Breaking News

45 Tim Meriahkan Festival Qasidah dan Hadroh PKB di Tulang Kuning, Fuad Al Ansori: Tradisi Harus Terus Hidup

Liputan08.com, PARUNG — Sebanyak 45 tim qasidah dan hadroh ambil bagian dalam Festival Qasidah dan Parade Hadroh Piala Bang Dewan PKB yang digelar di Kampung Tulang Kuning, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari upaya menggerakkan dan merawat tradisi seni bernuansa Islami di tengah masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB, Fuad Al Ansori, mengatakan festival tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya dan pendidikan yang penting bagi masyarakat.

Menurut Fuad, qasidah dan hadroh merupakan bagian dari kekayaan seni tradisional yang memiliki akar kuat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, keberadaannya perlu dirawat agar tidak tergerus perubahan zaman.

“Kita ingin kegiatan ini tidak hanya dilihat sebagai kompetisi untuk memperebutkan juara. Lebih dari itu, ini adalah ruang kebudayaan untuk merawat tradisi seni Islami, memperkuat silaturahmi dan memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal serta mengembangkan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Fuad.

Ia menilai, pelestarian seni tradisional memiliki relevansi dengan pembangunan karakter generasi muda. Kegiatan seperti qasidah dan hadroh, kata dia, dapat menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, kerja sama, kreativitas sekaligus nilai-nilai kebersamaan.

“Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan budaya yang sangat cepat, generasi muda membutuhkan ruang aktualisasi yang positif. Seni dapat menjadi medium pendidikan karakter karena di dalamnya ada proses belajar, disiplin, kebersamaan, tanggung jawab dan penghargaan terhadap karya,” katanya.

Fuad juga menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan menjaga identitas dan kebudayaan masyarakat.

Menurutnya, keberagaman seni dan tradisi lokal merupakan bagian dari kekuatan sosial yang harus terus dikembangkan.

“Memeriahkan HUT Kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang membangun masyarakat. Ketika 45 tim berkumpul, tampil dan berkompetisi secara sehat, di situ tumbuh persaudaraan, kreativitas dan rasa memiliki terhadap budaya sendiri,” tutur Fuad.

Festival yang berlangsung di Yayasan Al Hidayah, Kampung Tulang Kuning, RT 07/06, Desa Waru, Kecamatan Parung, tersebut juga menyediakan penghargaan bagi para peserta terbaik.

Juara pertama memperoleh piala dan uang pembinaan Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, dan juara ketiga Rp500 ribu.

Fuad berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak kelompok seni dan generasi muda.

“Tradisi akan tetap hidup apabila ada regenerasi. Karena itu, tugas kita bukan hanya mempertahankan apa yang sudah ada, tetapi membuka ruang agar anak-anak muda berani tampil, berkreasi dan menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan mereka,” pungkasnya.

Tags: , , ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya