liputan08.com KEMANG — Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan ala Komando Pasukan Khusus untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah.
“Apa yang dilakukan Pak Bupati Rudy Susmanto merupakan langkah strategis. Nilai disiplin, loyalitas, dan kebersamaan seperti di Kopassus sangat relevan diterapkan dalam birokrasi modern agar pelayanan publik semakin optimal,” ujar Sastra Winara.
Pernyataan tersebut merespons kehadiran Bupati Bogor dalam acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-74 Kopassus di Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Kemang, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Rudy menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada target program, tetapi juga dilandasi empati dan rasa kebersamaan dengan masyarakat.
“Di Kopassus ada prinsip sederhana: senang bersama, susah bersama. Jika ini diterapkan di pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih cepat dan tepat,” kata Rudy.
Ia menambahkan, aparatur pemerintah harus mampu merasakan kondisi masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas.
“Kalau rakyat kita kesulitan, kita harus hadir dengan solusi. Pemerintah harus punya kepekaan dan bergerak cepat,” tegasnya.
Rudy juga menyoroti budaya disiplin yang terlihat dari lingkungan satuan Batalyon 13 Kopassus yang tertata rapi dan penuh tanggung jawab kolektif. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh nyata bagaimana kesadaran bersama mampu menciptakan sistem kerja yang efektif.
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Gerry Heikal Cholid, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam berbagai program pembangunan di lingkungan satuannya.
Ia menjelaskan, berbagai pembenahan telah dilakukan, mulai dari renovasi fasilitas, pembangunan sarana kesehatan, hingga perbaikan rumah dinas prajurit. Kolaborasi lintas sektor juga berhasil membantu penanganan persoalan lingkungan, termasuk normalisasi aliran Sungai Cibeuteung yang sebelumnya rawan banjir.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terbukti mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara efektif,” ungkapnya.
Selain itu, Batalyon 13 Kopassus juga mencatat prestasi membanggakan, seperti tingkat kelulusan 100 persen dalam pendidikan Secaba dan Secapa, serta predikat satuan Parako terbaik di lingkungan Kopassus pada tahun 2026.
Dengan dukungan legislatif dan penguatan nilai kepemimpinan berbasis disiplin serta kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan daerah secara menyeluruh.
Tags: Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara
Baca Juga
-
20 Apr 2025
TNI Pos Yamor Laksanakan Pelayanan Kesehatan Keliling di Kampung Ururu, Papua Barat
-
09 Mei 2025
Bupati Bogor Apresiasi Tindakan Tegas Aparat Berantas Premanisme dan Praktik Mata Elang
-
07 Jul 2026
Tak Berkutik! Kejagung Sita 104 Ton Timah Milik Aon, Hasil Lelang Disiapkan Tutup Kerugian Negara
-
09 Des 2024
Khazanah Islam Keutamaan Takziah dan Amal Kebaikan dalam Mengurusi Jenazah
-
08 Apr 2025
BMKG Gempa Tektonik Berkekuatan 6,2 Magnitudo Guncang Simeulue, Masyarakat Diimbau Waspada
-
19 Feb 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi TMMD ke-123: Sinergi Kuat untuk Pembangunan Desa
Rekomendasi lainnya
-
13 Mar 2025
Rugikan Negara, Kejari Muba Sita Lahan dan Aset PT. SMB
-
17 Des 2024
Pemuda Masjid Alanshar Gelar Tablig Akbar Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
-
25 Apr 2025
Dorong Pemerataan Pendidikan, Disdik Bogor Tutup Brilliant Expedition di Malasari dengan Komitmen Bangun SMP
-
07 Des 2024
Pemkab Bogor Lepas Atlet NPCI, Siap Berlaga di Piala Pj. Gubernur Jabar 2024
-
13 Mei 2026
PMC Tegaskan Penguasaan Lahan Berdasarkan SHGB, Bantah Tuduhan Penyerobotan di Tamansari-Sukajaya
-
03 Jun 2026
JPU Bongkar Fakta di Balik Pledoi Nadiem Makarim: Chromebook Rp3 Juta Dibeli Rp6 Juta, Klaim Untungkan Negara Dipertanyakan



