan Hidup bersama beberapa kelompok pegiat lingkungan yang ada, salah satunya KP2C, kita menempatkan beberapa satgas yang standby di beberapa titik output buangan air tersebut,” ujar Rudy saat susur Sungai Cileungsi, Sabtu (19/9/2026).
Rudy mengatakan, pengawasan juga dilakukan melalui pengambilan sampel air untuk memastikan kondisi kualitas sungai. Ia menegaskan, proses tersebut harus dilakukan oleh petugas bersertifikat.
“Pengambilan sampel air itu tidak bisa oleh sembarang orang. Orang-orangnya harus memiliki sertifikasi,” jelasnya.
Dalam pemantauan tersebut, Rudy mengungkapkan adanya sejumlah titik pembuangan yang sebelumnya telah disegel Kementerian Lingkungan Hidup, namun diduga kembali digunakan untuk membuang limbah.
“Ada beberapa output buangan air yang sudah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup, tapi beberapa hari ke belakang kita lihat masih melakukan pembuangan limbah. Itu pun laporan secara resmi kita akan sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkapnya.
Rudy menegaskan, Pemkab Bogor akan terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani persoalan pencemaran Sungai Cileungsi.
Di sisi lain, Pemkab Bogor melalui DLH juga mendorong perusahaan membenahi instalasi pengolahan air limbah serta memberikan pendampingan agar aktivitas usaha tetap berjalan sesuai ketentuan lingkungan.
“Kita ingin ekonomi tetap bergerak dan tidak ada masyarakat satupun yang dirugikan. Yang paling utama adalah ayo kita benahi bersama-sama agar Sungai Cileungsi kembali bersih,” tandas Rudy.
Menurut Rudy, Sungai Cileungsi memiliki peran penting bagi masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Bogor dan Bekasi, sehingga kelestariannya menjadi kepentingan bersama.
“Ini masa depan bukan hanya untuk Bogor, tapi untuk beberapa kabupaten dan kota lainnya,” pungkasnya.
Tags: Bupati Bogor, Rudy Susmanto
Baca Juga
-
03 Sep 2026
DPO Korupsi Kredit Fiktif Rp1,8 Miliar Diciduk di Bandung, Akhirnya Berhadapan dengan Hukum
-
16 Jul 2026
Siswi Berprestasi Gagal Masuk SMA Negeri 3 Cibinong, Siapa yang Bermain dengan Skor SPMB 2026?
-
06 Mar 2025
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata Niaga Timah
-
10 Feb 2025
Musrenbang Kecamatan Cibinong: DPRD Dorong Optimalisasi Infrastruktur dan Pelayanan Publik
-
05 Okt 2024
Peringatan HUT ke-79 TNI di Monas Hari ini: Parade, Atraksi Trimatra hingga Pameran Alutsista
-
09 Jun 2025
Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani Longsor Sampah Galuga, Realokasikan Rp25 Miliar untuk Sanitary Landfill
Rekomendasi lainnya
-
31 Jul 2025
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cukuh Balak, Warga Tanggamus Terisolasi dan Butuh Bantuan Mendesak
-
08 Jun 2025
OPM Biadab! Dua Tukang Bangunan Gereja Ditembak Mati di Jayawijaya
-
26 Okt 2024
Kejaksaan Agung Berhasil Pulangkan Terpidana Penipuan dari Jepang, Tindak Lanjut Sinergi Internasional
-
13 Mei 2025
Ketua DPRD Bogor Dukung Pengembangan Pakansari Jadi Pusat Olahraga Nasional
-
23 Des 2025
Jurnalis Senior Dinilai Layak Pimpin DKM Masjid Nurul Wathon, Danang Donoroso Dapat Dukungan Media dan DPRD
-
17 Feb 2025
KH Achmad Yaudin Sogir Bulan Syaban Momentum Mensucikan Hati dan Bersiap Menyambut Ramadhan





