Breaking News

Nazirwan Yahu: Dari Sungai Penuh ke Pusat Industri Konstruksi Nasional, Konsistensi yang Menyalakan Perusahaan

liputan08.com Jakarta – Di tengah ketat dan kompetitifnya industri konstruksi nasional, hanya sedikit figur yang mampu bertahan lintas dekade sekaligus terus memberi warna dalam pertumbuhan perusahaan. Salah satunya adalah Nazirwan Yahu, teknokrat lapangan yang membangun reputasi melalui karya dan konsistensi, bukan pencitraan.

Lahir dan besar di Sungai Penuh, Provinsi Jambi, Nazirwan merantau ke Jakarta dengan modal utama etos kerja, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan. Langkah-langkah strategis yang ia ambil sepanjang kariernya kemudian turut memengaruhi arah dan perkembangan perusahaan-perusahaan tempat ia berkiprah.

Karier profesionalnya dimulai pada 1977 di PT Pamindo Tiga T, perusahaan yang bergerak di bidang steel structure & construction. Selama dua tahun pertama, ia ditempa langsung di lapangan, memahami konstruksi dari sisi teknis, manajemen waktu, hingga tekanan penyelesaian proyek. Pengalaman ini membentuk karakter kerjanya yang mengutamakan presisi, efisiensi, dan solusi praktis.

Pada 1979, ia bergabung dengan PT VSL Indonesia dan berkiprah hampir dua dekade hingga 1997 di bidang prestressing systems, sektor yang menuntut ketelitian tinggi dan manajemen proyek yang disiplin. Di fase ini, Nazirwan dikenal sebagai problem solver, figur yang diandalkan dalam proyek-proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun logistik.

Tahun 1998, ia melanjutkan karier di PT Citra Dywidag Citra Group sebagai spesialis prestressing hingga 2002. Periode ini memperkaya pengalamannya dalam pengelolaan proyek berskala besar sekaligus memperluas jejaring profesional di industri konstruksi nasional.

Keputusan penting diambil pada 2002 ketika ia bergabung dengan PT Delta Systech Indonesia (PT DSI Indonesia). Langkah tersebut menjadi titik balik yang menandai fase baru kontribusinya. Di perusahaan ini, Nazirwan berperan dalam penguatan sistem produksi, pengendalian logistik, serta perencanaan proyek-proyek dengan tantangan teknis dan geografis tinggi.

Sejak 2002 hingga kini, kontribusinya di PT DSI Indonesia dinilai konsisten dalam menjaga standar kualitas, efisiensi operasional, dan ketepatan eksekusi lapangan. Pendekatannya menekankan bahwa produksi harus presisi, logistik harus adaptif terhadap risiko, dan tim lapangan harus didukung solusi konkret.

Rekam jejak panjangnya menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh modal dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu membaca peluang dan mengambil keputusan strategis. Nazirwan Yahu menjadi contoh bagaimana pengalaman teknis yang matang, keberanian keluar dari zona nyaman, serta konsistensi kerja dapat memberi dampak nyata dalam industri.

Dari Sungai Penuh hingga pusat industri konstruksi nasional, perjalanan Nazirwan mencerminkan ketekunan dan visi jangka panjang. Dalam dunia konstruksi yang sarat risiko, nilai kerja, ketajaman analisis, dan disiplin eksekusi tetap menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan perusahaan.

Tags:

Baca Juga

Rekomendasi lainnya