Liputan08.com Jakarta – Kejaksaan Agung melalui Tim Intelijen Satuan Tugas Sumber Daya Intelijen (Satgas SIRI) berhasil mengamankan mantan Direktur Jenderal Perkeretaapian berinisial PB terkait dugaan kasus korupsi dalam proyek pembangunan jalur kereta api Besitang–Langsa yang dikelola Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan. Pengamanan dilakukan pada Minggu, 3 November 2024, sekitar pukul 12.55 WIB di sebuah hotel di Sumedang, Jawa Barat.
PB diduga terlibat dalam berbagai pelanggaran terkait pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dengan Aceh, dengan total anggaran Rp1,3 triliun yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sejak tahun 2017 hingga 2023. Kasus ini telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1,157 triliun, sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dalam penjelasan resmi, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penetapan PB sebagai tersangka didasarkan pada alat bukti yang kuat dan diperkuat melalui surat penetapan tersangka oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) pada tanggal 3 November 2024.
“Tersangka PB diduga kuat terlibat dalam berbagai pelanggaran dan penyimpangan prosedur dalam proyek pembangunan ini, yang mana telah mengakibatkan kerugian besar bagi negara serta berdampak serius pada kegagalan fungsional proyek,” ujar Dr. Harli Siregar.
Menurut informasi dari tim penyidik, PB memerintahkan pemecahan proyek konstruksi tersebut menjadi sebelas paket dan mengarahkan agar delapan perusahaan tertentu memenangkan lelang proyek. Pembangunan jalur kereta api Besitang–Langsa tidak didahului dengan studi kelayakan dan dokumen perencanaan, serta perubahan lokasi pembangunan dilakukan secara tidak sesuai dengan desain awal, yang menyebabkan jalur tersebut amblas dan tidak dapat difungsikan.
Dalam rangkaian pelaksanaannya, proyek ini terindikasi penuh penyimpangan. Ketua Kelompok Kerja (POKJA) Pengadaan Rieki Meidi Yuwana, yang kini masih menjalani proses persidangan, menyetujui lelang tanpa dokumen teknis yang layak, berlawanan dengan prosedur pengadaan resmi. Dari proyek ini, PB juga diduga menerima sejumlah dana sebagai imbalan, yakni Rp1,2 miliar melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Akhmad Afif Setiawan, serta Rp1,4 miliar dari PT WTJ.
Selain menetapkan PB sebagai tersangka, Kejaksaan Agung juga telah menahan PB di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk masa 20 hari ke depan guna memperdalam proses penyidikan. PB disangkakan melanggar Primair Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 dan Subsidiair Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, serta Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
“Kami akan mengusut tuntas kasus ini agar tidak hanya memberikan efek jera, namun juga memperbaiki tata kelola di sektor transportasi dan infrastruktur,” kata Kepala Bidang Media dan Kehumasan, M. Irwan Datuiding, S.H., M.H.
Proyek Besitang–Langsa yang awalnya diharapkan mampu memperkuat konektivitas di wilayah Sumatera, kini menjadi sorotan nasional karena dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi yang signifikan.
Baca Juga
-
27 Jul 2025
Pemkab Bogor dan KLHK Tegas Tertibkan Bangunan di Puncak, 33 Izin KSO Dicabut
-
06 Nov 2024
Satgas Yonif 641/Bru Dukung Ketahanan Pangan, Bantu Petani di Kampung Bolakme Jayawijaya
-
25 Agu 2026
Kejari Tangerang Bongkar Modus Siswa Fiktif, Dana BOP Rp2,5 Miliar Diduga Raib
-
07 Des 2025
Bupati Bogor Tinjau Integrasi Setu Kabantenan–Cikaret Jadi Destinasi Wisata Air
-
11 Feb 2025
JAM-Pidmil Prioritaskan Penanganan Tiga Perkara Koneksitas Bernilai Triliunan Rupiah
-
19 Mei 2025
Jaro Ade Apresiasi Turnamen Futsal Antar Pelajar se-Jabodetabek di SMK Plus PGRI 1 Bogor
Rekomendasi lainnya
-
13 Okt 2026
JAM Pidsus Kejagung Periksa Saksi dari Foster Oil hingga Migas Kota Bekasi
-
02 Okt 2026
Bupati Bogor Dorong Pencak Silat Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda
-
20 Agu 2025
Jaksa Agung Resmi Buka Pekan Olahraga Hari Lahir Kejaksaan ke-80: Memupuk Persaudaraan dan Semangat Sportivitas
-
04 Jun 2025
WASPADA! Kejaksaan Agung Imbau Masyarakat Hati-hati Modus Penipuan Berkedok Tilang Elektronik
-
23 Okt 2025
Wali Kota Bogor Buka SPEAK 13, Tekankan Pentingnya Networking Sejak SMA
-
07 Jan 2025
Sekda Kabupaten Bogor Dorong ASN Tingkatkan Literasi Melalui Program “Selasa Membaca”






