Breaking News

Semarak Ramadhan di Diskominfo Kabupaten Bogor, Tausiah KH Achmad Yaudin Sogir Tekankan Etika dan Kesucian Lisan  

Liputan08.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor menggelar pengajian bertema “Bulan Ramadhan, Bulan Memanen Amal” pada Selasa (24/2/2025) di Aula Kantor Diskominfo, Cibinong, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menghadirkan penceramah KH Achmad Yaudin Sogir, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor.

Dalam tausiahnya, Sogir memaparkan secara komprehensif tentang keagungan Ramadhan sebagai bulan pendidikan spiritual dan sosial. Ia menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum transformasi diri.

“Ramadhan adalah bulan tarbiyah ruhiyah (pendidikan spiritual) yang mendidik manusia agar naik kelas secara moral dan intelektual. Dalam literatur tasawuf dijelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Amal sunnah dinilai seperti amal wajib, dan amal wajib dilipatgandakan pahalanya. Ini menunjukkan kemurahan Allah yang luar biasa kepada hamba-Nya,” ujar Sogir.

Ia menjelaskan, setiap amal kebaikan pada bulan suci memiliki dimensi kualitas dan kuantitas yang berlipat. Doa-doa lebih mudah diijabah, pintu ampunan terbuka luas, dan peluang meraih derajat takwa sangat besar.

“Namun Ramadhan juga menuntut kedisiplinan etika. Lisan harus dijaga dari ghibah, fitnah, dan ujaran yang melukai. Dalam konteks aparatur pemerintah, integritas komunikasi menjadi bagian dari ibadah. Karena setiap kata dan kebijakan yang lahir dari niat yang bersih akan bernilai pahala,” tambahnya.

Kajian yang berlangsung pada pekan awal Ramadhan tersebut diikuti seluruh pegawai Diskominfo dengan penuh antusias. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan dipenuhi berbagai pertanyaan seputar amaliyah wajib, fiqih puasa, hingga praktik menjaga konsistensi ibadah di tengah aktivitas kerja.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, dalam keterangannya menilai kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan karakter aparatur.

“Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga momentum institusional untuk memperkuat etos kerja yang berlandaskan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Aparatur komunikasi publik harus menjadi teladan dalam menjaga akurasi informasi sekaligus menjaga etika. Nilai-nilai Ramadhan seperti disiplin, empati, dan pengendalian diri sangat relevan dengan tugas kami dalam melayani masyarakat,” ujar Bambang secara akademis.

Ia berharap kegiatan pengajian rutin selama Ramadhan mampu membentuk budaya kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas dan berakhlak.

Senada dengan itu, Sekretaris Diskominfo, Ilham, SH, menambahkan bahwa kajian ini menjadi sarana refleksi kolektif bagi seluruh pegawai.

“Ramadhan mengajarkan keseimbangan antara dimensi spiritual dan sosial. Sebagai lembaga yang mengelola arus informasi publik, kami dituntut bukan hanya cepat dan responsif, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab. Melalui pengajian ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap kebijakan, setiap rilis berita, dan setiap komunikasi yang disampaikan kepada publik memiliki konsekuensi moral dan hukum,” jelas Ilham.

Ia menegaskan, menjaga kesucian Ramadhan berarti juga menjaga perilaku dan profesionalitas dalam bekerja. “Tidak menunda kebaikan, memperbanyak amal sosial, serta memperkuat solidaritas internal adalah bentuk nyata memanen pahala di bulan suci,” pungkasnya.

Pengajian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, peningkatan kualitas ibadah, serta penguatan integritas bagi seluruh jajaran Diskominfo Kabupaten Bogor.

Tags: ,

Baca Juga

Rekomendasi lainnya