Breaking News

Rudy Susmanto Dorong Ruang Kreatif dan Rumah Istimewa untuk Anak Disabilitas

liputan08.com CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong kepedulian bersama terhadap anak-anak istimewa, khususnya dalam menyediakan ruang bagi mereka untuk berkumpul, berkreasi, dan mengembangkan potensi.

Hal itu disampaikan Rudy saat menyaksikan film yang mengangkat kisah dan semangat anak-anak istimewa bersama sejumlah kelompok penyandang disabilitas, Kamis (17/9). Kegiatan tersebut melibatkan antara lain Special Olympics Indonesia (SOIna), National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI), PPDI, serta kelompok lainnya.

“Kita berkesempatan mengundang anak-anak istimewa yang ada di Kabupaten Bogor, dari SOIna, dari NPCI, dari PPDI, dan dari beberapa kelompok lainnya. Kita hanya ingin memberikan semangat kepada mereka, ingin memberikan semangat kepada orang tua mereka yang tentunya butuh perjuangan besar membesarkan anak-anak istimewa,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, film yang proses pembuatannya mengambil lokasi di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor tersebut memberikan pesan kuat agar masyarakat, khususnya para orang tua, terus mendukung anak-anak istimewa dalam meraih masa depan.

“Orang tua mereka harus lebih semangat bahwa anak-anak istimewa ini punya masa depan yang jauh lebih baik,” katanya.

Ia menilai kisah yang ditampilkan dalam film tersebut juga mengajarkan masyarakat untuk tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Mereka saja menanamkan pesan kepada kita, jangan menyerah, dan jangan pernah menyakiti orang-orang yang sudah menyakiti kita,” ungkapnya.

Rudy mengajak masyarakat mendukung film tersebut. Ia menyebut, apabila jumlah penontonnya mencapai satu juta orang, akan didorong pembangunan rumah-rumah istimewa di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia.

“Ayo berikan dukungan bareng-bareng. Terutama saya mengajak para kepala daerah di seluruh Indonesia, gerakkan semuanya. Harus lebih dari satu juta karena film ini niatnya mulia, niatnya baik. Supaya ada rumah-rumah istimewa bagi keluarga-keluarga kita yang istimewa yang tentunya ada dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya.

Rudy menegaskan, kepedulian terhadap anak-anak istimewa merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah dan berbagai pihak, kata dia, perlu menyediakan ruang yang dapat menjadi tempat berkumpul dan berkreasi.

“Yuk, tugas kita untuk ngurus mereka bareng-bareng. Tugas kita untuk berjalan lebih ringan dengan mereka bareng-bareng. Tadi pesan dari anak-anak itu kan tadi, ‘Ayah, saya tidak punya teman.’ Maka, ciptakanlah rumah-rumah buat mereka agar mereka punya ruang untuk berkumpul, ruang untuk berkreasi,” jelas Rudy.

Ia menyebut Pemkab Bogor telah memiliki wisma disabilitas dan berkomitmen meningkatkan fasilitas tersebut agar menjadi tempat yang lebih baik dan representatif.

“Mereka adalah bagian dari Kabupaten Bogor, mereka keluarga kita, mereka saudara kita. Dan tentunya inilah keistimewaan Kabupaten Bogor,” katanya.

Rudy juga mengapresiasi kemampuan anak-anak istimewa yang terlibat dalam film tersebut. Menurutnya, penampilan mereka menunjukkan potensi sekaligus memberikan inspirasi bagi masyarakat.

“Filmnya sudah sangat menginspirasi bagi kita semua. Anak-anak istimewa ini punya masa depan juga yang cerah. Bahkan acting mereka tadi jauh lebih baik daripada kita semua. Akting yang alami, akting yang menjiwai,” ungkapnya.

Pemkab Bogor, lanjut Rudy, siap berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pihak untuk menghadirkan tempat yang representatif bagi anak-anak istimewa.

“Kami Pemkab Bogor siap berkolaborasi dengan siapa pun untuk kita bangun tempat yang representatif untuk anak-anak kita semua. Hari ini dua studio full, artinya kita ingin lebih. Mudah-mudahan nanti OPD-OPD yang lain ikut mengajak beberapa kelompok yang lain. Dunia usaha juga bisa mengajak kelompok-kelompok yang lain,” pungkasnya.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya