Liputan08.com, JAKARTA – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung Republik Indonesia berhasil melelang sejumlah aset rampasan negara milik terpidana kasus korupsi Benny Tjokrosaputro dengan total nilai mencapai Rp129.150.777.411 atau sekitar Rp129,15 miliar.
Keberhasilan tersebut diumumkan melalui siaran pers Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung Nomor PR–232/030/K.3/Kph.3/07/2026 yang diterbitkan pada Kamis (30/7/2026).
Lelang dilaksanakan melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV serta KPKNL Bogor pada Rabu (29/7/2026).
Aset yang dilelang merupakan barang rampasan negara dan barang sita eksekusi dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana Benny Tjokrosaputro.
Sebanyak 16 unit Apartemen South Hills Kuningan berhasil terjual dengan total nilai Rp38.328.767.411, atau lebih tinggi Rp620 juta dibandingkan nilai limit yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan lelang apartemen tersebut mengacu pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst., Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 7/Pid.Sus-TPK/2021/PT.DKI, serta Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2937 K/Pid.Sus/2021. Seluruh objek dijual sesuai kondisi apa adanya (as is).
Sementara itu, 24 bidang tanah juga berhasil terjual dengan nilai Rp90.822.010.000, atau meningkat sekitar Rp31,041 miliar di atas nilai limit yang ditetapkan. Lelang tanah tersebut dilaksanakan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2937 K/Pid.Sus/2021.
Meski demikian, masih terdapat 74 unit apartemen dan 16 bidang tanah yang belum terjual. Badan Pemulihan Aset memastikan aset-aset tersebut akan kembali dilelang pada kesempatan berikutnya.
Proses lelang dilakukan secara terbuka melalui sistem e-Auction (open bidding) dengan penawaran tertulis tanpa kehadiran peserta lelang melalui situs resmi lelang pemerintah.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk optimalisasi penyelesaian aset hasil tindak pidana.
“Secara keseluruhan, hasil lelang kedua jenis aset tersebut mencapai Rp129.150.777.411 atau sekitar Rp129,15 miliar, yang menunjukkan keberhasilan Badan Pemulihan Aset dalam mengoptimalkan penyelesaian aset hasil tindak pidana guna mendukung pemulihan kerugian negara,” ujar Anang Supriatna dalam siaran persnya, Kamis (30/7/2026).
Kejaksaan Agung menegaskan akan terus melanjutkan proses pelelangan terhadap aset-aset yang belum terjual sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara melalui optimalisasi pengelolaan barang rampasan hasil tindak pidana.
Tags: Benny Tjokrosaputro, BPA Kejagung, Kasus Korupsi, KPKNL, Mahkamah Agung, PN DKI Jakarta, PN Jakarta Pusat
Baca Juga
-
22 Jan 2025
Kabupaten Bogor Jadi Acuan: Layanan PBG dan BPHTB untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Disorot Kota Jambi
-
24 Des 2025
LARWASDA 2025, Inspektorat Kabupaten Bogor Cegah Kebocoran Keuangan Rp44,23 Miliar
-
28 Agu 2026
KPK Bongkar Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor, Kantor Disdikbud Digeledah
-
11 Okt 2024
Prajurit Kodam XVIII/Kasuari Tingkatkan Kesiapsiagaan melalui Latihan Bela Diri Taktis
-
25 Okt 2024
Kejaksaan Agung Periksa Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Japek II Elevated
-
29 Jul 2026
KPK kembali Beraksi! Bupati Pemalang Terjaring OTT, Ada Kasus Apa?
Rekomendasi lainnya
-
28 Jan 2025
Guru Besar Hukum: Pembaruan KUHAP Harus Utamakan Prinsip Check and Balance
-
21 Okt 2025
Bupati dan DPRD Bogor Bahas Raperda Disabilitas, Wujudkan Layanan Publik Inklusif
-
17 Apr 2025
Bupati Rudy Susmanto Instruksikan TP PKK Segera Susun Program Demi Kesejahteraan Warga Bogor
-
03 Nov 2024
Polresta Surakarta Tidak Akan Lakukan Penyekatan, Tegaskan Larangan Kehadiran Suporter Tamu di Laga Persis Solo VS PSS Sleman
-
22 Okt 2024
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Dibakar, Puluhan Pasien Kehilangan Nyawa
-
18 Sep 2025
Kabupaten Bogor Raih Penghargaan GM-DTGI 2025 sebagai Kabupaten Terbaik Kedelapan se-Indonesia









