liputan08.com
Oleh: Zidan, Wakil Bendahara Umum HMI Cabang Kota Bogor
Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Bagi sebagian orang, momen ini mungkin hanya sebatas seremoni tahunan untuk mengenang sebuah peristiwa kelam dalam sejarah bangsa: G30S/PKI. Namun, bagi kami, mahasiswa dan pemuda—generasi yang mewarisi masa depan republik—Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai lebih dari sekadar nostalgia historis. Ini adalah panggilan untuk refleksi dan rekontekstualisasi.
Di tengah hiruk pikuk dunia digital, tantangan yang kita hadapi untuk menjaga “kesaktian” Pancasila telah bertransformasi. Musuh kita bukan lagi kekuatan fisik yang ingin mengganti ideologi secara terang-terangan, melainkan ancaman-ancaman subtil yang menggerogoti nilai-nilai Pancasila dari dalam.
Lalu, di mana letak “kesaktian” Pancasila bagi generasi kita?
Dari Perang Fisik ke Perang Gagasan
Dulu, kesaktian Pancasila terbukti saat ia mampu bertahan dari rongrongan ideologi komunisme. Hari ini, kesaktiannya diuji di medan perang yang berbeda: medan perang digital dan gagasan. Ancaman tersebut hadir dalam bentuk:
Polarisasi Ekstrem: Media sosial telah menjadi arena pertarungan identitas yang memecah belah. Narasi “cebong” versus “kampret” yang terus dipelihara merusak Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Kita dibuat saling curiga dan benci hanya karena perbedaan pilihan politik, lupa bahwa kita adalah satu bangsa.
Tsunami Hoaks dan Disinformasi: Berita bohong yang dirancang untuk membangkitkan amarah dan kebencian menyebar lebih cepat dari kebenaran. Ini secara langsung menyerang Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena ia menumpulkan nalar sehat dan merendahkan martabat manusia melalui fitnah.
Radikalisme dan Intoleransi: Paham-paham sempit, baik atas nama agama maupun sekularisme, yang menolak keberagaman adalah ancaman nyata bagi Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini menjamin kemerdekaan beragama dalam bingkai toleransi, bukan pemaksaan kehendak satu kelompok atas kelompok lain.
Individualisme dan
Pragmatisme: Budaya instan dan fokus pada kepentingan pribadi mengikis semangat gotong royong yang menjadi jantung Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kepedulian sosial tergantikan oleh apatisme.
Peran Mahasiswa dan Pemuda: Menjadi Garda Terdepan
Melihat tantangan ini, mahasiswa dan pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita adalah agent of social control dan pewaris sah masa depan bangsa. Kesaktian Pancasila tidak akan terawat dengan sendirinya; ia harus kita perjuangkan dan bumikan dalam tindakan nyata.
Apa yang harus kita lakukan?
Menjadi Filter Informasi: Di era digital, kemampuan literasi media adalah sebuah keharusan. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menyaring informasi, memverifikasi fakta sebelum menyebarkannya, dan melawan narasi hoaks dengan data dan argumen yang cerdas.
Menghidupkan Ruang Diskusi: Kampus dan organisasi, termasuk HMI, harus menjadi laboratorium intelektual untuk mendiskusikan perbedaan secara beradab. Kita harus mengembalikan marwah dialektika, di mana gagasan diadu dengan gagasan, bukan caci maki. Ini adalah wujud pengamalan Sila Keempat.
Mengimplementasikan Nilai Pancasila: Kesaktian Pancasila akan benar-benar terasa jika nilai-nilainya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal kecil seperti menghargai teman yang berbeda suku dan agama, ikut serta dalam kerja bakti, hingga mengkritisi kebijakan publik yang tidak berpihak pada rakyat kecil.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan saatnya terjebak dalam romantisme masa lalu. Ini adalah momentum bagi kita, kaum muda, untuk menegaskan kembali komitmen kita. Pancasila hanya akan benar-benar sakti jika ia hidup dalam pikiran, terucap dalam lisan, dan terwujud dalam perbuatan setiap anak bangsa.
Tugas kita adalah memastikan api Pancasila tidak pernah padam, melainkan terus menyala, menerangi jalan Indonesia menuju masa depan yang adil, makmur, dan beradab.
Yakin Usaha Sampai!
Tags: Hari Kesaktian Pancasila
Baca Juga
-
20 Jan 2026
Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Tata Kelola Program Strategis dan Sektor Pertambangan
-
25 Mei 2026
Irawansyah Banding ke Pengadilan Tinggi Bandung, Soroti Dugaan Cacat Hukum Seleksi Mediator PN Cibinong
-
12 Okt 2025
Rudy Susmanto Lepas Ribuan Peserta Bogor Siliwangi Run 10K, Gaungkan Semangat Kebersamaan
-
12 Nov 2024
Rudy Susmanto Targetkan Kemenangan di Babakan Madang, Fokus pada Infrastruktur dan Penanganan Bencana
-
14 Jul 2026
Reses DPRD Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir Serap Aspirasi Warga Karadenan
-
27 Mei 2026
Sambut Hari Raya Kurban 1447 H, Desy Yanthi Utami Ajak Warga Tebar Kebaikan dan Harapan
Rekomendasi lainnya
-
14 Agu 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto: Dapur SPPG Harus Aman dan Sesuai SOP
-
23 Feb 2026
Pemkab Bogor Perkuat Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban, Dennis Lim Apresiasi Komitmen Awal Kepemimpinan
-
11 Okt 2024
Prajurit Kodam XVIII/Kasuari Tingkatkan Kesiapsiagaan melalui Latihan Bela Diri Taktis
-
18 Des 2025
Ratusan Lansia Bogor Diwisuda, Pemkab Dorong Lansia Sehat dan Produktif
-
28 Apr 2025
Elisabet ‘Mifa’ Kogoya Pimpin Doa Sambut Gubernur Jhon Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol di Papua Pegunungan
-
12 Des 2024
Kejaksaan Agung Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalur Kereta Besitang-Langsa





