Liputan08.com JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengumumkan program penyediaan rumah subsidi bagi berbagai profesi, termasuk 1.000 unit khusus untuk wartawan. Program ini merupakan bagian dari skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang bertujuan untuk meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi pekerja di berbagai sektor.
“Wartawan sudah kami alokasikan 1.000 unit,” ujar Menteri PKP dalam konferensi pers, Rabu (2/4/2025).
Selain bagi wartawan, pemerintah juga telah mengalokasikan 20.000 unit rumah subsidi untuk petani, nelayan, buruh, dan tenaga migran. Selain itu, 30.000 unit rumah dialokasikan untuk tenaga kesehatan, termasuk perawat, bidan, dan tenaga kesehatan masyarakat. Tidak hanya itu, prajurit TNI Angkatan Darat akan mendapatkan alokasi sekitar 5.000 unit, sementara personel kepolisian akan memperoleh 14.500 unit rumah subsidi.
“Dari total kuota 220.000 unit, kami memastikan ada kepastian distribusi bagi setiap kelompok penerima. Kepastian ini penting bagi bank, penyalur, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), pengembang, dan tentunya konsumen,” jelas Menteri PKP.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian PKP akan segera mengundang perwakilan masing-masing profesi untuk membahas lebih lanjut mengenai realisasi program ini.
“Kami akan mengundang ketua umum perawat, ketua umum bidan, juga organisasi dan perwakilan wartawan untuk membahas detail implementasi program ini,” tambahnya.
Menteri PKP menegaskan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Dukungan ini juga berkontribusi pada kebijakan kelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) yang sebelumnya 5 persen menjadi 4 persen, baik untuk rumah subsidi maupun komersial.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, Menteri PKP menekankan pentingnya kualitas bangunan rumah subsidi. Untuk memastikan kualitas yang sesuai standar, kementeriannya bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna melakukan audit lapangan.
“Jangan lagi ada rumah subsidi yang tidak berkualitas, yang baru setahun sudah atapnya bocor, tembok retak. Kasihan masyarakat kalau mendapatkan rumah seperti itu,” tegas Menteri PKP.
Selain aspek kualitas, pemerintah juga memastikan rumah subsidi ini diberikan kepada kelompok sasaran yang benar-benar membutuhkan, berdasarkan data terperinci dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data ini mencakup tingkat kemampuan belanja individu yang dikelompokkan dalam desil pertama (Rp 400.000), desil kedua (Rp 600.000), dan desil ketiga (Rp 900.000) sebagai acuan dalam menentukan penerima bantuan.
“Jangan sampai ada rumah subsidi yang tidak tepat sasaran. Program ini harus benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Tags: Menteri PKP Siapkan 1.000 Rumah Subsidi untuk Wartawan, Total 220.000 Unit untuk Berbagai Profesi
Baca Juga
-
18 Mar 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara RPJMD Harus Mengakomodir Aspirasi Masyarakat
-
11 Nov 2025
TP PKK Kabupaten Bogor Gelar BINDA di Rumpin, Dorong Pemberdayaan dan Kesejahteraan Warga
-
25 Jun 2025
PWI Jawa Barat Dukung Kongres Persatuan: Momentum Rekonsiliasi dan Penguatan Organisasi
-
11 Feb 2026
Generasi Bumi Cerdas Perkuat Komitmen Sosial Lewat Kegiatan Edukasi Membentuk Karakter Anak di Panti Asuhan Bhakti Kasih Abba Bogor Selatan
-
01 Feb 2025
Pangkoops Udara I Hadiri Rapim TNI 2025: Perkuat Sinergi untuk Pertahanan dan Ekonomi Nasional
-
30 Nov 2025
Ketua DPRD Sastra Winara Tegaskan Perlindungan Lahan Produktif, Pemkab Bogor Beri Bantuan Eskavator
Rekomendasi lainnya
-
11 Feb 2025
JAM-Pidum Setujui 9 Perkara Restorative Justice, Termasuk Kasus Pencurian di Prabumulih
-
28 Feb 2025
Ketua PWI Kabupaten Bogor, Dedy Firdaus, Sambut Bulan Suci Ramadan dengan Pesan Kebersamaan dan Kepedulian
-
06 Sep 2025
Wartawan Media Online di Medan Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Korban Kekerasan
-
20 Mei 2025
Bupati Bogor Luncurkan Program “SEHAT” untuk Dorong Konsumsi Pangan Lokal Bergizi
-
11 Okt 2024
Pernyataan Akbar Zulfakar Soal Peluang Pasangan ASIH Dikecam Halusinasi Politik di Tengah Dinamika Baru PKS
-
31 Des 2025
Apa yang Terjadi di Balik Tender Pertamina? JPU Ungkap Komunikasi Rahasia hingga DMUT Bersyarat




